Today’s Outlook:
• PASAR AS : Pada penutupan NYSE, Dow Jones Industrial Average naik 269 poin atau 0,6%, sementara S&P 500 turun tipis 0,02% dan NASDAQ Composite melemah 0,4%. S&P 500 ditutup relatif datar dalam perdagangan yang cenderung tanpa arah, seiring reli saham chip mulai kehilangan momentum. Meski begitu, penguatan di sektor siklikal, terutama saham konsumen dan energi, membantu menahan pelemahan pasar secara keseluruhan, menjelang rilis laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang krusial.
Saham teknologi mengambil jeda pada Kamis, dengan saham chip memori melanjutkan pelemahan setelah awal tahun yang sangat kuat. Western Digital, SanDisk, Seagate, dan Micron mencatat penurunan tajam, menekan sektor semikonduktor yang sebelumnya sudah terbebani oleh penurunan sekitar 2% pada saham Nvidia. Di sisi lain, saham sektor konsumen membantu mengimbangi tekanan pasar, dengan Amazon dan Costco menguat. Saham Costco bahkan melanjutkan reli setelah perusahaan melaporkan lonjakan penjualan Desember dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
• PASAR EROPA :Saham Eropa bergerak mixed pada Kamis, di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik yang membebani sentimen pasar. Tekanan muncul setelah ancaman Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland, menyusul penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Indeks DAX Jerman ditutup datar, CAC 40 Prancis naik tipis 0,1%, sementara FTSE 100 Inggris bergerak sedikit di bawah level datar.
Investor Eropa berada dalam mode waspada tinggi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengakuisisi Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark. Aksi militer AS di Venezuela pada akhir pekan lalu—yang berujung pada penangkapan dan pemindahan Presiden Nicolas Maduro ke AS—kembali memicu kekhawatiran di Eropa bahwa Greenland bisa menjadi target berikutnya.Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Rabu bahwa ia akan bertemu dengan pejabat Denmark pekan depan. Rubio menegaskan bahwa setiap presiden AS memiliki opsi untuk merespons ancaman terhadap keamanan nasional, termasuk melalui jalur militer, meskipun jalur diplomatik tetap menjadi prioritas. AS dan Denmark sama-sama merupakan anggota NATO, dan langkah militer AS untuk merebut Greenland berpotensi menandai berakhirnya aliansi tersebut.
• PASAR ASIA :Sebagian besar pasar saham Asia melemah pada Kamis, mengikuti penutupan Wall Street yang cenderung lebih lemah semalam. Namun, saham Korea Selatan justru mencetak rekor tertinggi baru, didorong proyeksi kinerja yang solid dari Samsung Electronics yang mengangkat sentimen pasar.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 1%, sementara indeks TOPIX melemah 0,4%, memperpanjang koreksi setelah mencapai level rekor di awal pekan, seiring aksi ambil untung investor dan respons terhadap penutupan Wall Street yang lesu. Pasar saham China daratan bergerak terbatas, dengan indeks CSI 300 turun 0,4%, sementara Shanghai Composite relatif datar. Di Hong Kong, Hang Seng terkoreksi 1,4%.
Sebaliknya, pasar Korea Selatan melanjutkan tren bullish. Indeks acuan KOSPI melonjak lebih dari 1% ke rekor tertinggi baru di 4.622,32, didorong kuatnya permintaan saham sektor semikonduktor. Saham Samsung Electronics melonjak setelah perusahaan memproyeksikan laba operasional kuartal IV yang mencetak rekor, seiring melonjaknya permintaan chip memori untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI). Rivalnya, SK Hynix, juga naik ke level tertinggi sepanjang masa, ditopang optimisme terhadap bisnis high-bandwidth memory.
• KOMODITAS : Harga minyak menguat pada Kamis, berbalik naik setelah dua sesi berturut-turut melemah, didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta penurunan stok minyak AS yang lebih besar dari perkiraan.
Brent Futures untuk Maret naik 0,2% ke USD 62,75 per barel, sementara WTI melonjak 4,3% ke USD 58,39 per barel. Sebelumnya, kedua acuan tersebut sempat turun lebih dari 1% selama dua sesi beruntun.
Sentimen pasar minyak membaik setelah data pemerintah AS yang dirilis Rabu menunjukkan stok minyak AS turun 3,8 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Januari, jauh di atas ekspektasi penurunan 1,2 juta barel dan menjadi penurunan terbesar sejak akhir Oktober.
Namun, perhatian pasar tetap tertuju pada Venezuela. Laporan Wall Street Journal menyebut Presiden AS Donald Trump berencana menginisiasi langkah untuk mengendalikan industri minyak Venezuela dalam beberapa tahun ke depan, sebagai bagian dari upaya mencapai target harga minyak USD 50 per barel. Pemerintah AS dikabarkan mempertimbangkan pengambilalihan kendali atas perusahaan minyak negara Venezuela, PdVSA. Trump juga menyatakan Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak ke Washington, bernilai hingga USD 3 miliar, hanya beberapa hari setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
• INDONESIA : IHSG ditutup akhirnya terkoreksi sebesar -0.22% menjadi 8925.47 dimana gagal menyentuh dan memecah resistance angka psikologis 9000. Kami melihat dalam minggu awal perdagangan di IHSG, kenaikan saham di IHSG didukung dengan banyak sekali katalis narasi yang cukup atraktif di 2026 seperti kenaikan modal untuk Bank KBMI 1 (BNBA dsb.), kenaikan modal inti asuransi serta saham – saham berbasis minyak serta tanker perkapalan LNG. Dari segi konglomerasi, saham – saham konglomerasi yang belum ada flow kenaikan sepanjang 2025 seperti katalis musiman Panin Group nampaknya mulai atrakif, mengingat konglomerasi lain yang sudah banyak mengalami rally. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum dan portofolio berbasi narasi tersebut tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi dan hari ini adalah hari terakhir perdagangan di minggu ini.
Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.

