Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Indeks Wall Street ditutup cenderung datar pada Selasa, tapi berhasil menjauh dari level terendah intraday berkat penguatan saham chip dan spekulasi gencatan senjata Iran. S&P 500 naik 0,1% ke 6.616,84; NASDAQ naik 0,1% ke 22.017,85; sementara Dow Jones turun 0,2% ke 46.584,46.

 

 

Presiden Donald Trump mengatakan akan menunda rencana serangan militer ke Iran selama dua minggu, seiring sinyal dari Teheran yang terbuka untuk gencatan senjata bersyarat. Penundaan ini bergantung pada pembukaan penuh, aman, dan segera Selat Hormuz. Pakistan menyebut AS dan Iran telah sepakat untuk gencatan senjata segera, dan mengundang keduanya ke pembicaraan damai. Iran menyatakan siap menghentikan operasi defensif jika serangan terhadapnya dihentikan, serta memastikan jalur Selat Hormuz bisa kembali aman dilalui.

 

 

Pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi isu utama. Jalur ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia dan telah terganggu selama beberapa minggu, memicu kekhawatiran pasokan energi global—terutama bagi Asia dan Eropa. Namun, Iran membantah adanya negosiasi formal dengan AS dan menegaskan tidak akan membuka selat hanya dengan “janji kosong”. Iran juga memperingatkan potensi eskalasi, termasuk ancaman penutupan jalur strategis lain seperti Bab-el-Mandeb.

 

 

Dampak konflik terhadap ekonomi AS juga mulai terlihat. Data menunjukkan sektor jasa AS tumbuh lebih lambat pada Maret, dengan penurunan tenaga kerja dan lonjakan harga (indikasi inflasi) ke level tertinggi sejak Oktober 2022.

 

 

 

• PASAR EROPA : Indeks pan-Eropa Stoxx 600 sempat turun 1,2% secara intraday pada Selasa, dipicu tenggat waktu pukul 20.00 EDT dari Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz—jalur penting yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak global.

 

 

Indeks yang baru kembali dari libur Paskah empat hari langsung dibuka dengan sentimen eskalasi konflik. Harga energi melonjak 2,5% dalam sesi tersebut, seiring pelaku pasar memasukkan premi perang sekitar USD 5–10 per barel pada kontrak bulan terdekat.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Pasar Asia: Saham-saham Asia bergerak terbatas pada Selasa karena investor cenderung wait-and-see menjelang tenggat waktu dari Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian konflik menahan minat risiko.

 

 

Indeks Nikkei 225 dan TOPIX Jepang cenderung stagnan. Di China, Shanghai Composite juga bergerak datar, sementara CSI 300 turun tipis 0,3%. Bursa Hong Kong tutup karena libur nasional.

 

 

Di Korea Selatan, KOSPI naik 0,2%. Saham teknologi jadi penopang utama, terutama setelah Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional kuartal pertama hingga 8x lipat, didorong permintaan kuat untuk chip kecerdasan buatan.

 

 

 

• KOMODITAS : Harga minyak anjlok lebih dari 15% dalam perdagangan Asia pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat pembukaan Selat Hormuz.
Futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 18% ke USD 92,61 per barel pada 19:38 ET (23:38 GMT), setelah sebelumnya ditutup naik 0,3% di USD 112,41 per barel pada Selasa.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG masih ditutup terkoreksi -0.26% di zona merah berada di angka 6971.0 dimana saat ini resistance selanjutnya berada di kisaran 7200-7300. Saat ini jika berbicara memgenai Indonesia, posisi untuk saat ini lebih bijak untuk memanfaatkan trading scalping yang beritme lebih cepat, seiring dengan kondisi volatilitas global serta pasar hari ini akan berpeluang bermain di zona hijau seraya pengumuman gencatan senjata antara US dan Iran. Terelpas itu, selalu ekspektasikan tindakan dari fenomena TACO Trump dalam kondisi yang masih cukup volatil.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.