Today’s Outlook :

 

PASAR AS : Wall Street ditutup melemah tajam pada Senin setelah putusan Mahkamah Agung yang menolak tarif darurat Presiden Donald Trump memicu gejolak. Saham perangkat lunak juga tertekan usai rilis laporan soal risiko dari pesatnya perkembangan AI. S&P 500 turun 1% ke 6.838,95, NASDAQ turun 1,1% ke 22.627,27, dan Dow Jones anjlok 1,7% ke 48.804,06. Pekan sebelumnya, pasar sempat menguat didorong putusan MA dan meredanya kekhawatiran serangan AS ke Iran. Trump mengatakan akan menaikkan tarif impor sementara menjadi 15% dari 10% selama hingga 150 hari. Sejumlah negara mitra dagang meminta kejelasan/renegosiasi, sementara The Fed menilai dampak ke inflasi masih terlalu dini untuk dipastikan. Saham software tertekan oleh laporan Citrini Research tentang potensi disrupsi AI terhadap pekerjaan kerah putih; ETF sektor software turun ke level terendah sejak Nov 2023.

 

 

 

PASAR EROPA : Saham Eropa mayoritas melemah karena ketidakpastian tarif AS, ditambah saham Novo Nordisk anjlok usai kabar negatif uji obat obesitas. DAX Jerman turun 1,1%, FTSE 100 Inggris -0,1%, CAC 40 Prancis -0,2%. Meski begitu, sentimen sebelumnya membaik dengan STOXX 600 sempat cetak rekor berkat kinerja laba dan data ekonomi yang membaik. Saham Novo Nordisk turun >10% setelah obat CagriSema gagal mencapai target utama uji klinis.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Bursa Asia bergerak bervariasi pada Senin di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS. Volume perdagangan relatif tipis karena libur nasional di China dan Jepang. Saham Hong Kong tampil menonjol, didorong penguatan saham teknologi dan otomotif, sementara pasar Korea Selatan mencetak rekor tertinggi berkat reli saham chip, khususnya Samsung dan SK Hynix.

 

 

Indeks Hang Seng melonjak 2,7%, menjadi yang terbaik di Asia, seiring masuknya aksi beli murah setelah penurunan tajam pekan lalu. Saham berorientasi ekspor, terutama yang memiliki eksposur ke AS, mencatatkan kinerja kuat karena pelaku pasar bertaruh bahwa rezim tarif AS ke depan akan lebih moderat. Di sisi lain, pasar Korea Selatan mendapat dorongan optimisme dari sektor teknologi, dengan indeks KOSPI naik lebih dari 1% ke level tertinggi sepanjang masa.

 

 

 

• KOMODITAS : Harga minyak melemah tipis pada Senin, meski masih bertahan di level tertinggi enam bulan. Pasar bersikap hati-hati menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir antara AS dan Iran, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat gejolak tarif AS. Minyak Brent ditutup turun 0,38% ke USD 71,49 per barel, sementara WTI turun 0,26% ke USD 66,31 per barel. Iran menyatakan kesiapan untuk memberikan konsesi atas program nuklirnya sebagai imbalan pencabutan sanksi.

 

 

Sementara itu, harga emas naik untuk sesi kelima berturut-turut, melanjutkan kenaikan pekan lalu. Tarif global baru yang diumumkan Trump mendorong permintaan aset safe haven. Emas spot naik 2,1% ke USD 5.211,34 per ons, sedangkan emas berjangka AS menguat 2,9% ke USD 5.230,59 per ons. Kenaikan ini juga didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik AS–Iran yang membuat investor semakin risk-averse.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG kembali menguat +1.5% ke level menjadi 8396.08. Adapun flow untuk hari ini masih nampaknya akan mengalir masih ke sektor komoditas yang akan menjadi tema trading sepanjang tahun ini, terutama minyak seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Untuk hari ini, nampaknya saham berbasis emas akan mengalami kenaikan seiring demgan kenaikan harga emas global. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

 

Download laporan lengkapnya DISINI.