XA Update Report | PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) – 1H26 | 2Q26: Pertumbuhan Kredit yang Masih Kuat Menopang Profitabilitas di Tengah Tekanan NIM dan Kenaikan Cost of Funds
By Leonardo Lijuwardi
13-August-2026
BBNI mencatatkan laba bersih 1H26 sebesar IDR 10.76T (+6.6% YoY), dengan 2Q26 sebesar IDR 5.10T (+8.1% YoY, -10.0% QoQ), setara dengan 52.1% dari estimasi FY26 kami sebesar IDR 20.66T. Kinerja tetap solid ditopang oleh pertumbuhan kredit yang kuat dan ekspansi non-interest income yang cukup membantu memitigasi pelemahan loan yield. Net Interest Income (NII) 1H26 tumbuh 14.2% YoY menjadi IDR 22.29T dan PPOP yang meningkat 14.5% YoY menjadi IDR 18.50T. Namun, tekanan margin mulai menjadi perhatian utama, dengan blended loan yield turun menjadi 6.9% pada 1H26 dari 7.3% pada 1H25, terutama akibat pelemahan yield pada segmen corporate dan middle. Di sisi funding, interest expense meningkat 5.0% QoQ menjadi IDR 8.37T pada 2Q26, seiring kenaikan cost of funds dan shifting funding mix menuju time deposit, sehingga membatasi pertumbuhan NII di tengah interest income yang masih tumbuh 3.3% QoQ. Sementara itu, OPEX meningkat 12.6% YoY menjadi IDR 15.54T dan provisioning naik 42.1% YoY menjadi IDR 5.38T pada 1H26, dengan credit cost meningkat menjadi 1.2% pada 2Q26 dari 1.1% pada 1Q26. Oleh karena itu, meskipun profitabilitas tinggi dan momentum kredit masih kuat, tekanan loan yield, biaya funding, dan beban provisioning menjadi faktor utama yang perlu dicermati ke depan.
🔹Lending Side: Pertumbuhan Kredit Kuat – Wholesale Tetap Menjadi Mesin Utama
•Pertumbuhan kredit tetap menjadi highlight utama BBNI. Kredit konsolidasian meningkat 24.4% YoY dan 5.4% QoQ menjadi IDR 968.5T pada 1H26, dengan pertumbuhan terutama berasal dari wholesale segment. Corporate tumbuh 24.5% YoY menjadi IDR 542.7T, sementara middle meningkat 62.0% YoY menjadi IDR 170.0T. Secara keseluruhan, business banking menyumbang sekitar 82% dari total kredit konsolidasian, menunjukkan bahwa ekspansi kredit BBNI masih sangat ditopang oleh segmen wholesale.
🔹Funding Side: Pergeseran Komposisi Funding – CASA Tertekan oleh Kenaikan Cost of Funds
• Pertumbuhan DPK tetap kuat secara YoY, tetapi mulai terjadi shifting dari CASA menuju time deposit. Total DPK mencapai IDR 1,100.2T pada 1H26 (+22.3% YoY), namun relatif flat QoQ. CASA turun 1.6% QoQ menjadi IDR 720.0T, terutama akibat current account yang turun4.1% QoQ menjadi IDR 428.6T. Sebaliknya, time deposit meningkat 3.0% QoQ dan 50.7% YoY menjadi IDR 380.2T, sehingga CASA ratio turun menjadi 65.4% dari 66.5% pada 1Q26 dan 72.0% pada 2Q25.
•Tekanan funding mulai terlihat pada 2Q26. Cost of Third Party (CoF) Funds meningkat menjadi 2.63% pada 2Q26 dari 2.49% pada 1Q26, sementara interest expense naik 5.0% QoQ menjadi IDR 8.37T. Dengan demikian, meskipun interest income masih tumbuh 3.3% QoQ menjadi IDR 19.63T, peningkatan funding cost mulai membatasi pass-through ke NII. Kondisi ini merupakan salah satu strategi dan antisipasi manajemen yang menurunkan NIM FY26 guidance menjadi 3.3–3.5%.
🔹 BBNI Asset Quality: Kualitas Aset Tetap Stabil, Namun Provisioning Lebih Konservatif
• Kualitas aset tetap relatif sehat. LAR membaik menjadi 8.1% pada 1H26 dari 11.0% pada 1H25, sementara NPL tetap stabil di 1.9%. LAR coverage meningkat menjadi 47.4%, memberikan buffer yang lebih kuat terhadap potensi downside asset quality. Namun, provisioning meningkatsejalan dengan pertumbuhan kredit dan pendekatan risk management yang lebih prudent. Provisioning charges meningkat 42.1% YoY menjadi IDR 5.38T pada 1H26, dengan 2Q26 mencapai IDR 2.96T (+22.6% QoQ). Credit cost naik menjadi 1.2% pada 2Q26 dari 1.1% pada 1Q26, tetapi masih berada dalam guidance FY26 sebesar 1.0–1.2%.
🔹 FY26 Outlook: NIM Guidance Diturunkan, Kredit & Credit Cost Tetap Dipertahankan
• Manajemen menurunkan NIM guidance FY26 menjadi 3.3–3.5% dari sebelumnya 3.5–3.8%, terutama untuk mencerminkan meningkatnya kompetisi funding dan dampak higher-rate environment terhadap cost of funds. Sementara itu, guidance loan growth 8–10% dan credit cost 1.0–1.2% tetap dipertahankan. Dengan realisasi kredit +24.4% YoY pada 1H26 dan credit cost 1.12%, BBNI telah berada jauh di atas target pertumbuhan kredit sekaligus masih dalam range risk appetite yang ditetapkan.
•Kami menaikkan estimasi FY26 net profit menjadi IDR 21.62T dari IDR 20.66T (+4.6%). Revisi juga mencakup interest income menjadi IDR 74.83T (+4.7%) dan NII menjadi IDR 42.69T (+3.8%). Meskipun NIM guidance diturunkan, kami melihat pertumbuhan kredit yang kuat, fee income yang resilient, serta core profitability yang tetap solid mampu mengimbangi sebagian tekanan margin. Dengan laba 1H26 sebesar IDR 10.76T, BBNI telah mencapai sekitar 49.8% dari estimasi FY26 baru kami.
🔹Rekomendasi “Overweight” dengan Level IDR 4,100 / Lembar (Potential Upside +14.5%)
• NHKSI Research memberikan rekomendasi “Overweight” dengan target harga IDR 4,100/lembar yang mengimplikasikan -1 STD Forward PBV Last 3 Years. Meskipun kami menurunkan ekspektasi NIM FY26 akibat tekanan loan yield dan funding cost, revisi lababersih FY26 tetap positif menjadi IDR 21.62T, didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat terutama pada corporate dan middle banking, fee-based income yang resilient, serta asset quality yang tetap terjaga. Katalis positif meliputi momentum pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, recovery loan yield/NIM yang lebih cepat dari ekspektasi, serta monetisasi hubungan wholesale yang semakin kuat melalui fee-based income. Adapun katalis penekan BBNI antara lain meliputi ketidakpastian makro dan politik, peningkatan kompetisi di industri perbankan, serta potensi kinerja kredit dan NIM yang di bawah ekspektasi.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

