Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Indeks S&P 500 turun 0,3% ke 6.559,62, Dow Jones melemah 0,2% ke 46.123,72, dan NASDAQ terkoreksi 0,8% ke 21.761,89. Wall Street ditutup di zona merah dalam sesi yang cukup bergejolak, dipicu oleh laporan media yang saling bertentangan terkait perkembangan potensi perundingan damai antara AS dan Iran. Selain itu, pelemahan saham sektor layanan komunikasi serta tekanan pada perusahaan kredit swasta turut membebani sentimen pasar.

 

 

Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan menyebut Iran telah sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Ia mengatakan negosiasi dilakukan dengan pihak yang “tepat” dan menunjukkan sinyal positif. Trump juga mengklaim Iran memberikan “hadiah besar” terkait minyak dan gas kepada AS, namun klaim ini langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran yang menilai pernyataan tersebut hanya untuk meredakan volatilitas pasar.

 

 

Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar mencermati rilis awal (flash) PMI komposit AS dari S&P Global yang turun menjadi 51,4 pada Maret dari 51,9 di Februari, menandai level terendah dalam 11 bulan. Di sisi korporasi, saham sektor perangkat lunak melemah akibat kekhawatiran baru terkait disrupsi kecerdasan buatan (AI), yang turut menekan sektor layanan komunikasi. Sementara itu, saham perusahaan kredit swasta juga turun setelah dua perusahaan besar membatasi penarikan dana dari fund mereka, menambah tekanan di pasar.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat pada Selasa, sementara harga minyak naik tipis, seiring investor mencermati berlanjutnya serangan udara di Timur Tengah. Hal ini terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan sementara rencana serangan militer AS terhadap fasilitas listrik Iran. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,5%, sementara indeks DAX Jerman turun tipis 0,1%. Di sisi lain, CAC 40 Prancis menguat 0,2% dan FTSE 100 Inggris naik 0,6%.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat pada Selasa, namun memangkas sebagian besar kenaikan intraday karena investor mencermati sinyal yang saling bertentangan terkait de-eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran. Sentimen juga masih rapuh setelah pasar regional mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran dampak ekonomi dari konflik tersebut.

 

 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan TOPIX masing-masing naik 0,7% dan 1,1%, meski sempat mengurangi kenaikan sebelumnya. Data pemerintah menunjukkan inflasi CPI Jepang pada Februari tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir empat tahun, dengan inflasi inti turun di bawah target tahunan 2% Bank of Japan. Penurunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh subsidi pemerintah pada harga energi dan pangan, sementara tekanan inflasi dasar masih relatif kuat.

 

 

Di Korea Selatan, indeks KOSPI menguat 1,3% setelah sempat melonjak hingga 4,5%, namun juga sempat berbalik ke zona negatif di awal sesi. Indeks ini masih mencatat penurunan sekitar 6,5% dari sesi sebelumnya. Pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap potensi kebijakan moneter yang lebih hawkish dari Bank of Korea di bawah Gubernur baru Shin Hyun-song.

 

 

Sementara itu, pasar China juga menguat dengan indeks CSI 300 naik 0,6% dan Shanghai Composite bertambah 0,8%. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kenaikan dengan naik 1,4%. Ketiga indeks tersebut sempat diperdagangkan di zona negatif sebelum akhirnya berbalik menguat.

 

 

 

KOMODITAS :  

MINYAK: Harga minyak mentah AS turun sekitar 4% pada awal perdagangan Rabu, didorong harapan gencatan senjata yang dapat meredakan gangguan pasokan global. Penurunan ini mengikuti laporan bahwa AS telah mengirim proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

 

 

WTI sempat jatuh ke USD 87,80 per barel dan berada di USD 88,86 (-3,8%) pada 23:05 GMT, setelah sebelumnya naik 4,8% pada Selasa sebelum terkoreksi dalam perdagangan volatil.

 

 

Presiden Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan, termasuk adanya konsesi dari Teheran. Laporan media juga menyebut potensi gencatan senjata satu bulan, namun Iran membantah adanya pembicaraan langsung dan menyebut laporan tersebut sebagai “berita palsu.”

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ketika sebelum memasuki libur lebaran ditutup di angka 7106.84. Volatilitas ekstrim yang terjadi di market dalam seminggu terakhir nampaknya akan bisa terefleksikan ke market Indonesia, dimana market akan menghadapi beberapa sentimen seperti penurunan harga emas dan komoditas yang bisa menyebabkan koreksinya saham berbasis komoditas. Jika anda gemar melakukan trading, trading berbasis scalping paling efektif dilakukan saat ini mengingat volatilitas ekstrim. Jika anda memiliki risiko yang lebih konservatif, pembelian saham – saham berdividend yield tinggi dapat dijadikan opsi di tengah kondisi pasar saat ini.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.