Today’s Outlook :
• PASAR AS :Wall Street tidak beroperasi pada Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, sementara pasar tetap bersikap hati-hati menjelang rangkaian rilis laporan keuangan emiten besar pekan ini, dengan volume perdagangan yang cenderung tipis.
Trump menyatakan akan memberlakukan tarif perdagangan hingga 25% terhadap sejumlah negara Eropa hingga tercapai kesepakatan terkait Greenland. Tarif akan dimulai sebesar 10% pada awal Februari dan meningkat menjadi 25% pada Juli jika kesepakatan gagal tercapai. Ancaman ini menuai kecaman dari para pemimpin Eropa, yang juga menolak tuntutan AS atas wilayah Denmark tersebut dan mulai menyiapkan langkah balasan ekonomi.
Pasar berbasis risiko tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Fokus investor kini tertuju pada apakah Trump akan benar-benar menerapkan tarif tersebut atau kembali mundur di menit akhir, seperti yang kerap terjadi sebelumnya, di tengah kewaspadaan pasar terhadap potensi aksi militer AS, terutama setelah intervensi Washington di Venezuela awal tahun.
• PASAR EROPA :Saham Eropa mencatat penurunan harian terbesar dalam dua bulan pada Senin, setelah investor terguncang oleh ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa hingga AS diizinkan membeli Greenland. Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 1,2%, sementara indeks di negara-negara dengan basis ekspor besar seperti Jerman dan Prancis masing-masing melemah lebih dari 1,3%.
• PASAR ASIA :Sebagian besar saham Asia melemah pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump kembali memicu kekhawatiran global soal tarif perdagangan, usai memberlakukan bea masuk terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.
Pelemahan saham China relatif terbatas setelah data produk domestik bruto (PDB) kuartal IV tercatat lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi China juga berhasil mencapai target pertumbuhan tahunan Beijing sebesar 5% pada 2025. Sementara itu, saham Korea Selatan mengungguli kawasan dan mencetak rekor tertinggi, didorong lonjakan saham Hyundai seiring optimisme investor terhadap pengembangan kecerdasan buatan dan robotika perusahaan tersebut.
Indeks CSI 300 Shanghai-Shenzhen dan Shanghai Composite bergerak dalam rentang sempit setelah data pemerintah menunjukkan pertumbuhan PDB kuartalan Desember sedikit di atas ekspektasi. PDB China tumbuh 4,5% secara tahunan pada kuartal tersebut, sejalan dengan perkiraan, sehingga pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5%. Kinerja ini terutama ditopang oleh ketahanan ekspor, didukung permintaan kuat di luar AS, yang menjaga sektor manufaktur tetap solid.
Konsumsi domestik juga terbantu oleh stimulus berkelanjutan dari Beijing untuk memulihkan kepercayaan pasca-COVID. Namun demikian, sejumlah data Desember masih menunjukkan adanya celah dalam pemulihan ekonomi China.
• KOMODITAS :Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Senin, mendekati USD 4.700 per ons, didorong peningkatan permintaan aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa terkait upayanya mengakuisisi Greenland.
Harga perak juga melesat lebih dari 5% dan mencetak rekor tertinggi baru di USD 94,35 per ons. Kenaikan perak didukung tidak hanya oleh permintaan safe haven, tetapi juga oleh perannya sebagai logam industri.
Di antara logam industri, harga tembaga menguat setelah data produk domestik bruto (PDB) China—sebagai importir terbesar—menunjukkan ekonomi negara tersebut mencapai target pertumbuhan 5% pada 2025. Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange (LME) naik 0,8% ke USD 12.898 per ton. Tembaga juga terdorong oleh reli aset fisik sejak akhir 2025, seiring ekspektasi bahwa peningkatan belanja pusat data global akan mendongkrak permintaan.
Data China menunjukkan PDB kuartal Desember tumbuh sedikit di atas perkiraan, memperkuat harapan bahwa ekonomi China tetap resilien, yang menjadi sentimen positif bagi permintaan tembaga global.
Sementara itu, harga minyak cenderung stabil pada Senin setelah kerusuhan sipil di Iran mereda, sehingga menurunkan risiko serangan AS yang berpotensi mengganggu pasokan dari produsen utama. Perhatian pasar juga tertuju pada ketegangan terkait Greenland. Brent naik tipis 1 sen (0,02%) ke USD 64,14 per barel, sementara WTI Februari stagnan di USD 59,44 per barel.
• INDONESIA : IHSG ditutup menguat dan bertahan melewati angka psikologisnya memecah resistance ATH baru diatas 9000, dimana naik menjadi 9133.87. Jika saham konglomerasi dan saham uptrend yang anda pegang tetap kuat di atas MA20, jadikan angka tersebut sebagai pedoman trailing stop anda. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum dan portofolio berbasi narasi tersebut tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi. Adapun sektor perbankan big 4 – KBMI IV secara pergerakan chart mulai cukup menarik jika berhasil breakout resistance terdekatnya.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

