PT Avia Avian Tbk. (AVIA) : Here Comes The Growth – “Pricing Power Menopang Pertumbuhan, Margin Tertekan Namun Fundamental Tetap Solid”

 

by Leonardo Lijuwardi

6 Nov 2026

 

AVIA kembali membukukan kinerja yang solid pada 9M26 dengan pertumbuhan penjualan +16.7% YoY menjadi IDR 6.92T (9M25: IDR 5.93T), sementara laba bersih meningkat +16.5% YoY menjadi IDR 1.38T. Secara kuartalan, penjualan 3Q26 mencapai IDR 2.33T (+13.9% YoY; +4.2% QoQ), sedangkan laba bersih tercatat IDR 446B (+2.5% QoQ). Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh strategi kenaikan harga jual (ASP) yang telah diterapkan sejak 2Q26 sebagai respons terhadap peningkatan harga bahan baku dan ketidakpastian kondisi global. Meski volume penjualan Architectural Solutions terkoreksi -6.3% YoY pada 3Q26, ASP tetap berada pada level tinggi sebesar IDR 40,162/kg (+19.2% YoY), mencerminkan kemampuan AVIA mempertahankan pricing power di tengah tekananpermintaan. Di sisi profitabilitas, GPM 3Q26 mengalami normalisasi menjadi 41.9% (2Q26: 45.9%), namun secara kumulatif GPM 9M26 masih meningkat menjadi 44.2% (9M25: 42.9%). Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan operasional AVIA, didukung efektivitasstrategi pricing, diversifikasi produk, serta disiplin pengelolaan biaya di tengah kondisi pasar yang menantang.

 


♦ 9M26 Performance: Pertumbuhan yang Didukung Strategi Harga di Tengah Normalisasi Volume

Architectural Solutions Tetap Menjadi Kontributor Utama, dengan Pertumbuhan Lebih Didominasi Kenaikan ASP.
Penjualan Architectural Solutions mencapai IDR 5.37T pada 9M26 (+16.4% YoY), dengan volume meningkat +3.5% YoY menjadi 139,061 MT. Segmen ini tetapberkontribusi sekitar 78% terhadap total penjualan. Pada 3Q26, penjualan mencapai IDR 1.73T (+11.7% YoY; -0.4% QoQ), meskipun volume terkoreksi -6.3% YoY menjadi 43,150 MT. Pertumbuhan nilai penjualan terutama ditopang oleh kenaikan ASP menjadi IDR 40,162/kg (+19.2% YoY), meskipun mengalami sedikit penurunan -1.6% QoQ dari level IDR 40,831/kg pada 2Q26. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan strategi penyesuaian harga sejak 2Q26 dalam mempertahankan pertumbuhan pendapatan, meskipun kenaikan harga dan tekanan daya belimulai memengaruhi volume penjualan.


Trading Goods Mencatatkan Pertumbuhan Lebih Tinggi, Mendukung Diversifikasi Pendapatan dan Profitabilitas. Penjualan Trading Goods tumbuh +17.7% YoY menjadi IDR 1.55T pada 9M26, dengan kontribusi sekitar 22% terhadap total pendapatan. Secara kuartalan, penjualanmeningkat +21.0% YoY dan +20.5% QoQ menjadi IDR 594B pada 3Q26, didukung ekspansi basis pelanggan dan jaringan distribusi. Jumlah pelanggan Trading Goods meningkat menjadi 51,551 pada 9M26 dibandingkan 49,608 pada 9M25. Profitabilitas segmen juga membaik, tercermin dari gross margin 9M26 yang meningkat menjadi 20.9% (9M25: 18.1%), meskipun secara kuartalan mengalami normalisasi menjadi 19.5% dari 24.5% pada 2Q26. Pertumbuhan ini semakin memperkuat kontribusi Trading Goods sebagai sumber pertumbuhan tambahan bagiAVIA.



♦ Fokus Tetap pada Market Share Serta Operasional yang Tetap Solid & Terjaga


Market Share Gain Tetap Menjadi Fokus Strategis di Tengah Pelemahan Permintaan Industri.
Dengan estimasi pangsa pasar sekitar 26%, AVIA masih memiliki ruang untuk memperkuat penetrasi pasar melalui inovasi produk, distribusi nasional, dan efektivitas aktivitas pemasaran. Pada 9M26, jumlah pelanggan Architectural Solutions meningkat menjadi 55,333 dari 54,031 pada 9M25, menunjukkan perluasan basis pelanggan meskipun volume 3Q26 melemah. AVIA juga meluncurkan dua produk baru pada 3Q26 di kategori waterproofing dan instant cement, sehingga total peluncuran produk mencapai 11 produk sepanjang 9M26. Pengembangan portofolio dan perluasan cakupan pelanggan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang serta memperkuat posisi kompetitif AVIA di industri cat domestik.


Margin Mengalami Kontraksi Kuartalan, Namun Efisiensi Operasional Tetap Terjaga. GPM AVIA mengalami penurunan menjadi 41.9% pada 3Q26 (2Q26: 45.9%; 3Q25: 42.6%), sejalan dengan kenaikan biaya bahan baku serta pelemahan volume penjualan. Operating profit 3Q26 tercatat IDR 498B (+18.8% YoY; -10.0% QoQ), dengan operating margin sebesar 21.4% (2Q26: 24.8%). Meskipun demikian, kinerja kumulatif tetap kuat dengan operating profit 9M26 mencapai IDR 1.65T (+28.5% YoY) dan operating margin meningkat menjadi 23.8% (9M25: 21.6%). EBITDA 9M26 juga meningkat menjadi IDR 1.84T, dengan EBITDA margin sebesar 26.5% dibandingkan 25.2% pada 9M25. Disiplin biaya tetap terjaga, tercermin dari rasio G&A terhadap penjualan sebesar 3.2% dan Sales & Marketing sebesar 17.2% pada 9M26, relatif stabildibandingkan FY25. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan margin pada 3Q26 lebih mencerminkan normalisasi gross profitability dibandingkan pelemahan struktural pada efisiensi operasional AVIA.


Tekanan Bahan Baku dan Potensi Downtrading Menjadi Faktor yang Perlu Diperhatikan. Peningkatan harga bahan baku, termasuk resin, solvent, dan packaging, tetap menjadi tantangan bagi profitabilitas seiring kondisi geopolitik global dan pergerakan nilai tukar IDR. Pada 9M26, rasio biaya bahan baku terhadap penjualan meningkat menjadi 28.4% dibandingkan 25.1% pada FY25, meskipun total COGS terhadap penjualan relatif stabil di 55.8% (FY25: 55.9%). Di sisi permintaan, risiko downtrading masih perlu diperhatikan sejalan dengan tekanan daya belikonsumen. Namun, portofolio AVIA yang mencakup kategori premium hingga economy memberikan fleksibilitas untuk menangkap pergeseran preferensi konsumen sekaligus menjaga daya saing di berbagai segmen harga.



♦ FY26 Estimate: Revisi Terhadap Pendapatan dan Laba Bersih Seraya Penguatan Kinerja AVIA

Revisi Pendapatan dan Laba seraya penguatan kinerja. NHKSI Research merevisi naik proyeksi pendapatan FY26E menjadi IDR 9.28T (+5.8% dari estimasi sebelumnya IDR 8.77T), serta laba bersih menjadi IDR 1.94T (+3.5% dari estimasi sebelumnya sekitar IDR 1.88T). Revisi inimempertimbangkan keberhasilan strategi kenaikan ASP sejak 2Q26, pertumbuhan nilai penjualan yang tetap solid meskipun volume mengalami normalisasi, serta ketahanan operasional AVIA. Kami juga menyesuaikan asumsi kenaikan harga bahan baku sejalan dengan kondisi global, sembari mempertahankan pandangan bahwa efektivitas pricing, diversifikasi produk, dan disiplin biaya dapat menopang profitabilitas. Proyeksi pendapatan FY27F–28F turut meningkat masing-masing menjadi IDR 10.25T dan IDR 11.42T, sementara laba bersih diperkirakan mencapaiIDR 2.11T dan IDR 2.30T.


FY26 Management Guidance Dipertahankan. Manajemen mempertahankan target pertumbuhan nilai penjualan FY26 sebesar 10–14% dan pertumbuhan volume 4–8%, tidak berubah dari revisi guidance pada 2Q26. Kami menilai strategi pricing masih menjadi katalis utama pertumbuhanpendapatan, sementara pemulihan volume penjualan dan stabilisasi biaya bahan baku akan menentukan keberlanjutan ekspansi margin ke depan.





♦ Maintain “Buy” Recommendation dengan Target Harga di Level IDR 430 / Lembar (Potential Upside +41.4%)

 

NHKSI Research tetap mempertahankan rekomendasi “BUY” untuk AVIA, dengan penyesuaian Target Price menjadi IDR 430/lembar, sebagai langkah mitigasi terhadap peningkatan risiko pasar domestik dan ketidakpastian terkait potensi reklasifikasi MSCI Indonesia. Valuasi tersebut mencerminkan 11.8x Forward PE FY26 (-1 STD Average Last 3 years). Penyesuaian valuasi ini lebih mencerminkan meningkatnya market risk premium dan potensi tekanan valuasi pasar saham Indonesia, dibandingkan perubahan negatif pada fundamental operasional AVIA. Secara fundamental, kami tetap mempertahankan pandangan positif mengingat posisi AVIA sebagai salah satu pemimpin industri cat domestik, pricing power yang kuat, diversifikasi portofolio produk, jaringan distribusi nasional yang luas,disiplin biaya operasional, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat. Kami menilai ketahanan profitabilitas dan prospek pertumbuhan earnings ke depan tetap menjadi landasan bagi rekomendasi positif, meskipun kondisi pasar berpotensi membatasi ekspansivaluasi dalam jangka pendek.


Downside Risks. Risiko utama mencakup depresiasi IDR dan eskalasi ketegangan geopolitik yang dapat meningkatkan biaya bahan baku, pelemahan daya beli dan volume penjualan, meningkatnya persaingan industri cat domestik, serta kenaikan ASP yang berpotensi memicudowntrading atau penundaan pembelian. Selain itu, ketidakpastian pasar akibat MSCI menyebabkan tekanan pasar saham domestik berpotensi menyebabkan valuasi AVIA tetap berada pada level diskon meskipun fundamental operasional relatif solid.





Download full dokumen DISINI


NH Korindo Sekuritas Indonesia Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)