Today’s Outlook:
• PASAR AS :Pada penutupan perdagangan di NYSE, indeks Dow Jones Industrial Average naik 595 poin (+1,2%), S&P 500 menguat 0,6%, dan Nasdaq Composite naik 0,7%. S&P 500 ditutup lebih tinggi pada Senin, didorong oleh reli saham sektor keuangan dan energi. Sektor energi menguat seiring kenaikan harga minyak, ketika investor mencermati serangan AS terhadap Venezuela dan dampak geopolitik yang lebih luas.
Pasukan AS menangkap Nicolás Maduro dalam operasi akhir pekan. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mengelola Venezuela hingga pemimpin baru terpilih, serta mengizinkan perusahaan minyak besar AS masuk untuk mengembangkan infrastruktur minyak negara tersebut. Harga minyak berbalik naik lebih dari 1% setelah sempat melemah di awal perdagangan, di tengah penilaian investor terhadap potensi peningkatan pasokan global. Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, meskipun produksinya melemah akibat infrastruktur yang menua dan sanksi ketat AS.
Meski demikian, harga minyak masih jauh dari pemulihan setelah anjlok 18% sepanjang 2025, penurunan terburuk dalam lima tahun terakhir, akibat kekhawatiran kelebihan pasokan dan melemahnya permintaan.
Sementara itu, perhatian pasar pekan ini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS untuk Desember. Ekonom memperkirakan penambahan sekitar 57.000 lapangan kerja, lebih rendah dari 64.000 pada November. Sebelumnya, pemangkasan belanja terkait pemerintah pada Oktober memicu penurunan tajam nonfarm payrolls terbesar dalam hampir lima tahun.
• PASAR EROPA :Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik 0,9%, menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Di tingkat negara, DAX Jerman melonjak 1,5%, CAC 40 Prancis naik 0,2%, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,5%.
Pasar saham Eropa menguat pada hari Senin, mengawali pekan perdagangan penuh pertama di 2026 dengan kenaikan, didorong oleh saham-saham sektor pertahanan yang terdongkrak kembali oleh meningkatnya kekhawatiran geopolitik. Saham perusahaan pertahanan besar Eropa seperti Leonardo, Rheinmetall, Renk, Hensoldt, Kongsberg, Dassault Aviation, dan BAE Systems kompak reli.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer di Venezuela pada akhir pekan, di mana pasukan AS menangkap Nicolás Maduro, yang kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba. Investor kini mencermati dampak lanjutan dari serangan AS terhadap Venezuela, setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa AS akan sementara waktu mengendalikan negara tersebut.
• PASAR ASIA :Pasar saham Asia melonjak tajam pada hari Senin, mengawali pekan perdagangan penuh pertama di tahun baru dengan performa kuat, seiring saham teknologi dan semikonduktor melanjutkan reli solid sejak akhir tahun lalu.
Di Jepang, Nikkei 225 melesat 2,7% ke level tertinggi dalam dua bulan, sementara indeks yang lebih luas, TOPIX, naik 2,1% dan mencetak rekor tertinggi baru di 3.486,0 poin.
Di Korea Selatan, KOSPI melonjak hampir 3% ke rekor tertinggi 4.434,27 poin, dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat sekitar 3% hingga 6%.
Sementara itu di China, indeks saham unggulan CSI 300 naik 1,6%, dan Shanghai Composite menguat 1,1%. Namun, sebuah survei swasta menunjukkan aktivitas sektor jasa China pada Desember tumbuh pada laju paling lambat dalam enam bulan terakhir, berdasarkan RatingDog Services PMI.
• KOMODITAS :Harga minyak menguat dalam perdagangan Eropa yang berfluktuasi pada hari Senin, setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan dan menyatakan akan mengambil alih kendali atas negara Amerika Latin tersebut.
Minyak Brent Futures turun tipis 0,1% ke USD 61,82 per barel pada pukul 22:06 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,8% ke USD 58,34 per barel, setelah sebelumnya sempat melemah di awal perdagangan.
Di saat yang sama, pasar juga mencerna keputusan OPEC+ yang diambil pada akhir pekan untuk mempertahankan tingkat produksi tetap tidak berubah. Keputusan tersebut dicapai dalam pertemuan singkat yang dilaporkan tidak membahas meningkatnya ketegangan di antara sejumlah anggota kartel.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab meningkat pada akhir Desember, seiring eskalasi konflik berkepanjangan di Yaman. Sepanjang 2025, OPEC+ secara bertahap meningkatkan produksi, yang menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan dan tekanan lanjutan pada harga minyak.
• INDONESIA :IHSG ditutup pada Hari Senin pertama di tahun 2026 dengan mencetak kenaikan ke zona hijau ATH sebesar +1.27% menjadi 8859.19. Kenaikan saham di IHSG didukung dengan banyak sekali katalis narasi yang cukup atraktif di 2026 seperti kenaikan modal untuk Bank KBMI 1 (BNBA dsb.), kenaikan modal inti asuransi serta saham – saham berbasis minyak. Dari segi konglomerasi, saham – saham konglomerasi yang belum ada flow kenaikan sepanjang 2025 seperti katalis musiman Panin Group nampaknya mulai atrakif, mengingat konglomerasi lain yang sudah banyak mengalami rally.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

