Today’s Outlook :
• PASAR AS :Saham AS ditutup menguat pada Senin seiring berlanjutnya rebound sektor teknologi setelah tekanan besar akibat tema AI pekan lalu. Penguatan ini mendorong Dow Jones Industrial Average menembus level 50.000 untuk pertama kalinya. Dow berakhir relatif datar di 50.135,87, S&P 500 naik 0,4% ke 6.961,23, dan NASDAQ Composite menguat 0,9% ke 23.238,67. Penguatan lanjutan ini menyusul reli tajam pada Jumat, saat Dow mencetak rekor dan S&P 500 serta Nasdaq masing-masing melonjak sekitar 2%.
Investor kini menanti rilis data ekonomi AS utama yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan, termasuk laporan ketenagakerjaan Januari yang dijadwalkan Rabu dan inflasi (CPI) Januari pada Jumat. Data ini akan dicermati untuk menilai apakah pasar tenaga kerja mulai mendingin dan apakah tekanan inflasi cukup mereda sehingga membuka ruang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
• PASAR EROPA :Saham Eropa menguat pada Senin, mengawali pekan padat yang diwarnai rilis lanjutan laporan keuangan kuartalan serta sejumlah data ekonomi penting. Indeks DAX Jerman naik 1,2%, CAC 40 Prancis menguat 0,6%, dan FTSE 100 Inggris naik 0,2%.
Pekan ini akan dirilis data pertumbuhan dari kawasan euro dan Inggris. Namun, perhatian utama pasar tertuju pada serangkaian data ekonomi utama AS yang diharapkan memberi petunjuk lebih jelas terkait kekuatan ekonomi terbesar dunia, setelah rilisnya sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan singkat. Laporan nonfarm payrolls dan indeks harga konsumen (CPI) Januari dijadwalkan rilis akhir pekan ini, menyusul pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed berikutnya.
• PASAR ASIA :Mayoritas bursa saham Asia melonjak tajam pada Senin, mengikuti reli saham teknologi di Wall Street akhir pekan lalu. Saham Jepang menembus rekor tertinggi setelah koalisi berkuasa Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemungutan suara DPR. Selera risiko membaik di kawasan setelah indeks saham AS rebound kuat pada Jumat, memulihkan sebagian penurunan tajam sebelumnya akibat kekhawatiran disrupsi AI.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hingga 5,6% ke rekor baru 57.337,07, didorong kepastian politik pascakemenangan besar koalisi Takaichi dalam pemilu DPR Minggu. Indeks TOPIX naik 3,4% ke rekor 3.825,67. Pasar memperkirakan pemerintah Takaichi akan mendorong belanja publik, insentif pajak, serta kebijakan peningkatan upah dan investasi korporasi, sembari melanjutkan dukungan ke sektor strategis seperti teknologi, pertahanan, dan energi.
Di Korea Selatan, KOSPI melonjak hampir 5% setelah dua hari sebelumnya tertekan tajam. Saham Samsung Electronics naik lebih dari 5% menyusul laporan bahwa perusahaan akan memulai produksi massal chip memori HBM4 generasi terbaru akhir bulan ini. Saham SK Hynix juga naik lebih dari 5%. Di kawasan lain, Hang Seng Hong Kong menguat 1,8% dengan subindeks Hang Seng TECH naik 1,3%, sementara Shanghai Composite China daratan naik 1,4%.
• KOMODITAS – LOGAM MULIA :Harga emas menguat tipis pada Senin, diikuti kenaikan perak, setelah volatilitas tinggi pekan lalu akibat lemahnya permintaan aset aman, aksi ambil untung, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS. Pada 13:09 ET, emas spot naik 1,9% ke USD 5.055,90/oz dan emas berjangka April naik 2% ke USD 5.081,49/oz. Perak spot melonjak 5,9% ke USD 82,55/oz, menjauh dari level terendah sekitar USD 60/oz pekan lalu, sementara platinum spot naik 0,9% ke USD 2.118,15/oz. Cadangan emas bank sentral China meningkat menjadi 74,19 juta troy ounce per akhir Januari dari 74,15 juta bulan sebelumnya. PBOC memimpin pembelian emas bank sentral global dalam setahun terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian fiskal negara maju.
• KOMODITAS – MINYAK :Harga minyak ditutup naik lebih dari 1% pada Senin setelah Departemen Transportasi AS mengimbau kapal berbendera AS untuk menjauh dari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman. Brent naik 99 sen (1,5%) ke USD 69,04/barel, sementara WTI naik 81 sen (1,3%) ke USD 64,36/barel. Otoritas maritim AS menyoroti risiko kapal diboarding pasukan Iran di kawasan tersebut, dan menyarankan kapal AS tetap dekat Oman saat melintas ke arah timur. Langkah ini kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan, mengingat sekitar 20% konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz.
• INDONESIA : IHSG ditutup menguat +1.2% menjadi 8031.87 dimana beberapa saham konglomerasi mulai rebound. Untuk hari ini, nampaknya pasar akan cenderung bearish mengingat FTSE yang menunda inklusi rebalancing di periode Februari 2026 ini khusus untuk saham Indonesia seiring dengan agenda reformasi pasar modal Indonesia. Selain itu, jika mendapatkan big caps yang terkoreksi bisa dijadikan opportunity buy. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

