Today’s Outlook :
• PASAR AS : Wall Street ditutup menguat tajam pada Rabu. Dow Jones Industrial Average melonjak 588 poin atau 1,2%, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 1,2%. Kinerja positif ini didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap negara-negara Eropa.
Sentimen membaik usai Trump mengumumkan tercapainya kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, hasil pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela-sela World Economic Forum di Davos, Swiss. Dengan adanya kerangka kesepakatan ini, rencana pengenaan tarif terhadap Eropa—yang sebelumnya menentang upaya AS terkait Greenland—menjadi tidak diperlukan lagi.
Trump menyebut kesepakatan tersebut mencakup hak mineral bagi Amerika Serikat serta keterlibatan dalam proyek “Golden Dome”, yaitu sistem pertahanan rudal berlapis milik AS. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan melibatkan kedua pihak, baik dalam pengelolaan sumber daya mineral maupun sistem pertahanan. Merespons perkembangan ini, pasar obligasi AS juga menguat, tercermin dari turunnya imbal hasil US Treasury secara signifikan.
• PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak mixed pada Rabu seiring sikap hati-hati investor pasca pidato Presiden AS Donald Trump di WEF Davos. Indeks DAX Jerman turun 0,5%, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing naik tipis sekitar 0,1%.
Di Davos, Trump menyatakan AS menginginkan hak dan kepemilikan atas Greenland dengan alasan keamanan nasional dan global, namun menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mendapatkannya.
Sementara itu, inflasi Inggris pada Desember naik di atas perkiraan, dengan CPI tahunan meningkat ke 3,4% dari 3,2% pada November, menjadikannya yang tertinggi di antara negara G7 meski pertumbuhan ekonomi masih lemah.
• PASAR ASIA : Mayoritas saham Asia melemah pada Rabu akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait tuntutan AS atas Greenland.
Nikkei 225 Jepang turun 0,4%, tertekan aksi jual obligasi pemerintah karena kekhawatiran belanja fiskal dan pemangkasan pajak di era PM Sanae Takaichi. Imbal hasil obligasi 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam 27 tahun, memicu imbauan otoritas agar pasar tetap tenang.
Di China, indeks Shanghai Composite ditutup datar, dengan sentimen tertahan meski ada harapan stimulus tambahan dari Beijing setelah data PDB kuartal IV menunjukkan perlambatan pertumbuhan.
• KOMODITAS : Harga minyak ditutup naik sekitar 0,5% pada Rabu, didorong optimisme pasokan yang lebih ketat setelah penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan serta rendahnya volume ekspor minyak Venezuela yang menyoroti lambatnya pemulihan produksi negara tersebut. Brent menguat 32 sen (0,5%) ke USD 65,24 per barel, sementara WTI naik 26 sen (0,4%) ke USD 60,62 per barel. Kenaikan ini melanjutkan lonjakan sekitar 1,5% pada sesi sebelumnya, setelah Kazakhstan—anggota OPEC+—menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolev akibat gangguan distribusi listrik.
Sementara itu, harga tembaga rebound pada Rabu setelah jatuh tajam di sesi sebelumnya, seiring fokus investor pada ketatnya persediaan di luar AS, meski ada keraguan soal keberlanjutan permintaan. Kontrak tembaga tiga bulan di LME naik 0,4% ke USD 12.796 per ton pada pukul 17.00 GMT, setelah turun 1,6% pada Selasa. Tembaga sempat mencetak rekor tertinggi USD 13.407 per ton pekan lalu
• INDONESIA : IHSG ditutup flat sebesar -1.4% menjadi 9010.3. Pergerakan IHSG cukup sangat volatil dikarenakan kekhawatiran mengenai sentimen risiko outflow akibat kebijakan baru MSCI mengenai float saham. Tetap berhati-hati selalu di tengah volatilitas IHSG saat ini, sembari indikator RSI yang mengindikasikan oversold dan adanya negative divergence yang menunjukkan peluang untuk koreksi pada indeks. Terlepas koreksi pada indeks berpeluang terjadi, momentum pada IHSG masih cukup kuat untuk melakukan trading berbasis narasi.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

