Today’s Outlook :
• PASAR AS : Saham AS ditutup menguat solid pada Rabu, dipimpin oleh kenaikan Nvidia menjelang rilis kinerja kuartalan setelah penutupan pasar. Sektor teknologi melanjutkan rebound setelah aksi jual tajam pada Senin. Indeks S&P 500 naik 0,8% ke level 6.947,98, NASDAQ Composite melonjak 1,3% ke 23.152,08, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,6% ke 49.482,27. Kenaikan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran soal disrupsi AI di berbagai industri.
Nvidia berhasil meredakan kekhawatiran permintaan AI dengan membukukan kinerja kuartalan di atas ekspektasi serta memberikan proyeksi pendapatan kuartal berjalan yang lebih kuat dari perkiraan. Sahamnya naik 2,2% di perdagangan after-hours. Sepanjang 2026, saham Nvidia naik 3,4% YTD—terbaik di antara “Magnificent 7” dan melampaui kenaikan S&P 500 yang hanya 0,7%. Permintaan chip Nvidia, khususnya untuk pusat data, terus melonjak pada kuartal terakhir tahun fiskalnya.
Di luar sektor korporasi, ketidakpastian terkait tarif Presiden Donald Trump masih membayangi, setelah ia menerapkan tarif global sementara 10% pasca putusan Mahkamah Agung yang membatalkan skema tarif “resiprokal”. Dalam pidato kenegaraan Selasa lalu, Trump menyebut kebijakan tarifnya “berjalan baik”, meski mengakui putusan MA tersebut “disayangkan”. Ia juga menyinggung isu inflasi dan negosiasi damai dengan Iran. Namun, tingkat kepuasan pemilih terhadap penanganan ekonomi terus menurun—jajak pendapat Washington Post-ABC News-Ipsos menunjukkan hanya 39% responden yang menyetujui kinerjanya sebagai presiden.
• PASAR EROPA : Bursa Eropa menguat pada Rabu seiring investor mencerna banjir laporan keuangan kuartalan, dipimpin oleh bank raksasa HSBC. Indeks DAX Jerman naik 0,6%, CAC 40 Prancis menguat 0,5%, dan FTSE 100 Inggris melonjak 1,1%. Indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup di level tertinggi baru.
Data terbaru mengonfirmasi ekonomi Jerman tumbuh 0,3% pada kuartal IV 2025 dibanding kuartal sebelumnya, membaik dari stagnasi di tiga bulan sebelumnya. Inflasi konsumen zona euro tercatat 1,7% secara tahunan pada Januari, turun 0,6% dibanding bulan sebelumnya.
• PASAR ASIA : Mayoritas saham Asia menguat pada Rabu, dengan bursa Jepang dan Korea Selatan mencetak rekor baru berkat penguatan saham teknologi. Saham China melanjutkan kenaikan usai libur Tahun Baru Imlek, sementara Hong Kong terdorong oleh pemulihan sektor teknologi.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hampir 2% ke rekor 58.319,0, sementara KOSPI Korea Selatan naik lebih dari 2% ke level tertinggi sepanjang masa 6.122,98. Pelemahan yen turut menopang saham-saham berorientasi ekspor di Jepang.
Di Korea Selatan, saham Hyundai Motor sempat melonjak hingga 10% setelah laporan Reuters menyebut rencana investasi bernilai miliaran dolar di dalam negeri. Raksasa chip memori Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik sekitar 2%, mencetak rekor baru jelang laporan keuangan Nvidia yang sangat dinantikan.
• KOMODITAS :
MINYAK: Harga minyak ditutup relatif stabil meski persediaan minyak mentah AS naik jauh di atas perkiraan, yang belum cukup meredakan kekhawatiran gangguan pasokan akibat potensi konflik militer AS–Iran. Brent naik tipis 8 sen ke USD 70,85 per barel, sementara WTI turun 21 sen ke USD 65,42.
EMAS: Harga emas rebound dari pelemahan sesi sebelumnya, didorong evaluasi dampak tarif baru AS serta perhatian pada pembicaraan AS–Iran pekan ini. JPMorgan memperkirakan permintaan dari bank sentral dan investor dapat mendorong harga emas hingga USD 6.300 per ons pada akhir 2026.
• INDONESIA : IHSG kembali menguat sejauh +0.5% ke level menjadi 8322.2 seiring reboundnya beberapa saham komoditas dan grup konglomerasi. Tetap lakukan buy on weakness untuk saham sektor komoditas yang akan menjadi tema trading sepanjang tahun ini seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

