Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS : S&P 500 ditutup di rekor tertinggi baru pada Jumat, didorong penguatan saham Broadcom dan emiten chip lainnya. Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan tidak banyak mengubah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

 

 

Ketiga indeks utama Wall Street menguat pada pekan penuh pertama perdagangan 2026, ditopang sektor material, industri, dan sektor-sektor non-teknologi. S&P 500 naik 0,65% ke 6.966,28, Nasdaq menguat 0,82% ke 23.671,35, sementara Dow Jones naik 0,48% ke 49.504,07.

 

 

Dari sisi valuasi, S&P 500 diperdagangkan di sekitar 22 kali proyeksi laba, masih di atas rata-rata lima tahun. Minat investor mulai bergeser ke saham value, dengan indeks value S&P 500 naik sekitar 2% sepanjang 2026, mengungguli indeks growth yang naik 1%.

 

 

Di sisi kebijakan, Mahkamah Agung AS belum mengeluarkan putusan terkait legalitas tarif luas Presiden Donald Trump, membuat investor menanti kepastian. Sementara itu, saham pemberi kredit perumahan menguat setelah Trump mengumumkan rencana pembelian obligasi hipotek USD 200 miliar untuk menekan biaya perumahan.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa menguat pada Jumat, didorong rilis data ketenagakerjaan AS yang menjadi acuan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026. DAX Jerman naik 0,5%, CAC 40 Prancis melonjak 1,4%, sementara FTSE 100 Inggris menguat 0,8%.

 

 

Dari sisi data kawasan, produksi industri Jerman tumbuh 0,8% secara bulanan pada November, berbalik positif dari perkiraan kontraksi 0,6%, mengindikasikan tanda pemulihan ekonomi terbesar di zona euro menjelang akhir tahun. Sementara itu, penjualan ritel zona euro untuk November dijadwalkan rilis kemudian hari dan diperkirakan menunjukkan konsumen masih berada di bawah tekanan.

 

 

 

• PASAR ASIA : Mayoritas bursa Asia menguat tipis pada Jumat, mengikuti pergerakan Wall Street yang bercampur semalam, seiring investor bersikap hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Pergerakan pasar cenderung terbatas, dengan sektor teknologi memimpin pelemahan.

 

 

Indeks KOSPI Korea Selatan relatif datar setelah sempat mencetak rekor awal pekan ini berkat reli saham chip. Samsung Electronics dan SK Hynix turun 1,5%—3%. Sebaliknya, saham Jepang mengungguli kawasan, didorong pelemahan yen terhadap dolar AS yang menguntungkan emiten berorientasi ekspor.

 

 

Di China, data resmi menunjukkan inflasi konsumen naik ke level tertinggi hampir tiga tahun. Indeks harga konsumen meningkat 0,8% yoy pada Desember, tercepat dalam sekitar 34 bulan, sementara harga bulanan naik 0,2%. Pada saat yang sama, deflasi harga produsen mereda, mengindikasikan stabilisasi harga di tingkat pabrik dan memberi sinyal China mungkin mendekati akhir periode deflasi panjang yang menekan pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

KOMODITAS : Pembicaraan Rio Tinto untuk mengakuisisi Glencore dan membentuk pemimpin baru industri global berpotensi memicu gelombang konsolidasi di sektor tambang yang haus tembaga, sekaligus memberi tekanan pada BHP, saat ini penambang terbesar dunia, untuk merespons. Jika berhasil, kesepakatan ini—tergantung nilai akhirnya—berpotensi masuk 10 besar transaksi M&A terbesar sepanjang sejarah dan mencerminkan dorongan skala yang diperkirakan akan memicu mega-deal pada 2026.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG ditutup akhirnya terkoreksi sebesar -+0.13% menjadi 8936.75 dimana masih belum berhasil memecah resistance angka psikologis 9000. Terlepas belum berhasil breakout, boleh melakukan spekulasi buy on weakness dikarenakan momentum IHSG yang masih strong bullish. Kami melihat dalam minggu awal perdagangan di IHSG, kenaikan saham di IHSG didukung dengan banyak sekali katalis narasi yang cukup atraktif di 2026 seperti kenaikan modal untuk Bank KBMI 1 (BNBA dsb.), kenaikan modal inti asuransi serta saham – saham berbasis minyak serta tanker perkapalan LNG. Dari segi konglomerasi, saham – saham konglomerasi yang belum ada flow kenaikan sepanjang 2025 seperti katalis musiman Panin Group nampaknya mulai atrakif, mengingat konglomerasi lain yang sudah banyak mengalami rally. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum dan portofolio berbasi narasi tersebut tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.