Today’s Outlook :
• PASAR AS : Saham AS pada Jumat mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Mei 2025, seiring meredanya volatilitas setelah sepekan penuh tekanan, khususnya di sektor teknologi akibat reposisi tema kecerdasan buatan (AI). Dow Jones Industrial Average menembus tonggak bersejarah dengan ditutup di atas 50.000 untuk pertama kalinya, naik 2,5% ke 50.115,67. Indeks S&P 500 menguat 1,9% ke 6.927,09 (hari terbaik sejak 27 Mei 2025), sementara NASDAQ Composite naik 2,2% ke 23.031,21.
Saham teknologi tertekan minggu ini karena kekhawatiran atas besarnya belanja investasi AI. Amazon dan Alphabet memperkuat kekhawatiran tersebut dengan proyeksi belanja modal yang tinggi; Amazon memperkirakan capex USD 200 miliar pada 2026, jauh di atas estimasi USD 146,11 miliar.
Kekhawatiran ekonomi AS juga berlanjut. Data Challenger menunjukkan PHK Januari mencapai level tertinggi sejak krisis 2009. Klaim pengangguran mingguan lebih tinggi dari perkiraan, dan data lowongan kerja Desember juga di bawah ekspektasi.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Jumat, dengan perhatian tertuju pada rilis laba perusahaan di akhir pekan yang padat, termasuk pertemuan bank sentral utama. DAX Jerman naik 0,9%, CAC 40 Prancis menguat 0,4%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,6%.
Musim laporan keuangan kuartalan mendominasi sentimen. Saham Stellantis anjlok setelah perusahaan mengumumkan pembebanan sekitar EUR 22,2 miliar seiring pergeseran dari kendaraan listrik (EV) akibat lemahnya permintaan.
Dari sisi makro, ekspor Jerman pada Desember naik 4,0% m/m, melampaui perkiraan 1%, namun produksi industri turun 1,9% m/m, lebih buruk dari ekspektasi—menegaskan ketidakpastian pemulihan ekonomi Jerman. ECB dan Bank of England mempertahankan suku bunga tetap pada Kamis, sesuai perkiraan.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia mayoritas melemah pada Jumat seiring berlanjutnya tekanan pada saham teknologi, sementara pasar Jepang cenderung stabil setelah pelemahan sebelumnya menjelang pemilu nasional akhir pekan. Indeks berbasis teknologi turun tajam, dengan KOSPI Korea Selatan turun 1,7% dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,3%.
Sementara itu, Nikkei Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Senin, menembus 56.000 untuk pertama kalinya dalam perdagangan awal setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu umum Minggu. Nikkei 225 naik 3,4% ke 56.083,14, dan Topix menguat 2,5% ke 3.792,05.
• KOMODITAS-MINYAK :Harga minyak turun lebih dari 1% pada pembukaan perdagangan Senin, seiring meredanya kekhawatiran potensi konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran setelah kedua negara menyelesaikan satu putaran pembicaraan pada Jumat. Brent turun 89 sen (-1,31%) ke USD 67,16/barel, sementara WTI melemah 79 sen (-1,24%) ke USD 62,76/barel.
Diplomat utama Iran menyatakan pembicaraan nuklir dengan AS yang dimediasi Oman berjalan dengan “awal yang baik” dan akan berlanjut, sehingga meredakan kekhawatiran bahwa kegagalan kesepakatan dapat meningkatkan risiko perang di kawasan.
• INDONESIA :IHSG ditutup masih terkoreksi -2.08% menjadi 7935.26 seiring dengan tekanan yang masih terjadi di saham universe konglomerasi, namun dari sisi positifnya adalah saham berfundamental klasik consumer dan Big Banks tetap stabil yang mana seraya mengindikasikan akumulasi pembelian oleh Danantara. Untuk hari ini, nampaknya pasar akan cenderung bearish mengingat penurunan outlook yang disematkan Moody’s ke level Negative Rating, terlepas rating masih berada di investment grade level Baa2 yang juga merembet ke saham-saham big caps utama di Indonesia. Namun, dengan kondisi gap up dan regional lain yang menguat, bisa saja posisi saat ini merupakan posisi support IHSG. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

