Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Saham AS ditutup menguat pada Rabu, didorong data pasar tenaga kerja dan sektor jasa yang solid, meski sentimen sempat tertekan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. S&P 500 naik 0,8%, NASDAQ Composite menguat 1,3%, dan Dow Jones bertambah 0,5%.

 

 

Konflik Timur Tengah memasuki hari kelima. Militer AS menyebut pertahanan udara Iran melemah, angkatan lautnya lumpuh, dan ribuan target telah diserang. Israel terus menyerang Hezbollah di Lebanon, sementara Iran membalas dengan rudal dan drone ke negara-negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan AS. NATO juga untuk pertama kalinya mencegat rudal Iran yang mengarah ke wilayah udara Turki.

 

 

Meski sempat muncul laporan bahwa Iran membuka peluang pembicaraan damai, kabar itu dibantah. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi di Iran diperkirakan berlangsung 4–5 minggu, sementara Menhan AS menyatakan operasi “baru saja dimulai.”

 

 

Dari sisi data, payroll swasta AS melonjak 63 ribu pada Februari (di atas ekspektasi 50 ribu), menjadi kenaikan terbaik sejak Juli lalu. Fokus pasar kini tertuju pada data tenaga kerja lanjutan hingga laporan nonfarm payrolls.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa Eropa menguat setelah sebelumnya tertekan, seiring meningkatnya harapan konflik Timur Tengah akan segera mereda. Indeks DAX Jerman naik 1,8%, CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing menguat 0,8%.

 

 

PMI jasa zona euro naik tipis ke 51,9, sementara tingkat pengangguran turun ke 6,1%. Namun, data ini diperkirakan tidak banyak memengaruhi kebijakan ECB, terutama setelah inflasi zona euro melonjak di luar perkiraan.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Saham Asia anjlok tajam, dipimpin Korea Selatan yang turun 11% akibat kekhawatiran konflik AS–Iran dan dampaknya terhadap inflasi. Penurunan juga dipicu aksi ambil untung setelah reli kuat awal tahun.

 

 

Saham China melemah setelah data PMI menunjukkan ekonomi yang belum solid. Indeks utama China turun lebih dari 1%, sementara Hang Seng Hong Kong jatuh hampir 3% akibat tekanan pada saham teknologi. Data resmi menunjukkan kontraksi berlanjut di sektor manufaktur dan jasa, dengan konsumsi domestik masih lemah.

 

 

 

• MINYAK : Harga minyak naik tipis di tengah perdagangan yang fluktuatif. Brent menguat ke USD 81,68 per barel dan WTI ke USD 75,07 per barel. Keduanya telah melonjak tajam pekan ini, dengan Brent menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024, didorong kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah.

 

 

 

• KRISIS KAPAL & PELAYARAN : Konflik AS–Iran meluas setelah serangan AS menghantam kapal perang Iran, memperparah krisis pelayaran di Selat Hormuz yang sudah berlangsung lima hari. Jalur vital ini—yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia—praktis tersendat.

 

 

Sekitar 200 kapal tanker dan kargo tertahan di perairan Teluk, sementara ratusan lainnya tidak bisa memasuki pelabuhan. AS berjanji memberi pengawalan laut dan asuransi untuk kapal energi guna menahan lonjakan harga. Sejak konflik dimulai, sedikitnya delapan kapal dilaporkan terdampak serangan.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup kembali terkoreksi dibawah angka psikologis dimana turun sejauh -4.57%* menjadi 7577.1. Pasar mengalami penurunan sejalan dengan bursa global yang mengkhawatirkan eskalasi US & Israel terhada Iran. Terlepas hari ini berpeluang untuk rebound, lakukan hedging dan tetap berpegang pada saham sektor komoditas yang akan menjadi tema trading sepanjang tahun ini seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Pasca minyak dan gas berhasil breakout, harga batubara juga sudah mulai breakout dimana nampaknya hari ini bisa memberikan peluang untuk kenaikan saham batubara. Jangan lupakan berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop  terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

 

Unduh Laporan lengkapnya DISINI.