Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup menguat pada Rabu meski perdagangan berlangsung fluktuatif. Sentimen positif datang dari data inflasi produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan serta penguatan hampir seluruh saham Magnificent Seven, yang mampu mengimbangi pelemahan saham semikonduktor dan ketegangan AS-Iran. Indeks S&P 500 naik 0,4% ke 7.571,01, NASDAQ Composite menguat 0,6% ke 26.269,23, dan Dow Jones bertambah 0,3% ke 52.658,52.

 

 

Data ekonomi menunjukkan inflasi produsen Juni melambat setelah sehari sebelumnya inflasi konsumen juga lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Investor juga mencermati awal musim laporan keuangan yang kuat sebagai penopang prospek pasar.

 

 

Di sektor teknologi, minat terhadap tema AI masih bertahan meski aksi ambil untung terus berlanjut akibat kekhawatiran tingginya belanja AI dan mahalnya harga chip memori. Saham IBM yang sebelumnya anjlok 25% tetap menjadi sorotan setelah perusahaan mengungkap pergeseran belanja TI pelanggan dari perangkat lunak ke infrastruktur pusat data. Sementara itu, ASML sempat melonjak hampir 8% usai merilis kinerja kuat, namun akhirnya ditutup melemah tipis.

 

 

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan AI berpotensi mendorong kenaikan harga chip dan memengaruhi inflasi dalam 12 bulan ke depan, meski dampaknya terhadap kebijakan moneter masih akan dievaluasi.

 

 

Data menunjukkan PPI AS turun 0,3% secara bulanan pada Juni, penurunan pertama sejak Agustus 2025, sementara core PPI naik 0,2%, keduanya lebih baik dari perkiraan. Secara tahunan, PPI naik 5,5% dan core PPI 4,7%, juga di bawah ekspektasi. Meski risiko inflasi kembali meningkat akibat konflik AS-Iran, data Juni memberi ruang bagi The Fed untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir bulan kini turun menjadi sekitar 10%.

 

 

 

 

• PASAR EROPA:Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada Rabu seiring investor mencermati kuatnya kinerja ASML yang mengimbangi sentimen negatif dari aksi jual saham teknologi di Wall Street setelah kejatuhan saham IBM. Indeks STOXX 600 naik tipis 0,1%. DAX Jerman turun 0,5%, CAC 40 Prancis menguat 0,2%, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,1%.

 

 

ASML, perusahaan teknologi terbesar di Eropa, naik 3,3% setelah membukukan penjualan bersih kuartal II di atas ekspektasi. Permintaan chip AI yang tetap kuat mendorong perusahaan menaikkan proyeksi kinerja tahun penuh, sehingga menopang sentimen sektor teknologi.

 

 

 

• PASAR ASIA:Bursa saham Asia mayoritas menguat pada Rabu setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, meski ketegangan di Timur Tengah membatasi penguatan.

 

 

Nikkei 225 Jepang naik 1% dan TOPIX menguat 0,5%. KOSPI Korea Selatan melonjak sekitar 7%, didorong reli saham semikonduktor. SK Hynix melesat hampir 13% setelah menguat di bursa AS, sementara Samsung Electronics naik sekitar 8% di tengah laporan peninjauan rencana pencatatan saham di AS.

 

 

Di China, Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,3%, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,5%. Data menunjukkan ekonomi China tumbuh 4,3% (YoY) pada kuartal II, melambat dari 5,0% pada kuartal I dan di bawah ekspektasi 4,5%. Produksi industri dan penjualan ritel Juni melampaui perkiraan, namun investasi aset tetap dan sektor properti masih menunjukkan pelemahan.

 

 

 

• KOMODITAS:Harga minyak naik sekitar 1% pada Rabu setelah AS meningkatkan serangan terhadap Iran dan muncul laporan bahwa Washington mempertimbangkan perluasan operasi militer, termasuk pengerahan pasukan darat di dekat Selat Hormuz. Eskalasi konflik ini kembali meningkatkan premi risiko geopolitik dan mendorong harga minyak melonjak hampir 13% sepanjang pekan.

 

 

Kontrak Brent pengiriman September naik 1% menjadi USD85,58 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus menguat 1,3% menjadi USD80,38 per barel.

 

 

Militer AS melancarkan dua gelombang serangan ke Iran pada Rabu dengan sasaran kapabilitas militer yang digunakan untuk mengancam pelayaran di Selat Hormuz. Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), Iran telah menyerang tujuh kapal komersial dalam sepekan terakhir yang mengakibatkan hampir selusin awak sipil tewas, hilang, atau terluka.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG pada perdagangan Rabu kemarin ditutup kembali masih menguji level support 6000 dan ditutup di level 6041.97.

 

 

Dari sisi teknikal, pandangan kami belum berubah. Area 6.000 masih menjadi level konfirmasi utama untuk mengembalikan momentum bullish. Selama IHSG belum mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguji area support di 5.300–5.400 apabila tekanan jual kembali meningkat. Sebaliknya, apabila IHSG berhasil menembus dan bertahan di atas 6.000, maka peluang penguatan menuju 6.100 hingga 6.240 akan kembali terbuka. Untuk hari ini, tetap pantau level 6000, apakah IHSG mampu bertahan atau tidak.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.