XA Update Report | PT Avia Avian Tbk. (AVIA) – A Sky Full of Colors: Momentum Breakout Volume AVIA di FY25
By Leonardo Lijuwardi (Senior Research Analyst)
03-Mar-2026
AVIA menutup FY25 dengan kinerja solid, mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar +4.85% YoY menjadi IDR 1.74T didorong oleh kuatnya volume penjualan (FY24: IDR 1.66T | Basis kuartalan: +36.7% QoQ & +10.4% YoY, 4Q25: IDR 556B, 3Q25: IDR 407B, 4Q24: IDR 503B) serta melampaui estimasi kami (102% dari Estimasi NHKSI untuk FY25). Pertumbuhan penjualan AVIA terus meningkat sebesar +8.7% YoY menjadi IDR 8.12T pada FY25 (FY24: IDR 7.47T | Basis kuartalan: +7.5% QoQ & +6.3% YoY, 4Q25: IDR 2.07T, 3Q25: IDR 2.04T), sejalan dengan guidance manajemen. Meskipun ASP pada 4Q25 mengalami sedikit penurunan, pertumbuhan volume yang kuat berhasil mendorong kinerja laba AVIA, dengan NPM meningkat menjadi 25.3% (vs 3Q25: 19.9% dan 4Q24: 24.4%). Di tengah permintaan yang menantang dan kompetisi yang ketat di sektor bahan bangunan, AVIA tetap menunjukkan resiliensi di industri cat & pelapis. Kami mempertahankan Rekomendasi “Buy” untuk AVIA dengan target harga tetap di IDR 560/saham (Rata-rata 3 Tahun Terakhir – Standar Deviasi PE) yang mengimplikasikan potensi kenaikan sebesar +31.5%.
🔹 Performa 4Q25 & FY25: Terdorong Oleh Penguatan Pertumbuhan Volume Penjualan
• Pertumbuhan Kuat Volume Penjualan Cat dan Pelapis pada 4Q25. Segmen arsitektural tetap menjadi kontributor utama, meningkat sebesar +5.0% YoY menjadi IDR 1.68T pada 4Q25 (4Q24: IDR 1.6T | Secara kuartalan: +8.3% QoQ & +5.0% YoY, 3Q25: IDR 1.55T), sementara trading goods tercatat sebesar IDR 515B (+4.9% QoQ, +10.5% YoY), sehingga mendorong total pendapatan 4Q25 menjadi IDR 2.2T (+6.3% YoY). Kinerja pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan volume penjualan pada segmen arsitektural sebesar 50,425 MT (+9.5% QoQ, +5.9% YoY), seiring dengan positioning yang solid dan kenaikan pangsa pasar sebesar 2% (berdasarkan estimasi manajemen). Secara kumulatif, volume penjualan FY25 mencapai 184,785 MT (+7.42% YoY), sejalan dengan panduan manajemen (Guidance manajemen AVIA untuk pertumbuhan volume: +7-9%).
• Trading goods tetap solid, namun margin masih tertekan. Segmen trading goods membukukan penjualan sebesar IDR 1.83T pada FY25 (FY24: IDR 1.62T | Secara kuartalan: +10.5% YoY; +4.9% QoQ, 4Q24: IDR 466B, 3Q25: IDR 491B & 4Q25: IDR 515B), berkontribusi sebesar 22.5% terhadap total penjualan. Namun demikian, tekanan margin masih berlanjut, dengan gross margin turun menjadi 17.6% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 18.4%, 2Q25: 21%) dan 18% pada FY25 (FY24: 21%). Meski demikian, kontribusi trading goods tetap terjaga di kisaran ~20% terhadap total penjualan, sehingga membantu meredam tekanan terhadap margin secara keseluruhan.
🔹 Manajemen Biaya yang Solid Menopang Margin
• Manajemen biaya AVIA secara efektif mampu menjaga margin secara keseluruhan. Di tengah promosi yang berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan volume penjualan, AVIA berhasil mempertahankan efisiensi biaya, dengan beban penjualan & pemasaran menurun menjadi 17% pada FY25 (vs FY24: 17.6%). Segmen arsitektural mencatatkan perbaikan gross margin pada 4Q25 sebesar 56% dan 52% pada FY25 (3Q25: 50.2%, 4Q24: 52.3%, FY24: 51.2%) dengan biaya keseluruhan yang tetap terjaga pada level stabil. Di tengah depresiasi USD/IDR yang menekan biaya produksi, AVIA menerapkan dua kali kenaikan harga untuk menopang margin, sehingga margin FY25 tetap stabil.
🔹 Estimasi Kinerja FY26 – Tetap Optimistis
• Pabrik ketiga di Cirebon mulai beroperasi pada 1H26F. Manajemen mencatat bahwa pada tahun pertama, kapasitas produksi awal diperkirakan sekitar ~100k MT/tahun, dengan peningkatan bertahap dan tingkat utilisasi dijaga pada 65%–70%. Selain itu, pabrik Cirebon telah menyerap 66% dari total alokasi capex. Kami memperkirakan pabrik ini akan mendukung perluasan cakupan wilayah Jawa Barat serta meningkatkan produksi produk berbasis air AVIA.
• Guidance untuk FY26 yang bernada stabil dengan tetap optimistis. Manajemen menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6%-10% dengan pertumbuhan volume penjualan +4%-8%. Kami mengestimasi penjualan AVIA pada FY26 mencapai IDR 8.77T (+7.9% YoY) dan laba bersih FY26 sebesar IDR 1.79T (+2.9%).
🔹 Mempertahankan Rekomendasi “Buy” di Level IDR 560 / Lembar (Potential Upside +31.5%)
• NHKSI Research mempertahankan rekomendasi “Buy” untuk AVIA dengan target harga tidak berubah di IDR 560/Saham, yang mengimplikasikan 18.1x Forward-PE 2026 (Rata-rata 3 Tahun Terakhir). Di tengah perlambatan ekonomi, khususnya kontraksi daya beli, serta sektor bahan bangunan yang masih lesu dan lemah, kinerja AVIA tetap cukup resilien, tercermin dari peningkatan pangsa pasar dan volume penjualan, struktur biaya yang terkontrol dan efisien, neraca yang kuat serta ekspansi jaringan distribusi, sehingga memberikan fondasi yang solid bagi peningkatan profitabilitas ke depan. Valuasi AVIA masih cukup menarik mengingat posisinya sebagai pemimpin pasar di industri cat dan pelapis Indonesia serta diperdagangkan pada level diskon dibandingkan pemain global sejenis.
• Risiko bagi AVIA meliputi depresiasi Rupiah yang berpotensi meningkatkan harga beberapa bahan baku; daya beli masyarakat yang masih lemah; tingginya tingkat persaingan di industri cat dan pelapis khususnya pada segmen cat tembok; serta kondisi makroekonomi yang belum sepenuhnya kondusif.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.
NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id

