XA Update Report | PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) – Resilien Menghadapi Tekanan – FY26 Menjaga Stabilitas dengan Pendekatan Lebih Konservatif
By Leonardo Lijuwardi (Senior Research Analyst)
05-Mar-2026
BMRI membukukan laba bersih 4Q25 sebesar IDR 18.6T (+34.9% YoY & +39.8% QoQ) dengan total akumulasi laba bersih FY25 naik 0.92% YoY menjadi IDR 56.3T. Net Interest Margin (NIM) BMRI per FY25 tekontraksi ke level 4.89% (FY24: 5.15% & Quarterly Basis: 4Q24: 5.2%, 3Q25: 4.8% & 4Q25: 4.9%). Performa net profit BMRI didukung dari Net Interest Income (NII) yang tumbuh sebesar 4.4% YoY menjadi IDR 106.2T per FY25 (FY24: IDR 101.8T & Quarterly Basis: +8.0% QoQ & +2.9% YoY | 4Q24: IDR 27.2T, 3Q25: IDR 25.9T & 4Q25: IDR 27.9T) dan pertumbuhan Non Interest Income tumbuh di level +14.5% YoY menjadi IDR 48.47T di FY25 (FY24: IDR 42.3T & Quarterly Basis: +23.6% QoQ & +32.0% YoY | 4Q24: IDR 11.53T, 3Q25: IDR 12.31T & 4Q25: IDR 15.22T) dimana pertumbuhan Non-Interest Income banyak didukug oleh pendapatan recurring fee yang solid, baik dari digital maupun non-digital. Beban operasional BMRI naik+15.2% YoY menjadi IDR 67.6T di FY25 (FY24: IDR 58.6T & Quarterly Basis: +2.48% QoQ & -5.8% YoY | 4Q24: IDR 18.77T, 3Q25: IDR 17.25T & 4Q25: IDR 17.68T). PPOP (Pre-Provision Operating Profit) turun -0.39% YoY menjadi IDR 87.64T (FY24: IDR 87.98T & Quarterly Basis: +21.6% QoQ & +21.8% YoY | 4Q24: IDR 21.13T, 3Q25: IDR 21.17T & 4Q25: IDR 25.74T).
🔹 Estimasi Kinerja FY26: Kredit dan NIM yang Termoderasi Sejalan dengan Melandainya Suku Bunga
• FY26 Guidance – Ekspektasi Kredit Ternormalisasi dengan Pelemahan NIM. Manajemen mengindikasikan NIM di FY26 di level 4.6% – 4.8% dimana angka tersebut lebih moderat dibandingkan pada FY25 (4.8% – 5.0%). Penurunan NIM tersebut sejalan dengan penurunan suku bunga acuan serta penyaluran kredit BMRI yang diestimasikan pada FY26 ditargetkan di 7% – 9% dimana nampak lebih konservatif, serta menargetkan LDR (Loan to Deposit Ratio) tetap berada di bawah 95% (FY25: 8% – 10%). Sejalan dengan Guidance tersebut, kami mengekspektasikan pertumbuhan penyaluran kredit di level +7.1% di FY26, dengan LDR tetap terjaga sesuai guidance serta laba bersih bertumbuh di level +4.6% YoY menjadi IDR 58.9T di FY26.
🔹 Sisi Lending: Penyaluran Kredit di FY25 Melampaui Batas Atas Guidance Manajemen
• Penyaluran Kredit BMRI tumbuh sebesar +13.4% YoY dan +7.4% QoQ menjadi IDR 1,895T di FY25 (FY24: IDR 1,671T | 9M25: IDR 1,764T), dimana hasil tersebut melampaui batas atas dari guidance manajemen di FY25 sebesar 8% – 10%.
• Kredit Korporasi Tetap Menjadi Pemimpin. Pertumbuhan penyaluran kredit BMRI sebagian besar disumbang oleh business banking, yakni segmen korporasi yang bertumbuh +23.1% YoY & +14.6% QoQ menjadi IDR 764T di FY25 (FY24: IDR 620T | 9M25: IDR 667T) dan segmen komersial bertumbuh +12.1% YoY & +4.3% QoQ menjadi IDR 328T di FY25 (FY24: IDR 293T | 9M25: IDR 315T). Segmen usaha kecil (UMKM/SME) mengalami penurunan -2.09% YoY & +1.3% QoQ menjadi IDR 85T di FY25 (FY24: IDR 87T | 9M25: IDR 84T).
• Kredit Konsumer yang Cenderung Bertumbuh Flat Sepanjang FY25. Adapun segmen personal banking / kredit consumer hanya tumbuh stagnan +1.3% YoY dan +1.6% QoQ, menjadi IDR 124T di FY25 (FY24: IDR 122T | 9M25: IDR 123T). Pertumbuhan kredit di segmen consumer yang melemah ini sejalan dengan tren konsumsi yang melemah berimplikasi pada permintaan yang melemah serta cukup lesu serta proses underwriting yang lebih ketat dan selektif. Terlepas ada perlambatan, manajemen mengestimasikan untuk FY26 segmen konsumer akan terjadi pemulihan dan peningkatan.
🔹 Sisi Funding: Penguatan Likuiditas Sepanjang FY25 dengan Tren CoF dan LDR yang Melandai
• Peningkatan Volume Likuiditas. Nada positif juga ditunjukkan oleh sisi funding dan likuiditas, dimana BMRI masih tetap membangun pertumbuhan DPK yang kuat. DPK tumbuh sebesar +23.9% YoY dan +11.8% QoQ menjadi IDR 2,106T di FY25 (FY24: IDR 1,699T | 9M25: IDR 1,884T). Dari segi CASA di FY25, BMRI mencetak pertumbuhan sebesar +12.6% YoY & +9.69% QoQ menjadi IDR 1,431T (FY24: IDR 1,271T | 9M25: IDR 1,304T), dengan Deposito Berjangka naik tinggi sebesar +57.7% YoY & +16.4% QoQ menjadi IDR 674.4T di FY25 (FY24: IDR 579T) yang menyebabkan CASA ratio BMRI turun menjadi 68% di periode FY25 (FY24: 74.8%).
• Tren Penurunan CoF Cukup Membantu Mengimbangi Penurunan Yield Kredit. Sejalan dengan meningkatnya volume deposito berjangka secara QoQ, CoF (Cost of Fund) BMRI (Bank only) juga mengalami kenaikan ke level 2.33% di FY25 (FY24: 2.16%). Secara QoQ basis, CoF (Bank only) mengalami penurunan dimana 4Q25 CoF berada di level 2.15%, turun dari 3Q25 di level 2.31%. Penurunan CoF ini sebagian besar disumbang khususnya pada penurunan CoF dari Deposito Berjangka dan Current Acount yang turun masing-masing -36 Bps dan -40 Bps QoQ. Terlepas tren CoF yang mulai sedikit melandai tersebut cukup membantu mengimbangi penurunan yield kredit yang turun imbas dari penurunan suku bunga acuan serta berimplikasi pada NIM yang cukup stabil.
🔹 Kualitas Aset BMRI: Aset Yang Tetap Berkualitas Sehat dan Stabil
• Kualitas Aset Tetap Terjaga Baik. Level NPL (Non-Performing Loan) masih cukup aman berada di zona 1.13% di FY25 (FY24: 1.12% | 9M25: 1.19%), dengan coverage tetap kuat di level 231%. Level dari LAR (Loan at Risk) mengalami penurunan ke level 6.51% di FY25 (FY24: 6.76% | 9M25: 6.48%).
• Biaya provisi turun pada 4Q25 dan FY25. Biaya provisi turun -72.8% QoQ & -63.8% YoY menjadi IDR 867B di 4Q25, dan secara basis tahunan membukukan penurunan provisi sebesar -5.01% YoY menjadi IDR 11.33T di FY25 (FY24: IDR 11.93T). Adapun untuk saat ini, Level CoC BMRI berada di 0.58% di FY25, berada di rentang bawah guidance manajemen. Manajemen menargetkan CoC berada di level 0.6% – 0.8% untuk FY26 bersamaan dengan normalisasi biaya provisi yang nampaknya ditunjang dengan LAR yang diekspektasikan akan mulai stabil di FY26.
🔹 Rekomendasi “Overweight” di Level IDR 5,600 (Potensi Upside +12.5%)
• NHKSI Research merekomendasikan “Overweight” untuk BMRI dengan menurunkan TP di level IDR 5,600, yang mencerminkan Forward 26F P/BV sebesar 1.45x (-1 STD Average Last 3 Years). Katalis positif yang bisa menjustifikasi BMRI adalah pertumbuhan penyaluran loan dan angka profitabilitas seperti NIM dsb. yang lebih ekspansif. Terlepas NIM akan terkontraksi sejalan dengan suku bunga yang mulai melandai, performa operasional terutama didukung dari pertumbuhan bisnis dari non bunga diharapkan lebih mendongkrak performa BMRI. Adapun yang menjadi risiko untuk rekomendasi ini adalah kondisi situasi makro dan politik yang kurang pasti dan stabil, persaingan nbisnis di industri bank yang semakin kompetitif, ekspetasi pertumbuhan penyaluran kredit dan NIM yang terkontraksi kurang sesuai harapan.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

