Today’s Outlook :

 

 

• PASAR AS : Pada penutupan perdagangan di NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 0,17%, sementara indeks S&P 500 melemah 0,06%, dan indeks NASDAQ Composite turun 0,06%. Volume perdagangan relatif sepi menjelang libur Martin Luther King Jr. Day pada hari Senin.

 

 

Investor juga mencerna kabar bahwa Trump mengatakan ia mungkin ingin mempertahankan penasihat ekonominya, Kevin Hassett, di posisinya saat ini, sehingga menurunkan spekulasi pasar bahwa Hassett akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

 

 

Trump pada akhir pekan menyatakan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris mulai 1 Februari. Tarif tersebut akan naik menjadi 25% pada Juni jika tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland.

 

 

Negara-negara Eropa sebagian besar mengecam ancaman tersebut, dengan Prancis mengusulkan berbagai langkah pembalasan jika Trump tetap memberlakukan tarif itu. Presiden AS tersebut berulang kali menyerukan agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan langkah tersebut penting bagi keamanan nasional AS. Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.

 

 

Sebelumnya, Trump juga sempat mengemukakan kemungkinan mengerahkan militer AS ke Greenland—ancaman yang dinilai semakin kredibel setelah adanya aksi militer AS di Venezuela pada awal tahun.

 

 

 

• PASAR EROPA : Saham Eropa melemah pada Jumat dan menutup pekan di zona negatif di tengah kekhawatiran investor terhadap perkembangan geopolitik. DAX Jerman turun 0,3%, CAC 40 Prancis melemah 0,7%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,1%.

 

 

Ketegangan meningkat setelah pertemuan antara pejabat AS, Denmark, dan Greenland gagal mencapai kesepakatan soal masa depan Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyebut masih ada “perbedaan mendasar” dengan AS dan memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi mengancam keberlangsungan NATO.

 

 

Sementara itu, data menunjukkan inflasi Jerman stagnan pada Desember dengan kenaikan tahunan 1,8%, di bawah target ECB 2%. ECB menahan suku bunga dan memberi sinyal belum terburu-buru mengubah kebijakan karena pertumbuhan ekonomi cukup kuat dan tekanan inflasi mereda.

 

 

 

 

• PASAR ASIA :Saham Asia bergerak beragam pada Jumat, dengan saham teknologi menguat mengikuti kinerja positif TSMC, meski pelemahan di sektor lain membatasi kenaikan. Bursa Asia yang didominasi saham teknologi menguat, dipimpin KOSPI Korea Selatan yang naik lebih dari 1%, didorong reli saham chip seperti Samsung Electronics (+3,5%) dan SK Hynix (+0,8%), setelah TSMC membukukan laba kuartal IV di atas ekspektasi dan menegaskan kuatnya permintaan berbasis AI.

 

 

Saham teknologi di Jepang dan Hong Kong juga naik, meski Nikkei 225 dan Hang Seng tertahan oleh pelemahan sektor lain. Di sisi lain, China memperketat aturan perdagangan frekuensi tinggi, termasuk meminta penghapusan server untuk perdagangan otomatis, menyusul kenaikan persyaratan margin sebelumnya. Langkah ini memicu respons negatif investor di tengah kekhawatiran intervensi berlebihan pemerintah, sementara bursa China daratan mencatat penurunan tajam pekan ini. Fokus pasar tetap tertuju pada upaya stimulus Beijing, setelah data Desember menunjukkan tanda-tanda perbaikan, terutama pada belanja konsumen.

 

 

 

 

KOMODITAS :Harga minyak ditutup menguat pada Jumat, didorong aksi penutupan posisi short menjelang libur Martin Luther King Day di AS serta kekhawatiran berlanjut terkait potensi serangan militer AS terhadap Iran. Brent naik 0,58% ke USD 64,13 per barel, sementara WTI menguat 0,42% ke USD 59,44 per barel.

 

 

Di sisi kebijakan energi, Gedung Putih mendesak operator jaringan listrik terbesar AS, PJM Interconnection, untuk menggelar lelang darurat pasokan listrik guna mencegah pemadaman bergilir, seiring lonjakan permintaan energi dari pusat data dan AI yang melampaui kemampuan pembangunan pembangkit baru. Pemerintahan Trump menilai langkah ini penting untuk menekan kenaikan harga listrik dan risiko gangguan pasokan di wilayah Mid-Atlantic, sekaligus mempercepat pembangunan lebih dari USD 15 miliar kapasitas pembangkit baru. Isu inflasi energi juga menjadi perhatian menjelang pemilu paruh waktu November.

 

 

 

 

INDONESIA : IHSG ditutup menguat dan bertahan melewati angka psikologisnya memecah 9000, dimana naik menjadi 9075.41. Jika saham konglomerasi dan saham uptrend yang anda pegang tetap kuat di atas MA20, jadikan angka tersebut sebagai pedoman trailing stop anda. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum dan portofolio berbasi narasi tersebut tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi. Adapun komoditas emas sempat menyentuh all time highnya, dimana berpeluang untuk memberikan katalis positif bagi perdagangan saham saham berbasis emas di IHSG.

 

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.