Today’s Outlook :
• PASAR AS : Indeks acuan S&P 500 naik tipis 0,1% ke 6.582,70, berbalik dari penurunan hingga 1,5%. NASDAQ Composite naik 0,2% ke 21.879,18, menghapus pelemahan hingga 2,2%. Dow Jones turun 0,1% ke 46.504,60, namun pulih dari penurunan hingga 1,4%. Secara mingguan, Dow Jones naik 3%, S&P 500 +3,4%, dan NASDAQ +4,44%—kenaikan mingguan pertama dalam enam minggu untuk ketiga indeks.
Pasar juga mencerna data payroll AS hari Jumat (dirilis saat pasar tutup karena Good Friday). Nonfarm payrolls bertambah 178.000 pada Maret setelah sebelumnya turun 133.000 (revisi Februari), sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3% dari 4,4%, menandakan pasar tenaga kerja tetap solid.
Sentimen investor kembali melemah setelah Trump menulis di Truth Social soal rencana “Power Plant Day” dan “Bridge Day” di Iran, serta ancaman agar Selat Hormuz dibuka sebelum batas waktu Selasa pukul 20.00 ET, yang meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik.
• PASAR EROPA : Bursa Eropa mayoritas melemah pada Kamis seiring pupusnya harapan gencatan senjata dalam waktu dekat di Iran, setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan meningkatkan operasi militer dalam beberapa pekan ke depan, yang mendorong harga minyak melonjak. Meski begitu, pasar sempat memangkas sebagian kerugian awal.
Indeks Stoxx 600 turun 0,2%, DAX Jerman -0,8%, CAC 40 Prancis -0,2%, sementara FTSE 100 Inggris menjadi pengecualian dengan naik 0,7%. Pelemahan ini membalik reli dua hari sebelumnya yang didorong harapan perang segera berakhir.
Di sektor energi, Shell dikabarkan sedang dalam tahap lanjut pembicaraan dengan Venezuela untuk memperluas pengembangan gas di beberapa ladang lepas pantai dengan target sekitar 20 triliun kaki kubik cadangan. Gas direncanakan dialirkan ke Trinidad untuk diproses menjadi LNG, guna meningkatkan produksi di Atlantic LNG (di mana Shell memiliki saham besar). Namun, rencana ini masih menghadapi kendala, termasuk peralihan kepemilikan dari Chevron dan komplikasi akibat keterlibatan pihak yang terkait Rusia di beberapa ladang tersebut.
• PASAR ASIA : Bursa Asia melemah pada Kamis, berbalik arah setelah awal April yang kuat, seiring Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan eskalasi perang Iran dalam 2–3 minggu ke depan.
KOSPI Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan turun 3,7%, diikuti Jepang: Nikkei 225 -2% dan TOPIX -1,2%. Saham Jepang dan Korea Selatan berbalik dari rebound kuat sesi sebelumnya dan kembali mendekati level terendah Maret.
Di China, CSI 300 turun 0,7% dan Shanghai Composite -0,5%, sementara Hang Seng melemah 1% akibat tekanan saham teknologi. Sentimen risiko memburuk cepat setelah pernyataan Trump soal peningkatan aksi militer AS terhadap Iran, memupus harapan de-eskalasi konflik.
• KOMODITAS : Harga minyak dibuka naik pada Senin setelah libur Paskah, seiring perang AS–Israel dengan Iran yang terus mengganggu pasokan global. Brent naik USD 2,4 (+2,2%) ke USD 111,43 per barel, sementara WTI naik USD 3 (+2,7%) ke USD 114,57 per barel.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu meningkatkan tekanan terhadap Iran, dengan ancaman akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan pada Selasa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
• INDONESIA : IHSG ditutup terkoreksi di zona merah berada di angka 7026.78 dimana saat ini resistance selanjutnya berada di kisaran 7200-7300 dan ekspektasikan terkait peluang untuk terkoreksi dikarenakan rilisnya data High Shareholder Composition (HSC) yang berimplikasi negatif pada kedua saham BREN dan DSSA yang memberi bobot signifikan pada koreksi IHSG. Saat ini jika berbicara memgenai Indonesia, posisi untuk saat ini lebih bijak untuk memanfaatkan trading scalping yang beritme lebih cepat, seiring dengan kondisi volatilitas global serta kenaikan harga minyak masih menjadi sentimen negatif penekan IHSG terlepas harga minyak sudah mulai mengalami koreksi sejalan dengan tensi yang melemah. Pasar juga masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan terkait free float serta overhang dari MSCI.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

