Today’s Outlook :

 

• PASAR AS :Wall Street ditutup melemah pada Jumat seiring sentimen risk-off yang menyelimuti pasar. Tekanan datang dari aksi pelepasan besar-besaran di perdagangan logam mulia serta data inflasi produsen yang lebih panas dari perkiraan. Sorotan utama hari itu adalah pencalonan mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua bank sentral berikutnya. Indeks S&P 500 turun 0,4% ke 6.939,65, NASDAQ Composite melemah 0,9% ke 23.461,82, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,4% ke 48.892,47.

 

 

Pencalonan Warsh diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran terkait independensi The Fed, mengingat rekam jejak dan sikap hawkish-nya di masa lalu. Di sisi lain, Trump juga secara terbuka mendukung kesepakatan belanja bipartisan antara Senat Partai Republik dan Demokrat untuk mencegah government shutdown, dengan menyatakan dukungan melalui Truth Social dan menyerukan kerja sama. Warsh memang telah lama disebut sebagai kandidat terkuat, di tengah ketegangan Trump dengan Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, terkait kebijakan suku bunga. Trump kerap mengkritik Powell karena enggan menurunkan suku bunga dan bahkan sempat mengancam akan memecatnya, sementara pemerintahannya membuka investigasi terhadap Powell—yang disebut Powell terkait sikap The Fed yang tidak mengikuti preferensi presiden dalam penetapan suku bunga.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa menguat pada Jumat, didorong kinerja laporan keuangan kuartalan yang umumnya positif serta data ekonomi yang solid, meski tensi geopolitik masih tinggi. Indeks DAX Jerman naik 0,9%, CAC 40 Prancis menguat 0,7%, dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,5%.

 

 

Ekonomi Prancis tumbuh moderat pada kuartal IV/2025 sebesar 0,2%, melambat dari 0,5% pada kuartal sebelumnya, namun kinerja sepanjang 2025 mencapai 0,9%—melampaui asumsi pemerintah 0,7%. Sementara itu, jumlah pengangguran di Jerman tidak berubah pada Januari di 2,976 juta orang, dengan tingkat pengangguran tetap di 6,3%, menandakan pemulihan yang masih lambat. Ke depan, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan, seiring inflasi yang mendekati target dan ekonomi kawasan yang mulai menunjukkan pemulihan.

 

 

 

• PASAR ASIA : Mayoritas bursa saham Asia melemah pada Jumat, dipimpin saham teknologi, setelah penutupan Wall Street yang lemah menekan selera risiko. Sejumlah pasar yang sebelumnya mencetak kenaikan kuat sepanjang Januari terkoreksi dari level tertinggi akibat aksi ambil untung, dengan saham China memimpin penurunan.

 

 

Indeks CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing turun lebih dari 1%, sementara Hang Seng Hong Kong merosot hampir 2% dan indeks teknologi ikut melemah. Meski begitu, pasar Hong Kong masih mencatat potensi kenaikan lebih dari 7% sepanjang Januari. Sebaliknya, bursa Korea Selatan bergerak berlawanan arah, dengan KOSPI naik 0,5% didorong reli saham chip seperti SK Hynix dan Samsung Electronics pasca laporan kinerja yang kuat, dan berpeluang menguat hampir 25% sepanjang Januari.

 

 

Di Jepang, data inflasi Tokyo menunjukkan tekanan harga melandai ke level terendah dalam hampir empat tahun. Meski inflasi inti turun dari bulan sebelumnya, angkanya masih sedikit di atas target 2% Bank of Japan, sehingga ekspektasi pengetatan kebijakan dalam waktu dekat tetap terjaga.

 

 

 

• KOMODITAS – MINYAK :OPEC+ sepakat mempertahankan produksi minyak untuk Maret dalam pertemuan Minggu, meski harga minyak sempat menyentuh level tertinggi enam bulan di tengah kekhawatiran potensi serangan militer AS ke Iran. Brent ditutup mendekati USD 70/barel pada Jumat, tak jauh dari puncak enam bulan USD 71,89. Delapan negara OPEC+—Arab Saudi, Rusia, UEA, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman—sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari untuk periode April–Desember 2025, setara sekitar 3% permintaan global.

 

 


• KOMODITAS – LOGAM MULIA:
Reli besar logam mulia anjlok tajam pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti Jerome Powell. Langkah ini meredakan kekhawatiran atas independensi bank sentral dan menstabilkan dolar. Harga emas menuju penurunan harian terburuk sejak 1983, sementara harga perak bersiap mencatat penurunan harian terburuk sepanjang sejarah.

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup menguat +1.18% menjadi 8329.6. Beberapa big caps baik grup konglomerasi dan perbankan mengalami strong rebound, seiring adanya langkah dari regulator untuk mengatasi krisis aturan ini akibat kajian MSCI mengenai tidak ada inklusi dari Indonesia untuk periode rebalancing Januari 2026 akibat definisi riil float yang masih menjadi permasalahan dan perdebatan (Klasifikasi korporat – KSEI sebagai non free float). Adapun untuk hari ini, nampaknya diprediksikan akan ada flow ke LQ45 universe seiring support Danantara ke Pasar modal. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

SPECIAL PROMOTION

Buka Rekening Margin, Nikmati bunga khusus 8,5% selama 90 Hari!

Trading margin kini jadi lebih ringan, khusus untuk anda uku bunga spesial sebesar 8,5% selama 90 hari sejak tanggal pembukaan rekening margin berhasil!

Mulai investasi dengan Biaya Broker 0%!

Daftar dan buka rekening online sekarang. Nikmati biaya broker 0% khusus untuk pengguna baru

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id