Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Saham AS ditutup menguat pada Rabu, mengawali April secara positif setelah reli pemulihan membantu Wall Street menutup Maret dengan sentimen lebih baik. Harapan de-eskalasi Timur Tengah meningkat setelah Presiden Donald Trump menyebut rezim baru Iran meminta gencatan senjata. S&P 500 naik 0,7% ke 6.573,89; NASDAQ +1,2% ke 21.840,95; dan Dow Jones +0,5% ke 46.565,86.

 

 

Trump mengatakan Iran meminta gencatan senjata, namun AS akan mempertimbangkan saat Selat Hormuz terbuka dan aman. Jika dikonfirmasi, ini jadi langkah penting menuju de-eskalasi, meski ketidakpastian masih ada. Selat Hormuz—jalur 20% pasokan minyak & gas global—masih tertutup sejak konflik, memicu lonjakan harga minyak. Trump juga menyebut negosiasi berjalan baik (dibantah Teheran), meski Iran mengakui adanya komunikasi dan membuka peluang mengakhiri perang jika ada jaminan tidak diserang lagi.

 

 

Dari data ekonomi, penjualan ritel Februari naik 0,6% MoM ke USD 738,4 miliar (di atas ekspektasi 0,4% dan rebound dari -0,2% Januari). PMI manufaktur ISM naik ke 52,7% di Maret, menandakan ekspansi ekonomi berlanjut selama 17 bulan berturut-turut.

 

 

 

• PASAR EROPA :  Saham Eropa menguat pada Rabu, sementara harga minyak sempat turun, setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS akan keluar dari perang Iran dalam dua hingga tiga minggu. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 melonjak 2,5%, DAX Jerman naik 2,6%, CAC 40 Prancis bertambah 2,1%, dan FTSE 100 Inggris menguat 1,8%.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Saham Asia menguat pada Rabu setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal berakhirnya perang Iran dalam beberapa minggu, ditambah aksi buy on dip setelah pelemahan tajam di Maret. Sentimen positif dari Wall Street juga ikut mendorong pasar.

 

 

Korea Selatan jadi yang terbaik, dengan KOSPI melonjak lebih dari 8% setelah sempat anjlok ~19% di Maret. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix naik hingga ~10%, mengikuti rebound sektor chip memori. Data juga mendukung, dengan ekspor Maret melonjak 48,3% dan aktivitas manufaktur terus ekspansi.

 

 

Pasar Asia lainnya juga menguat: Nikkei 225 Jepang naik 4,7% dan TOPIX 4,4%. Di China, CSI 300 dan Shanghai Composite naik ~1,6% meski data PMI di bawah ekspektasi. Hang Seng Hong Kong naik 2%, didorong rebound saham teknologi; Zhipu AI (Knowledge Atlas) melonjak hingga 35% setelah pendapatan 2025-nya dua kali lipat.

 

 

 

KOMODITAS : Harga minyak melanjutkan penurunan di perdagangan Asia pada Kamis, dipicu meredanya ketegangan geopolitik dan kenaikan persediaan minyak AS, sementara investor menunggu pernyataan Presiden Donald Trump terkait konflik Iran.

 

 

Per 20:25 ET (00:25 GMT), Brent Juni turun 1,2% ke USD 99,92/barel, dan WTI turun 1,7% ke USD 98,40/barel. Keduanya juga ditutup melemah pada sesi sebelumnya seiring pelepasan risk premium akibat gangguan pasokan Timur Tengah. Sinyal yang bertentangan soal gencatan senjata turut meningkatkan volatilitas.

 

 

Trump menyebut presiden “rezim baru” Iran meminta gencatan senjata, namun Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim tersebut. Dari sisi pasokan, data AS menekan harga: Energy Information Administration melaporkan stok minyak mentah naik ~5,5 juta barel (pekan berakhir 27 Maret), lebih tinggi dari ekspektasi.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup menguat di zona hijau  +1.93% berada di angka 7184.4 dimana saat ini resistance selanjutnya berada di kisaran 7200-7300. Saat ini jika berbicara memgenai Indonesia, posisi untuk saat ini lebih bijak untuk memanfaatkan trading scalping yang beritme lebih cepat, seiring dengan kondisi volatilitas global serta kenaikan harga minyak masih menjadi sentimen negatif penekan IHSG terlepas harga minyak sudah mulai mengalami koreksi sejalan dengan tensi yang melemah. Walaupun nampaknya tensi konflik antara US – Iran mulai mengalami pelunakan dan lebih mereda, tetap berhati-hati sebelum berhasil menguji resistance selanjutnya di IHSG dikarenakan pasar masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan terkait free float serta overhang dari MSCI.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.