XA Update Report | PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) — 1Q26: Pertumbuhan Kredit Tetap Kuat dan Melampaui Ekspektasi – Tekanan NIM Mulai Muncul

 

 

By Leonardo Lijuwardi (Senior Analyst) 

4-May-2026

 

 

BBNI mencatatkan kinerja 1Q26 dengan laba bersih tumbuh menjadi IDR 5.66T (+5.2% YoY, +14.9% QoQ), setara dengan 27.4% dari estimasi FY26 kami (NHKSI Est FY26: IDR 20.66T). Net Interest Income (NII) mencatat pertumbuhan solid menjadi IDR 11.02T (+12.1% YoY, -0.5% QoQ), seiring ekspansi kredit yang kuat mampu mengimbangi tekanan pada yield pinjaman akibat tren industri dan lingkungan suku bunga yang lebih rendah. PPOP tumbuh menjadi IDR 9.32T (+12.2% YoY & -1.3% QoQ), didukung oleh ekspansi pendapatan non-bunga menjadi IDR 5.78T (+12.6% YoY). Namun, beban operasional meningkat menjadi IDR 7.48T pada 1Q26 (+12.4% YoY, -8.7% QoQ), didorong oleh frontloaded biaya karyawan (+15.3% YoY) dan biaya digitalisasi (+11.1% YoY). Guidance FY26 BBNI tetap tidak berubah dengan pertumbuhan opex hingga 7%. Dari sisi provisi, terjadi lonjakan +37.4% YoY menjadi IDR 2.42T akibat efek basis rendah (1Q25: IDR 1.76T; QoQ: 1Q26 IDR 2.42T vs 4Q25: IDR 1.42T). Net Interest Margin (NIM) tertekan ke 3.6% (1Q25: 3.9% | FY25: 3.9%) seiring penurunan blended loan yield ke 6.9% (1Q26) dari 7.4% (1Q25), mencerminkan tekanan struktural yang perlu dicermati ke depan.

 

 

 

🔹 Lending Side: Pertumbuhan Kredit Solid – Tambahan dari Program Kopdes & Agrinas

 

Penyaluran kredit tetap resilien. BBNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar +20.1% YoY dan +2.2% QoQ menjadi IDR 919.3T pada 1Q26 (1Q25: IDR 765.5T | 4Q25: IDR 899.5T), melampaui guidance manajemen. Setelah mengecualikan kredit khusus Agrinas, pertumbuhan kredit organik diperkirakan tetap solid sekitar +13% YoY, mencerminkan kembalinya kapasitas ekspansi pasca periode pengetatan likuiditas sebelumnya. Namun demikian, tekanan pada yield pinjaman yang turun ke 6.9% (1Q25: 7.4%) sejalan dengan tren suku bunga yang lebih rendah menjadi risiko terhadap NIM ke depan.

 

 

Segmen business banking tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, ditopang oleh segmen middle. Kredit korporasi tumbuh +23.5% YoY dan +1.5% QoQ menjadi IDR 525.9T, dengan kontribusi signifikan dari program Agrinas. Secara sektoral, infrastruktur, sumber daya alam, transportasi, pergudangan, dan komunikasi menjadi kontributor utama. Segmen middle tumbuh signifikan +37.9% YoY dan +8.1% QoQ menjadi IDR 142.4T, sehingga kedua segmen ini menyumbang lebih dari 70% total portofolio kredit.

 

 

Segmen konsumer tumbuh moderat +9.1% YoY dan +1.2% QoQ menjadi IDR 158T, sementara segmen kecil tumbuh terbatas menjadi IDR 75.3T (+1.0% YoY, +0.2% QoQ) akibat penurunan KUR (-17.4% YoY), yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan SME non-KUR (+14.0% YoY).

 

 

 

🔹 Funding Side: Likuiditas MenguatRasio CASA Tertekan oleh Penguatan Struktur Deposito

 

Dana pihak ketiga tetap tumbuh kuat secara kuartalan. CASA BBNI meningkat menjadi IDR 731.6T (+26.6% YoY, +0.8% QoQ), didorong oleh pertumbuhan giro menjadi IDR 446.9T (+39.7% YoY, +1.7% QoQ), sementara tabungan tumbuh lebih moderat menjadi IDR 284.7T (+10.4% YoY, -0.6% QoQ). Total DPK meningkat +34.3% YoY dengan deposito berjangka melonjak +52.6% YoY dan +17.2% QoQ menjadi IDR 369.0T, sehingga rasio CASA turun ke 66.5% (-4% YoY, -3.2% QoQ).

 

 

Cost of deposits tetap stabil di level 2.49% (-26 bps YoY, +3 bps QoQ). Inisiatif digital melalui Wondr dan BNIdirect menunjukkan pertumbuhan pengguna masing-masing +28% YoY, dengan ~90% saldo giro wholesale dan 77% tabungan ritel berasal dari pengguna aplikasi mobile, mencerminkan kemampuan BBNI dalam mengakuisisi dana murah secara berkelanjutan meskipun rasio CASA tertekan dalam jangka pendek.

 

 

🔹 BBNI Asset Quality: Kualitas Aset Tetap Stabil

 

Kualitas aset relatif stabil. NPL membaik ke 1.9% (1Q25: 2.0%) dan LAR turun ke 8.65% (1Q25: 10.89%, 4Q25: 8.6%), dengan kondisi QoQ relatif stabil. Dari sisi coverage, LAR coverage stabil di 45.9%, sementara NPL coverage turun ke 204.7% (-58.4% YoY, -0.8% QoQ). Credit cost tetap terjaga di 1.1% (1Q25: 0.9% | 4Q25: 1.5%).

 

 

 

🔹 FY26 Outlook: Guidance Tidak Berubah, Perlu Cermati Kondisi Makro

 

Guidance FY26 tetap dipertahankan. Manajemen menargetkan pertumbuhan kredit 8–10% (realisasi 1Q26: +20.1%), NIM 3.5–3.8% (1Q26: 3.6%), dan credit cost 1–1.2% (1Q26: 1.1%). Namun, kondisi makroekonomi tetap perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi kinerja ke depan. Hingga 1Q26, laba bersih BBNI telah mencapai 27.4% dari estimasi FY26 kami (IDR 20.66T), dan kami mempertahankan proyeksi tersebut.

 

 

 

🔹 Recommendation “Buy” at Level IDR 4,400 / Share (Potential Upside +18.3%)

 

NHKSI Research memberikan rekomendasi “Buy” dengan target harga yang lebih rendah di IDR 4,400 / lembar, yang mengimplikasikan Forward 26F P/BV sebesar 0.9x (-1 STD dari rata-rata historis 3 tahun). Katalis potensial yang menjustifikasi BBNI antara lain meliputi pemulihan operasional yang lebih kuat, momentum pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, serta potensi NIM yang lebih baik dari ekspektasi saat ini. Adapun katalis penekan BBNI antara lain meliputi ketidakpastian makro dan politik, peningkatan kompetisi di industri perbankan, serta potensi kinerja kredit dan NIM yang di bawah ekspektasi.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

 

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id