XA Update Report | PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) – 1H26 | 2Q26: Pemulihan ARPU yang Berkelanjutan Mendorong Perbaikan Pendapatan

 

 

By Leonardo Lijuwardi

12-August-2026

 

TLKM membukukan kinerja 2Q26 yang cukup solid, dengan pendapatan tumbuh +6.4% YoY dan +4.0% QoQ menjadi IDR 38.69T dan laba bersih meningkat +27.5% YoY dan +44.5% menjadi IDR 6.28T, didukung oleh pemulihan monetisasi mobile Telkomsel. Secara basis tahunan per 1H, TLKM membukukan kenaikan laba sebesar +3.9% YoY menjadi IDR 75.88T di 1H26 dan kenaikan laba bersih menjadi +1.4% YoY menjadi IDR 10.62T di 1H26. ARPU recovery dari Telkomsel yang semakin kuat menjadi katalis utama, memperkuat pertumbuhan bisnis Data, Internet & IT Services serta mendorong pemulihan mobile revenue. Di sisi lain, IndiHome dan bisnis legacy masih menghadapi tekanan akibat persaingan fixed broadband (FBB) dan pergeseran trafik menuju OTT. Disiplin biaya yang semakin baik turut memperkuat operating leverage dan pemulihanmargin, sehingga proses market repair Telkomsel mulai memberikan dampak yang lebih nyata terhadap pendapatan dan laba. Dengan momentum pemulihan ARPU yang semakin solid dan kualitas pertumbuhan yang membaik, kami melihat 2Q26 sebagai indikasi awal dari siklus recovery earnings TLKM yang lebih sustainable. Mengacu pada pemulihan tersebut, kami menaikkan estimasi FY26F revenue sebesar 1.13% dan net profit sebesar 1.17%, sekaligus mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga IDR 3,700 / saham.

 

 

🔹Segmentasi Bisnis: Pemulihan ARPU Seluler Berlanjut Mendorong Segmen Data, Internet dan Jaringan, IndiHome Terkontraksi Sementara SMS, Fixed & Cellular Voice Terus Tertekan

 

• Pemulihan ARPU terus berlanjut di 2Q26 Mendorong Segmen Data, Internet & IT Services Lebih Kuat. ARPU recovery semakin kuat dan mulai mendorong pemulihan mobile revenue. Mobile ARPU meningkat menjadi IDR 46.0k pada 2Q26 (+2.0% QoQ; +9.0% YoY), melanjutkantren pemulihan dari IDR 41.3k pada 2Q25 dan IDR 45.1k pada 1Q26. Data yield juga meningkat +10.4% YoY menjadi IDR 3.11/MB, sementara data payload relatif stabil di 11,525 PB (+0.7% YoY). Kombinasi disiplin harga, produktivitas pelanggan, dan perilaku customer spending yang lebih sehat mulai menghasilkan monetisasi yang lebih baik tanpa mengorbankan engagement. Pendapatan Data, Internet & IT Services mencapai IDR 24.5T pada 2Q26 (+16.0% YoY; +3.8% QoQ), menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan konsolidasian. Secara 1H26, segmen ini tumbuh +11.2% YoY menjadi IDR 48.2T, didorong oleh pertumbuhan Telkomsel Digital Business, produktivitas pelanggan yang lebih baik, healthier monetization, serta realisasi yang lebih kuat dari basis pelanggan.

 

 

• IndiHome masih menghadapi tekanan kompetisi, tetapi mulai menunjukkan stabilisasi. Pendapatan IndiHome turun -3.4% YoY menjadi IDR 12.8T pada 1H26, terutama akibat persaingan yang semakin ketat dan kalibrasi strategi basis pelanggan yang lebih berkualitas. Namun, revenue segmen IndiHome pada 2Q26 meningkat +0.7% QoQ menjadi IDR 6.4T, sementara ARPU FBB meningkat +3.4% QoQ menjadi sekitar IDR 211k. Penetrasi konvergen juga meningkat menjadi 65% dari 59% pada 1Q26, menunjukkan bahwa optimalisasi customer mix mulaimemberikan hasil.

 

 

• Legacy services terus mengalami penurunan struktural seiring peralihan menuju OTT. Pendapatan interconnection turun -10.4% YoY menjadi IDR 4.44T pada 1H26, terutama akibat penurunan voice hubbing yang sejalan dengan perubahan perilaku konsumen menuju platform OTT. Sementara itu, pendapatan SMS, Fixed & Cellular Voice turun -29.0% YoY menjadi IDR 3.44T di 1H26, mencerminkan semakin rendahnya relevansi layanan voice dan SMS tradisional. Kami melihat tren ini sebagai structural headwind yang masih akan membatasi pertumbuhanTLKM pada segmen legacy.

 

 

🔹 Kinerja Operasional: Biaya Operasional Per Kuartalan Terkontrol dengan Relatif Disiplin Baik QoQ & YoY

 

 

• Opex mulai menunjukkan disiplin yang lebih kuat secara QoQ. Total biaya operasional pada 2Q26 tercatat sebesar IDR 27.49T, turun -2.7% QoQ dan hanya meningkat +0.9% YoY, menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan mulai memberikan operating leverage. O&M expense turun -6.5% QoQ menjadi IDR 10.4T, setelah tingginya revenue-linked ecosystem dan biaya connectivity pada 1Q26 yang mulai ternormalisasi. Secara basis 1H, biaya operasional mengalami peningkatan +3.8% YoY menjadi IDR 55.75T di 1H26 sejalan denganhigh-base effect dari 1Q26.

 

 

• Biaya segmen interconnection teroptimalisasi dan biaya personil karyawan membaik seiring workforce optimization. Beban karyawan turun menjadi IDR 3.7T (-8.4% QoQ; -5.7% YoY) di 2Q26, sejalan dengan keberlanjutan workforce optimization dan disiplinpengelolaan biaya karyawan. Secara 1H26, biaya personal karyawan turun -4.4% YoY menjadi IDR 7.7T. Adapun biaya lain yang berhasil diefisiensikan adalah segmen Interconnection yang turun -9.7% YoY menjadi IDR 3.79T di 1H26 (Quarterly basis: +8.4% QoQ & -7.6% YoY, 2Q26: IDR 1.97T).

 

 

• D&A mulai kembali normal setelah dampak penyesuaian akuntansi pada 1Q26. Beban D&A turun -2.2% QoQ menjadi IDR 8.5T pada 2Q26, mencerminkan moderasi dari dampak inkrimental depresiasi akibat perubahan estimasi useful life aset jaringan. Normalisasi pada hal tersebut turut membantu pemulihan margin pada periode 2Q26, dimana mendorong Operating Profit Margin Naik menjadi 29.0% di 2Q26 (1Q26: 24%, 2Q25: 25.1%).

 

 

 

🔹FY26 Outlook: Pemulihan Penguatan ARPU Menopang Revisi Pendapatan dan Laba

 

•Kami menaikkan estimasi FY26F revenue dan net profit. Dengan mempertimbangkan stronger-than-expected ARPU recovery dan dampak positif dari pencatatan 1Q26 yang sebelumnya telah memperhitungkan sejumlah penyesuaian dan dampak akuntansi, kami merevisiFY26F revenue menjadi IDR 150.2T (+1.13% from NHKSI Research Previous Forecast: IDR 148.6T) dan FY26F net profit menjadi IDR 22.1T (+1.17% from NHKSI Research Previous Forecast: IDR 21.9T). Berdasarkan estimasi terbaru, 1H26 telah mencapai 50.5% revenue dan 48.0% net profit dari FY26F kami.

 

 

Pemulihan Penguatan ARPU Mengarah Pada Perbaikan Pendapatan. Perbaikan ARPU Telkomsel yang semakin konsisten menjadi faktor utama di balik revisi estimasi kami. Mobile ARPU telah meningkat dari IDR 41.3k pada 2Q25 menjadi IDR 46.0k pada 2Q26, sementara data yield meningkat dari IDR 2.82/MB menjadi IDR 3.11/MB. Kami melihat perkembangan ini sebagai indikasi bahwa perbaikan pasar dan disiplin harga menghasilkan peningkatan struktural dalam kualitas pendapatan, bukan sekadar pemulihan volume. Management masih mempertahankan guidance FY26 untuk normalized revenue growth sebesar 1–3%, EBITDA margin >50%, dan capex-to-revenue ratio 17–19%. Hingga 1H26, pertumbuhan pendapatan telah mencapai 3.9%, EBITDA margin 49.4%, sementara capex-to-revenue ratio hanya 14.2%, memberikan ruang bagi TLKM untuk mempertahankan alokasi modal yang disiplin sembari terus memperkuat digital connectivity dan asset infrastruktur.

🔹Mempertahankan Rekomedasi “Buy” dengan Target Harga di IDR 3,700 / Lembar (Upside +42.9%)

 

 

• NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” untuk Telkom Indonesia (TLKM) dengan target harga di IDR 3,700/ lembar yang mencerminkan +1 STD FY26F Forward EV/EBITDA yang berada di 5.3x. Kami melihat penguatan dan pemulihan ARPU sebagai katalis utama bagi pemulihan laba dan pendapatan, sementara Opex yang disiplin, lower capex intensity, dan healthier cash flow memberikan tambahan support terhadap margin dan free cash flow. Di luar core earnings, proses unlocking value dari fiber, tower, dan data center assets tetap menjadi katalis strategis yang berpotensi mendorong rerating valuasi TLKM dalam jangka menengah.

 

 

• Dalam jangka pendek, kami melihat continued ARPU recovery, stronger mobile monetization, improving operating leverage, serta progress pada inisatif value-unlocking sebagai katalis utama. Risiko utama tetap berasal dari kompetisi yang lebih intensif di fixed broadband (FBB), penurunan struktural pada legacy voice/SMS, potensi kompetisi harga di segmen mobile, serta lemahnya daya beli masyarakat yang dapat membatasi sustainability dari pemulihan ARPU. Namun, dengan tren monetisasi mobile yang semakin kuat dan disiplin biayayang membaik sekaligus potensi unlocking value dari TLKM, kami melihat risk-reward TLKM semakin menarik memasuki 2H26.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id