Today’s Outlook :
• PASAR AS : Saham AS melonjak pada Selasa, didorong reli besar seiring harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah. S&P 500 naik 2,9% ke 6.528,99, NASDAQ melonjak 3,8% ke 21.590,63, dan Dow Jones naik 2,5% ke 46.341,21. Sentimen membaik setelah laporan bahwa Presiden Donald Trump terbuka untuk mengakhiri perang tanpa harus membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya. Iran juga menyatakan siap mengakhiri perang jika mendapat jaminan keamanan. Kenaikan ini membuat Nasdaq keluar dari zona koreksi, menyusul Dow sehari sebelumnya. Meski begitu, kinerja Maret tetap negatif: S&P 500 -5,1%, Nasdaq -4,8%, dan Dow -5,4% (terburuk sejak September 2022).
Laporan menyebut Trump ingin mengakhiri operasi militer meski Iran masih menguasai Selat Hormuz, yang penutupannya memicu lonjakan harga minyak global. AS diperkirakan akan menekan Iran secara militer dan diplomatik, sambil mendorong sekutu mengambil peran di kawasan. Trump menyebut perang tidak akan berlangsung lama dan Selat Hormuz akan terbuka kembali. Ia juga meminta negara-negara terdampak untuk membeli bahan bakar dari AS dan lebih mandiri dalam menghadapi konflik.
• PASAR EROPA : Saham Eropa menguat pada Selasa meski harga minyak terus melonjak tajam, didukung laporan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri perang dengan Iran meskipun Selat Hormuz masih largely tertutup. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,4%, DAX Jerman naik 0,3%, FTSE 100 Inggris menguat 0,5%, dan CAC 40 Prancis naik 0,6%.
• PASAR ASIA : Saham Asia bergerak mixed pada Selasa, seiring pasar mencerna perkembangan terbaru perang AS–Israel melawan Iran. Kawasan ini masih terbebani penurunan tajam sepanjang Maret akibat konflik tersebut. Indeks Nikkei 225 Jepang dan KOSPI Korea Selatan menjadi yang terburuk selama Maret, terutama karena tekanan besar pada saham teknologi.
KOSPI turun 2,2% pada Selasa dan menjadi pasar dengan kinerja terburuk di Asia sepanjang Maret, anjlok sekitar 17%. Penurunan dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat perang Iran, serta aksi jual besar di saham chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, di tengah ketidakpastian permintaan chip jangka panjang dari industri AI.
Di China, indeks CSI 300 turun 0,6% dan Shanghai Composite melemah 0,4%, sementara Hang Seng Hong Kong juga turun 0,4%. Pelemahan terjadi meski data PMI Maret positif, dengan aktivitas manufaktur dan non-manufaktur tumbuh lebih kuat dari ekspektasi, menunjukkan perbaikan aktivitas bisnis didukung permintaan ekspor dan stimulus dari pemerintah China.
• KOMODITAS : Harga minyak naik tipis pada awal perdagangan Rabu, dengan Brent melanjutkan reli kuat sepanjang Maret di tengah volatilitas Timur Tengah, meski ada laporan AS dan Iran makin dekat ke kesepakatan damai. Kontrak Brent front-month Juni naik 0,63% ke USD 104,63 per barel. Sepanjang Maret, Brent mencatat kenaikan bulanan rekor 64% (data sejak 1988). WTI kontrak Mei naik 0,95% ke USD 102,34 per barel, sementara kontrak Juni naik 0,49% ke USD 93,62 per barel. Produksi minyak Organization of the Petroleum Exporting Countries turun 7,3 juta barel per hari pada Maret dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan dampak pemangkasan ekspor akibat penutupan Selat Hormuz. Gangguan pasokan dan penutupan jalur tersebut mendorong analis menaikkan proyeksi harga minyak tahunan secara signifikan dari Februari ke Maret.
• INDONESIA : IHSG ditutup terkoreksi -0.61% berada di angka 7048.22 dimana masih ranging, Saat ini jika berbicara memgenai Indonesia, posisi untuk saat ini lebih bijak untuk memanfaatkan trading scalping yang beritme lebih cepat, seiring dengan kondisi volatilitas global serta kenaikan harga minyak masih menjadi sentimen negatif penekan IHSG. Namun sebagai catatan dikarenakan bursa global terutama US mulai mengalami penguatan signifikan selaras dengan meredanya tensi antara US dan Iran, market memiliki peluang untuk rebound.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

