Today’s Outlook:
• PASAR AS :Saham AS ditutup relatif datar pada Rabu setelah The Fed menahan suku bunga sesuai ekspektasi dan Ketua The Fed Jerome Powell menolak membahas penyelidikan pemerintahan Trump terhadap bank sentral. S&P 500 sempat menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya di awal perdagangan, namun akhirnya ditutup hampir tidak berubah di 6.978,52. Dow Jones juga berakhir datar di 49.015,54, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,2% ke 23.857,45, menjelang rilis kinerja emiten teknologi besar.
The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, menghentikan rangkaian tiga kali pemangkasan suku bunga berturut-turut masing-masing 25 bps. Pelaku pasar menanti sikap Powell terkait penyelidikan Departemen Kehakiman AS atas renovasi gedung The Fed, namun Powell menolak berkomentar dan merujuk pada pernyataannya sebelumnya bahwa penyelidikan tersebut bermotif politik. Masa jabatan Powell berakhir Mei, dan Presiden Donald Trump menyatakan akan segera mengumumkan calon penggantinya.
Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada musim laporan keuangan, dengan empat emiten “Magnificent Seven” dijadwalkan merilis kinerja. Tesla, Meta Platforms, dan Microsoft akan melaporkan hasil setelah penutupan Rabu, disusul Apple pada Kamis. Pandangan mereka terkait belanja kecerdasan buatan, permintaan cloud, dan tren konsumen diperkirakan akan memengaruhi arah pasar ke depan.
• PASAR EROPA :Saham Eropa melemah pada Rabu seiring investor mencerna derasnya laporan kinerja perusahaan sambil berhati-hati menanti keputusan suku bunga terbaru The Fed AS. Indeks DAX Jerman turun 0,2%, CAC 40 Prancis merosot 1,1%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,5%.
Sentimen konsumen Jerman diperkirakan membaik pada Februari, tercermin dari indeks kepercayaan konsumen GfK yang naik ke -24,1 dari -26,9 pada bulan sebelumnya, melampaui ekspektasi kenaikan tipis ke -26,0. Bank Sentral Eropa (ECB) akan menggelar rapat pekan depan dan diperkirakan menahan suku bunga di 2% untuk kelima kalinya berturut-turut, seiring inflasi zona euro yang tetap terkendali dan ekonomi kawasan yang lebih tangguh dari perkiraan. Meski begitu, pembuat kebijakan ECB mungkin perlu mempertimbangkan pemangkasan suku bunga tambahan jika penguatan euro terus menekan inflasi, ujar Gubernur Bank Sentral Austria Martin Kocher kepada Financial Times.
• PASAR ASIA :Mayoritas pasar saham Asia menguat pada Rabu, didorong lonjakan saham teknologi dan emiten terkait AI menjelang rilis kinerja perusahaan megakap AS, yang mampu mengimbangi sikap hati-hati di sejumlah pasar sebelum keputusan suku bunga The Fed diumumkan kemudian hari. Optimisme ini tercermin luas di pasar Asia, dengan saham semikonduktor dan terkait pusat data mencatat kinerja unggul seiring investor memposisikan diri terhadap potensi laba positif dan pertumbuhan berbasis AI.
Pelaku pasar mencermati laporan keuangan untuk melihat keberlanjutan pendapatan terkait AI serta tren belanja modal. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak hingga 2%, dengan saham Samsung naik 1,5% dan SK Hynix melesat 5%. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,4%, dengan subindeks Hang Seng TECH naik 1,5%.
• KOMODITAS – MINYAK : Harga minyak naik ke level tertinggi sejak akhir September pada Rabu, didorong kekhawatiran terkait Iran serta melemahnya dolar AS. Brent ditutup naik 1,23% atau 83 sen ke USD 68,40 per barel, sementara WTI naik 1,31% atau 82 sen ke USD 63,21. Keduanya bersiap mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2023, dengan Brent naik sekitar 12% dan WTI 10%.
• KOMODITAS – EMAS : Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas USD 5.500 per ons, melanjutkan reli di tengah meningkatnya tensi geopolitik setelah laporan Trump mempertimbangkan serangan baru ke Iran. Permintaan aset aman meningkat, didukung dolar AS yang lemah dan ketidakpastian kebijakan AS. Emas spot naik lebih dari 1% ke rekor USD 5.595,41/oz, sementara kontrak April mencapai USD 5.625,89/oz. Perak dan platinum juga bertahan dekat level tertinggi terbaru.
• INDONESIA : IHSG ditutup -7.35% menjadi 8320.56, dimana dikarenakan kajian MSCI mengenai tidak ada inklusi dari Indonesia untuk periode rebalancing Januari 2026 akibat definisi riil float yang masih menjadi permasalahan dan perdebatan (Klasifikasi korporat – KSEI sebagai non free float). Hampir seluruh saham konglomerasi yang memiliki float cukup kecil mengalami penurunan hingga ke zona ARB. Jika kemarin diibaratkan sebagai stress test untuk saham yang masih bertahan, grup Thohir masih cukup aman dikarenakan floatnya yang rapi sekaligus berbasis komoditas. Untuk hari ini, jika ada respon dari emiten berupa langkah pengumuman buyback merupakan katalis positif untuk meredakan pengumuman. Jika ada penurunan kembali, jadikan kesempatan untun reakumulasi emiten yang memiliki likuiditas tinggi dapat dipilih saham komoditas berbasis emas seiring emas yang mencetak ATH, ataupun komoditas-komoditas lainnya, terutama logam-metal. Adapun untuk trading berbasis narasi untuk saham berlikuiditas mini dapat mengakumulasi saham-saham sektor asuransi umum serta Bank di KBMI 1, seiring dengan katalis penambahan modal.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

