Today’s Outlook :
• PASAR AS : Indeks Wall Street ditutup menguat pada Selasa, didorong pemulihan saham teknologi setelah aksi jual berbasis AI sebelumnya dinilai berlebihan. S&P 500 naik 0,8% ke 6.890,11, NASDAQ Composite melonjak hampir 1,1% ke 22.863,68, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,8% ke 49.174,81. Saham produsen chip memimpin penguatan, dengan AMD melonjak hampir 9%.
Sentimen pasar juga terbantu oleh stabilisasi sektor software, meski ketidakpastian kebijakan tetap membayangi. Fokus investor kini tertuju pada laporan keuangan kuartalan NVIDIA Corporation yang akan dirilis setelah penutupan pasar Rabu, karena dipandang sebagai barometer utama bagi industri AI dan permintaan semikonduktor global.
Dari sisi politik, media melaporkan Presiden Trump kemungkinan akan menekankan kekuatan ekonomi AS dan pencapaian pemerintahannya dalam pidato mendatang. Namun, ketidakpastian meningkat setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump melampaui kewenangannya. Trump kemudian merespons dengan menerapkan tarif baru melalui kerangka hukum berbeda, meski dengan tarif lebih rendah dari rencana awal 15%. Di tengah situasi ini, tingkat kepuasan publik terhadap penanganan ekonomi masih lemah, khususnya terkait tingginya biaya hidup.
• PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak bervariasi di sekitar level datar pada Selasa, seiring investor menyesuaikan diri dengan lanskap perdagangan global baru setelah tarif AS mulai berlaku. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,1%, CAC 40 Prancis menguat 0,3%, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,1%.
Menurut Bank of America, kinerja laba kuartal keempat perusahaan Eropa sedikit lebih baik dari perkiraan, namun gambaran keseluruhan masih rapuh. Dari lebih dari separuh perusahaan dalam indeks STOXX 600 yang telah melaporkan kinerja, pertumbuhan laba per saham tercatat sekitar 2% secara tahunan, berlawanan dengan ekspektasi konsensus yang sebelumnya memperkirakan penurunan. Meski demikian, pasar tetap memberi penalti besar bagi emiten yang gagal memenuhi estimasi.
• PASAR ASIA : Mayoritas saham Asia ditutup menguat pada Selasa, didukung kembalinya pasar China setelah libur Tahun Baru Imlek dengan kondisi yang relatif kuat. Harapan akan tarif perdagangan AS yang lebih rendah terhadap negara-negara Asia turut menopang sentimen, khususnya pada sektor berorientasi ekspor di Jepang dan Korea Selatan.
Namun, saham Hong Kong mengalami tekanan tajam akibat kekhawatiran berkelanjutan mengenai disrupsi berbasis AI di sektor teknologi. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melonjak 1,6% ke rekor tertinggi, didorong reli saham eksportir dan produsen chip. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix Inc mencetak level tertinggi baru, seiring ekspektasi bahwa lonjakan permintaan AI akan secara signifikan meningkatkan pendapatan mereka. Manajemen SK Hynix juga menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi chip memori.
• KOMODITAS :
MINYAK: Harga minyak dunia ditutup melemah sekitar 1% setelah Iran menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah yang diperlukan guna mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul setelah meningkatnya kehadiran militer AS di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Minyak Brent ditutup di USD 70,77 per barel, sementara WTI turun ke USD 65,63 per barel. AS dan Iran dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir pekan ini, dengan fokus pada upaya menurunkan ketegangan geopolitik.
EMAS: Harga emas terkoreksi pada Selasa setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Penurunan dipicu aksi ambil untung investor dan penguatan dolar AS di tengah kembali munculnya kekhawatiran terkait kebijakan tarif AS. Harga emas spot turun 1,2% ke USD 5.165,82 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 0,8%. Meski terkoreksi, emas masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Januari, mencerminkan tingginya permintaan aset lindung nilai.
• INDONESIA : IHSG kembali mengalami koreksi -1.37% ke level menjadi 8290.83 seiring koreksi beberapa saham komoditas dan grup konglomerasi. Lakukan buy on weakness untuk saham sektor komoditas yang akan menjadi tema trading sepanjang tahun ini, terutama minyak seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

