Today’s Outlook:
• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat pada Senin, dengan Dow Jones naik 314 poin (+0,6%), S&P 500 bertambah 35 poin (+0,5%), dan Nasdaq naik 100 poin (+0,4%). Penguatan terjadi menjelang pekan penting yang diwarnai rapat kebijakan The Fed dan rilis kinerja sejumlah emiten, di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi.
Fokus utama pasar tertuju pada rapat kebijakan The Fed selama dua hari yang berakhir Rabu, di mana bank sentral diperkirakan akan menahan suku bunga setelah tiga kali pemangkasan beruntun sebelumnya. Analis ABN Amro menilai The Fed kemungkinan memasuki fase jeda suku bunga yang cukup panjang hingga Juni, seiring sinyal kebijakan yang semakin hawkish, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan tingkat pengangguran yang mulai stabil.
Selain itu, pasar juga mencermati konflik Presiden AS Donald Trump dengan Ketua The Fed Jerome Powell, yang memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral. Powell sebelumnya mengungkap adanya penyelidikan kriminal terhadap dirinya yang ia sebut bermotif politik. Powell dijadwalkan mundur pada Mei, dan Trump diperkirakan akan segera mengumumkan penggantinya.
• PASAR EROPA :Saham Eropa mengawali pekan dengan pergerakan terbatas pada Senin, seiring sikap hati-hati investor di tengah tekanan geopolitik yang masih tinggi, menjelang rapat kebijakan The Fed serta derasnya rilis laporan kinerja emiten. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,2% dan FTSE 100 Inggris menguat 0,1%, sementara CAC 40 Prancis melemah 0,2%.
• PASAR ASIA :Bursa Asia bergerak mixed pada Senin, seiring investor bersikap hati-hati menjelang rapat kebijakan The Fed dan menantikan rilis kinerja emiten teknologi, sementara saham Jepang tertekan oleh penguatan yen. Indeks Nikkei 225 anjlok hampir 2% akibat menguatnya yen terhadap dolar AS di tengah spekulasi intervensi pasar valuta oleh otoritas Jepang dan AS, yang membebani kinerja eksportir. Di kawasan lain, KOSPI Korea Selatan melemah hampir 1% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, sementara indeks Shanghai Composite China bergerak relatif stabil.
• KOMODITAS – MINYAK :Harga minyak turun tipis pada Senin, cenderung bergerak konsolidatif setelah reli kuat akhir pekan lalu. Investor menimbang potensi kelebihan pasokan global dengan meningkatnya risiko geopolitik, sembari menanti sinyal dari pertemuan kebijakan The Fed pekan ini. Kedua acuan sempat melonjak lebih dari 2% pada Jumat didorong kenaikan premi risiko geopolitik. Brent kontrak Maret turun 0,2% ke USD 64,97 per barel, sementara WTI melemah 0,3% ke USD 60,91 per barel.
• EMAS: Kekhawatiran global tetap tinggi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan tidak ada niat mengejar perjanjian dagang bebas dengan China dan Kanada tetap menghormati komitmen dagang dengan AS dan Meksiko. Di tengah lanskap geopolitik yang tidak pasti—termasuk langkah AS yang sebelumnya menarik ancaman tarif terhadap Eropa setelah memperoleh kendali atas Greenland—harga emas melonjak ke rekor tertinggi baru di atas USD 5.100 per ounce, memperpanjang reli tajam sebagai aset safe haven.
• INDONESIA : IHSG ditutup naik 0.27% menjadi 8975.33. IHSG masih mencoba untuk bergerak berusaha menutup di kawasan angka psikologis resistance-support di 9000. IHSG juga berpeluang untuk rebound dikarenakan struktur IHSG yang selalu reject-rebound dari MA20 nya, dimana masih tetap dijaga cukup uptrend. Tetap berhati-hati selalu di tengah volatilitas IHSG saat ini, sembari indikator RSI yang mengindikasikan oversold dan adanya negative divergence yang menunjukkan peluang untuk koreksi pada indeks. Terlepas koreksi pada indeks berpeluang terjadi, momentum pada IHSG masih cukup kuat untuk melakukan trading berbasis narasi. Adapun untuk narasi untuk emiten yang memiliki likuiditas tinggi dapat dipilih saham komoditas berbasis emas seiring emas yang mencetak ATH, ataupun komoditas-komoditas lainnya, terutama logam-metal. Adapun untuk trading berbasis narasi untuk saham berlikuiditas mini dapat mengakumulasi saham-saham sektor asuransi umum serta Bank di KBMI 1, seiring dengan katalis penambahan modal.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

