Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Indeks acuan S&P 500 turun 0,2% ke 6.782,43, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,1% ke 47.706,51. NASDAQ Composite ditutup hampir tidak berubah di 22.697,10. Pasar saham AS ditutup sedikit lebih rendah pada Selasa, karena penguatan saham sektor communication services tidak mampu mengimbangi sentimen investor yang masih dibayangi ketidakpastian mengenai kapan konflik dengan Iran akan berakhir. Harga minyak yang turun setelah reli tajam pada sesi sebelumnya sempat meredakan kekhawatiran inflasi.

 

 

Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan perang bisa segera berakhir, pertempuran masih terus berlangsung dengan serangan udara terbesar AS terhadap Iran sejauh ini. Trump juga memperingatkan akan ada serangan tambahan jika Iran berupaya memblokir pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Trump bahkan menyebut kemungkinan mengambil kendali atas Selat Hormuz jika situasi memburuk. Ia juga mengancam akan menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei apabila Iran tidak memenuhi tuntutan Washington. Mojtaba Khamenei merupakan putra Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS–Israel pada awal konflik Februari lalu, dan dipandang sebagai sosok yang dapat melanjutkan garis keras Teheran.

 

 

 

• PASAR EROPA : Pasar saham Eropa menguat pada Selasa, mengikuti kenaikan bursa Asia setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan akan berakhir “sangat segera.” Indeks Stoxx 600 pan-Eropa naik 1,9%, DAX Jerman menguat 2,3%, CAC 40 Prancis naik 1,8%, dan FTSE 100 Inggris meningkat 1,6%.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Saham Asia rebound pada Selasa, seiring turunnya harga minyak dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir serta komentar Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan konflik dengan Iran berpotensi segera mereda.

 

 

KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 6% setelah pada sesi sebelumnya sempat turun hampir 6%. Nikkei 225 Jepang naik hampir 4% setelah anjlok lebih dari 5% pada Senin, sementara indeks TOPIX turut menguat sekitar 3%. Sentimen investor membaik setelah Trump menyatakan konflik yang melibatkan Iran kemungkinan mendekati akhir, meredakan kekhawatiran akan perang berkepanjangan.

 

 

Pasar Asia juga mendapat dukungan dari data perdagangan China yang lebih kuat dari perkiraan. Data menunjukkan ekspor China melonjak 21,8% YoY pada periode Januari–Februari, jauh melampaui ekspektasi, sementara impor naik hampir 20%, mencerminkan permintaan domestik yang kuat. Data ini menegaskan ketahanan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut di tengah ketegangan perdagangan global dan tarif.

 

 

 

KOMODITAS : Harga minyak anjlok lebih dari 11% pada Selasa, mencatat penurunan harian terbesar sejak 2022, setelah Presiden AS Donald Trump memprediksi perang dengan Iran yang mengganggu arus minyak global akan segera berakhir.

 

 

Minyak Brent turun US$11,16 (11%) menjadi US$87,80 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah US$11,32 (11,9%) ke US$83,45 per barel. Kedua acuan ini mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Maret 2022, setelah sebelumnya melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun.

 

 

Penurunan sempat semakin dalam setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan militer AS telah membantu pengiriman minyak keluar dari Selat Hormuz dan mengawal kapal tanker agar pasokan minyak tetap mengalir ke pasar global.

 

 

Isu harga energi juga menjadi sorotan politik menjelang pemilu paruh waktu Kongres AS pada November, ketika Partai Republik berupaya mempertahankan kendali di tengah kekhawatiran pemilih terhadap kenaikan harga energi.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG berhasil rebound memantul sejauh +1.41% ke level menjadi 7440.9 sejalan dengan indeks bursa global dan harga minyak mentah yang turun. Meski begitu, harus tetap berhati-hati dengan kondisi global yang masih memanas serta volatilitas dari harga minyak yang sangat volatil.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.