-GOVERNMENT BONDS-
Volatilitas jangka pendek, investor minati FR0083. Investor masih merespon negatif ketidakpastian berakhirnya pandemi di Indonesia, seiring kenaikan kasus positif hingga mencetak rekor tertinggi kembali. Sebelumnya, pelaku pasar juga mencermati pemulihan ekonomi yang belum sempurna. Investor mencari alternatif yang memberikan yield atraktif, melakukan aksi beli selektif SUN tenor panjang. Yield FR0083 bertahan di level 7,41%, di tengah SUN benchmark lainnya yang mencatatkan kenaikan yield. Sementara itu, yield FR0082 tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara mencatatkan yield di level 6,86%. Di sisi lain, tenor pendek FR0081 mencatatkan kenaikan yield tertinggi lebih dari 3 bps ke level 5,60%. Sebagai catatan, kasus terjangkit Covid-19 kian di Indonesia terus bertambah. Tercatat jumlah kasus positif naik menjadi 257.388 kasus, naik 4.465 kasus. Kenaikan ini merupakan rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.

-CORPORATE BONDS-
Hanya Empat Bank yang Menerbitkan Surat Utang. Mengutip catatan KSEI, sepanjang 3Q20 hanya ada empat bank yang melakukan penerbitan. Bahkan pada September belum ada sama sekali bank yang menerbitkan surat utang. Keempat bank tersebut adalah MUFG Bank yang menerbitkan Negotiable Certificate Deposit (NCD) senilai IDR 720 miliar pada Juli. Kemudian pada Agustus ada Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerbitkan obligasi IDR 1 triliun, obligasi Bank Commonwealth Indonesia IDR 1 triliun, dan NCD Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) IDR 880 miliar. Presiden Direktur Bank Maybank Taswin Zakaria menjelaskan penerbitan NCD oleh perseroan sejatinya bukan dilakukan lantaran likuiditas yang ketat. Sebaliknya, likuiditas perseroan malah sangat longgar kini. Penerbitan NCD senilai Rp 880 miliar disebut Taswin karena jadwal penerbitan yang akan segera jatuh tempo. Adapun NCD tersebut ditawarkan dengan tiga seri masing-masing Seri A IDR 350 miliar dengan tenor 6 bulan berkupon 5%, Seri B IDR 50 miliar tenor 9 bulan dan kupon 5,06%, serta Seri C IDR 480 miliar tenor 12 bulan dan kupon 5,12%. (Kontan)

-MACROECONOMY-
Penerimaan Cukai Bertumbuh di Tengah Pandemi. Penerimaan cukai sampai akhir Agustus 2020 mencapai IDR 97,71 triliun atau 56,74% dari targetnya. Penerimaan cukai yang terdiri atas cukai Hasil Tembakau (HT), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan Etil Alkohol (EA), tumbuh sebesar 4,93% dibandingkan bulan Agustus tahun 2019. Dilihat dari level pertumbuhan kumulatifnya, pertumbuhan cukai atas EA menjadi yang tertinggi yaitu 140,43% YoY. Meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Menteri Keuangan mengatakan, peningkatan penerimaan cukai EA didorong oleh naiknya permintaan untuk digunakan dalam pembuatan produk handsanitizer. Meskipun angkanya sangat kecil hanya IDR 200 miliar. Kemudian, penerimaan cukai MMEA sepanjang tahun ini sebesar IDR 3,09 triliun atau melambat 23,21% YoY dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Perlambatan pertumbuhan produksi MMEA dalam negeri disebabkan penurunan produksi yang terjadi sejak 2Q20, akibat kondisi pandemi yang memukul sektor pariwisata nasional. (Kontan)

-RECOMMENDATION-
Sentimen Eksternal Masih Menekan Rupiah. Data penjualan rumah AS periode Agustus lebih baik dari bulan sebelumnya. Penjualan rumah periode Agustus mencapai 6 juta, atau level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Selain itu, indeks PMI sektor manufaktur AS periode September mencapai 53,5. Angka ini lebih baik dari ekspektasi pasar yang hanya sebesar 52,5 dan juga lebih baik dari realisasi Agustus yang sebesar 53,1. Sementara itu, sentimen domestik isu resesi masih memberikan tekanan kepada rupiah. Kemarin, rupiah ditutup melemah 0,2% ke level IDR 14.815/USD di pasar spot. Sedangkan, kurs tengah BI melemah 0,35% ke level IDR 14.835/USD. Dalam jangka pendek, investor dapat memanfaatkan momentum pergerakan FR0087 dan FR0083.

-REVIEW (Sept. 23, 2020)-
-PRICE OF BENCHMARK SERIES-
FR0081 (5yr): +3.5 Bps to 103.67 (5.60%)
FR0082 (10yr): -0.9 Bps to 100.98 (6.86%)
FR0080 (15yr): +0.3 Bps to 100.94 (7.39%)
FR0083 (20yr): +0.0 Bps to 100.84 (7.41%)

FR0086 (6yr): +3.2 Bps to 99.68 (5.56%)
FR0087 (11yr): -4.3 Bps to 97.98 (6.77%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0.005 point to 0.14%
UST 5yr: +0.005 point to 0.27%
UST 10yr: +0.001 point to 0.67%
UST 30yr: -0.006 point to 1.41%
German Bund 10yr: +0.000 point to -0.50%
UK Gilt 10yr: +0.015 point to 0.21%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: +0.95% to 48.11
CDS 5yr: -0.51% to 109.95
CDS 10yr: +0.73% to 173.51

-CRUDE OIL PRICES-
WTI: +0.32% to USD39.93/Barrel
BRENT: +0.11% to USD41.77/Barrel
Source: Bloomberg