Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat tajam pada Rabu setelah kabar gencatan senjata meningkatkan harapan bahwa konflik hampir enam minggu di Timur Tengah dapat segera mereda. S&P 500 naik 2,5% ke 6.782,96 poin, Dow Jones melonjak 2,9% ke 47.909,92 poin—menjadi kinerja harian terbaik dalam setahun—sementara NASDAQ Composite menguat 2,8% ke 22.635,0 poin seiring saham teknologi memulihkan sebagian kerugian sejak Maret.
Penguatan dipimpin sektor semikonduktor. Philadelphia Semiconductor Index melesat lebih dari 6%, didorong kenaikan saham Micron, NVIDIA, dan Intel. Sentimen positif juga datang dari Samsung Electronics yang memproyeksikan laba kuartal I sangat kuat.
Di sisi lain, pasar turut mencermati risalah rapat Federal Reserve bulan Maret yang bernada agak hawkish. Pejabat The Fed menyoroti kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akibat tensi geopolitik dapat mendorong inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Meski ada sinyal gencatan senjata, situasi geopolitik masih belum pulih. Iran menuduh AS dan Israel melanggar proposal perdamaian, terutama karena serangan Israel ke Lebanon masih berlanjut. Iran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut. Pejabat AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan di Pakistan akhir pekan ini, sementara harga minyak yang sempat turun setelah berita gencatan senjata kembali pulih sebagian.
• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa melonjak pada Rabu, mengikuti penguatan pasar Asia dan futures saham AS, setelah investor merespons positif kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 4,4%, DAX Jerman melonjak 5,3%, CAC 40 Prancis menguat 4,9%, dan FTSE 100 Inggris naik 3,1%.
Sentimen pasar juga didukung turunnya imbal hasil obligasi pemerintah utama di Jerman dan Prancis, yang bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi. Penurunan yield ini membantu menopang valuasi saham dan memperkuat optimisme investor.
• PASAR ASIA : Bursa saham Asia melonjak pada Rabu setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu. Pasar Jepang dan Korea Selatan memimpin penguatan, didorong sentimen meredanya tensi geopolitik serta reli saham teknologi, khususnya sektor chip.
KOSPI Korea Selatan dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik lebih dari 5%, menjadi yang terbaik di Asia. Penguatan didorong lonjakan saham teknologi setelah Samsung Electronics memproyeksikan laba kuartal I naik delapan kali lipat berkat permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI). Saham Samsung naik lebih dari 6%, sementara SK Hynix melonjak hampir 11%. Kedua pasar juga terbantu aksi bargain hunting setelah sempat tertinggal sepanjang Maret, dengan KOSPI bahkan sempat turun hampir 20% bulan lalu.
Pasar Asia yang lebih luas juga menguat. Indeks CSI 300 China naik 2,3%, Shanghai Composite bertambah 1,4%, dan Hang Seng Hong Kong menguat hampir 3%.
Namun pada Kamis, sentimen pasar mulai lebih hati-hati karena muncul tanda-tanda retaknya gencatan senjata di kawasan Teluk. Harga minyak kembali naik, mengingatkan investor bahwa dampak inflasi dari konflik ini masih bisa berlangsung lama. Selain itu, belum ada kejelasan soal pembukaan Selat Hormuz, sementara Iran terus menunjukkan kontrol atas jalur distribusi minyak penting tersebut dan meminta tarif untuk jalur aman.
• KOMODITAS : Harga minyak naik pada Kamis setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan harian terdalam sejak April 2020. Kenaikan terjadi karena gangguan di Selat Hormuz masih berlanjut, sementara ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Brent Oil Futures naik 2,5% ke US$97,10 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,8% ke US$97,09 per barel. Sebelumnya, kedua acuan sempat jatuh lebih dari 13% akibat optimisme pasar terhadap gencatan senjata.
Pemulihan harga dipicu karena Selat Hormuz—jalur penting yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak global—masih belum sepenuhnya terbuka meski ada gencatan senjata sementara antara AS dan Iran. Pergerakan kapal tanker memang mulai kembali, tetapi masih sangat terbatas dan dikendalikan ketat, dengan Iran tetap memegang kontrol besar atas akses transit.
Sentimen pasar juga terganggu oleh meningkatnya serangan Israel ke Lebanon yang berisiko melemahkan gencatan senjata. Laporan menyebut lalu lintas tanker sempat terhenti setelah serangan terbaru, meski pejabat AS memberi sinyal adanya pembukaan kembali secara parsial. Iran juga menyatakan pembicaraan damai dengan AS menjadi “tidak masuk akal” setelah serangan tersebut, karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
• INDONESIA : IHSG ditutup menguat +4.42% di zona hijau berada di angka 7279.71 dimana saat ini resistance selanjutnya masih berada di kisaran 7200-7300. Selama belum break 7300 dengan solid, volatilitas – konsolidasi masih terus terjadi di rentang 6900-7300. Saat ini jika berbicara memgenai Indonesia, posisi untuk saat ini lebih bijak untuk memanfaatkan trading scalping yang beritme lebih cepat, seiring dengan kondisi volatilitas global serta ekspektasikan pasar hari ini akan berpeluang terkoreksi mengiringi serangan lanjutan yang dilakukan Israel terhadap Lebanon.
Download Full Report HERE.

