XA Update Report | PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) – 2Q26: Performa Operasional Tetap Stabil – Biaya Keuangan yang Menurun Membantu Stabilitas Laba

 

 

By Leonardo Lijuwardi

04-August-2026

 

 

MTEL membukukan 1H26 revenue sebesar IDR 4.69T (+2.1% YoY), setara dengan 48.0% dari estimasi FY26F kami sebesar IDR 9.78T, sementara 2Q26 revenue mencapai IDR 2.40T (+2.7% YoY; +4.5% QoQ). Kinerja top-line tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil, sejalan dengan karakteristik bisnis tower yang semakin mature, sementara pertumbuhan fiber terus memberikan kontribusi positif terhadap topline perseroan. Dari sisi bottom-line, 1H26 net profit mencapai sekitar IDR 1.11T (+1.6% YoY), telah mencapai 51.3% dari estimasi FY26F kami sebesar IDR 2.17T. Secara kuartalan, pertumbuhan revenue pada 2Q26 menunjukkan perbaikan dibandingkan 1Q26, meskipun masih dalam kisaran moderat. Dari sisi margin, 2Q26 mengalami sedikit kontraksi terutama akibat kenaikan depreciation & amortization (D&A). Namun, kenaikan biaya operasional masih relatif terjaga dan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di sisi lain, penurunan finance cost pada 2Q26 membantu mempertahankan profitabilitas, sehingga tekanan dari kenaikan D&A masih dapat dikelola dengan baik.

 

 

 

🔹Segmentasi Pendapatan: Tower Tetap Stabil, Fiber Terus Menjadi Growth Engine

 

Pendapatan tower leasing mengalami pertumbuhan di 2Q26. Segmen tower leasing membukukan pendapatan +1.8% YoY dan +7.5% QoQ menjadi IDR 1.99T pada 2Q26 (2Q25: IDR 1.95T & 1Q26), secarah basis tahunan bertumbuh +0.9% YoY menjadi IDR 3.83T di 1H26 (1H25: IDR 3.80T) mencerminkan kinerja yang relatif stabil, didukung pemulihan kuat di 2Q26. Bisnis terkait tower tumbuh menjadi IDR 299B (+15.0% YoY). sementara tower reseller relatif flat di level IDR 250B (-0.4% YoY) per 1H26.

 

 

Pertumbuhan fiber optik terus terakselerasi. Segmen fiber optik terus mencatat pertumbuhan konsisten, dengan revenue IDR 157B pada 2Q26 (+6.8% YoY; +3.3% QoQ), meningkat dari IDR 147B pada 2Q25 dan IDR 152B pada 1Q26. Secara 1H26, pendapatan fiber tumbuh +7.7% YoY menjadi IDR 309B (1H25: IDR 287B). Tren pertumbuhan yang tetap positif secara QoQ menunjukkan ekspansi fiber mulai menjadi sumber pertumbuhan yang lebih recurring dan gradual bagi MTEL. Meski kontribusinya masih sebesar 6.6% dari total revenue 1H26 dan 6.5% pada 2Q26, fiber semakin strategis sebagai incremental growth driver untuk mengimbangi pertumbuhan tower leasing yang relatif stagnan.

 

 

Telkomsel tetap menjadi tenant operator terbesar. Telkomsel tetap menjadi kontributor utama pendapatan MTEL, dengan kontribusi 55.0% pada 1H26, relatif stabil dibandingkan 1H25. EXCL mencatat peningkatan kontribusi paling signifikan dari 13.7% menjadi 15.0% di 1H26, dengan revenue tumbuh +11.2% YoY menjadi IDR 703B, sejalan dengan stabilisasi pasca merger. Sementara itu, kontribusi ISAT turun menjadi 19.9% di 1H26 (1H25: 20.8%) sejalan dengan penguatan yang dialami EXCL.

 

 

 

🔹Kinerja Operasional: Margin Sedikit Tertekan oleh D&A, Finance Cost Menjadi Penopang

 

Margin Sedikit Tertekan, Namun Relatif Terkendali. Margin MTEL mengalami tekanan terutama akibat kenaikan D&A, dengan beban D&A meningkat +4.9% YoY menjadi IDR 1.85T pada 1H26 dan +4.9% YoY menjadi IDR 947B pada 2Q26. Hal ini tercermin pada EBITDA margin yang turun menjadi 82.9% pada 1H26 (1H25: 84.0%) dan 83.2% pada 2Q26 (2Q25: 84.9%), sementara GPM masing-masing turun menjadi 49.9% dan 50.4%. Di sisi biaya operasional, total opex meningkat +9.0% YoY menjadi IDR 802B pada 1H26, namun secara QoQ hanya naik +1.6% menjadi IDR 404B pada 2Q26, menunjukkan biaya operasional masih relatif terkendali secara sequential meski terdapat peningkatan biaya konstruksi & project management.

 

 

Penurunan Biaya Keuangan Membantu Menjaga Margin NPM. Penurunan biaya keuangan menjadi salah satu penopang utama profitabilitas dan margin, dengan finance cost turun 15.0% YoY menjadi IDR 483B pada 1H26 dan 10.2% YoY menjadi IDR 240B pada 2Q26. Secara QoQ, finance cost juga relatif stabil dengan penurunan 1.2%, sehingga memberikan bantalan terhadap tekanan pada operating profit. Alhasil, NPM hanya sedikit terkontraksi menjadi 23.7% pada 1H26 (1H25: 23.8%), sementara pada 2Q26 NPM mencapai 23.6%, menunjukkan bahwa lower financing burden membantu MTEL mempertahankan bottom-line di tengah tekanan margin operasional.

 

 

 

🔹MTEL Portfolio: Tenancy Ratio Tetap Stabil – Portfolio Luar Jawa Terus Meningkat

 

Dari sisi portfolio, tenancy ratio MTEL tetap stabil di 1.57x pada 2Q26, tidak berubah dari 1Q26, namun masih meningkat 2.8% YoY dari 1.53x pada 2Q25. Jumlah tower mencapai 40,563 unit (+2.0% YoY; +0.6% QoQ), sementara jumlah tenant meningkat menjadi 63,866 tenant (+4.9% YoY; +0.8% QoQ) dan co-location mencapai 23,303 unit (+10.3% YoY; +1.3% QoQ). Adapun dari sisi geografis, proporsi portfolio di luar Jawa terus meningkat, dengan sekitar 59% tower MTEL telah berada di luar Jawa, mencerminkan fokus ekspansi yang semakin mengarah ke wilayah dengan ruang pertumbuhan konektivitas yang lebih besar. Dengan kombinasi tenancy yang stabil dan eksposur luar Jawa yang semakin besar, MTEL tetap memiliki basis pendapatan recurring yang solid sekaligus ruang untuk menangkap pertumbuhan permintaan di luar Jawa.

 

 

 

🔹Mempertahankan Proyeksi FY26 Tanpa Perubahan

 

Mempertahankan Proyeksi untuk MTEL di FY26. Kami mempertahankan estimasi FY26F MTEL tanpa perubahan, dengan mempertimbangkan kinerja 1H26 yang masih sejalan dengan ekspektasi. Kami memperkirakan revenue FY26F sebesar IDR 9.78T (+2.6% YoY) dan net profit sebesar IDR 2.17T (+2.2% YoY), dengan pertumbuhan tower leasing yang relatif terbatas namun tetap didukung oleh pertumbuhan fiber dan disiplin pengelolaan biaya.Hingga 1H26, pencapaian MTEL telah mencapai 48.0% dari estimasi revenue FY26F dan 51.3% dari estimasi net profit FY26F NHKSI Research. Dengan pencapaian kinerja tersebut, kami menilai kinerja MTEL masih inline dengan ekspektasi FY26F, sehingga belum terdapat kebutuhan untuk melakukan revisi terhadap forecast kami.

 

 

 

🔹Rekomendasi “Buy” dengan Target Harga di IDR 640 / Lembar (+ 41.6% Upside Potential)

 

NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” dengan target harga yang sedikit lebih rendah di IDR 640/lembar. yang merefleksikan 9.0x Forward EV/EBITDA (rata-rata 3 tahun terakhir). Valuasi saat ini yang sudah mulai menyentuh sekitar -2 STD Forward EV/EBITDA last 3 years, dimana valuasi ini mulai memberikan bantalan yang atraktif mengingat karakter bisnis MTEL yang recurring dan defensive. Walaupun segmen tower rental memiliki pertumbuhan terbatas pasca konsolidasi operator seluler. MTEL masih memiliki peluang mencatat pertumbuhan di atas rata-rata industri melalui segmen fiber. Selain itu. neraca yang sehat dan leverage yang lebih rendah dibandingkan peers masih membuka peluang untuk melakukan ekspansi anorganik. Risiko bagi MTEL meliputi pertumbuhan tenancy yang lebih lemah serta pertumbuhan segmen fiber yang tidak sesuai ekspektasi.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id