Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Indeks acuan S&P 500 turun 1,2% ke 6.799,99, sementara NASDAQ Composite merosot 1,6% ke 22.540,59. Dow Jones Industrial Average melemah 1,2% ke 48.908,41. Ketiga indeks utama AS ditutup negatif tajam pada Kamis seiring sentimen risk-off yang menekan pasar, termasuk logam dan Bitcoin. Saham teknologi melanjutkan pelemahan, dipimpin penurunan pasca-laporan kinerja Qualcomm dan Alphabet. Data tenaga kerja yang lemah turut membebani sentimen.

 

 

Dari kalender ekonomi, data Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pemutusan hubungan kerja AS Januari mencapai 108.435—tertinggi sejak 2009 dan tiga kali lipat Desember 2025 (35.554). Klaim pengangguran mingguan tercatat 231 ribu (di atas ekspektasi), sementara klaim berkelanjutan naik ke 1,844 juta (di bawah perkiraan). Data JOLTS Desember menunjukkan lowongan kerja melambat ke 6,542 juta, jauh di bawah konsensus 7,2 juta. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps pada Maret naik ke hampir 16% dari ~9% sehari sebelumnya. The Fed pekan lalu menahan suku bunga di 3,5%–3,75% setelah tiga kali pemangkasan beruntun pada 2025.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dipicu sentimen negatif dari Wall Street, rilis kinerja emiten besar, serta pertemuan kebijakan ECB dan Bank of England. Indeks DAX Jerman turun 0,6%, FTSE 100 Inggris merosot 1%, dan CAC 40 Prancis melemah 0,3%.

 

 

Pesanan industri Jerman naik 7,8% pada Desember (mtm), berlawanan dengan ekspektasi penurunan 2,2%.

 

 

ECB kembali menahan suku bunga, dengan kebijakan diperkirakan tetap akomodatif seiring inflasi rendah dan pertumbuhan stabil. Suku bunga deposito dipertahankan di 2%, level sejak pemangkasan Juni tahun lalu. Inflasi CPI zona euro melandai ke 1,7% (yoy) pada Januari dari 1,9% di Desember. Bank of England juga menahan suku bunga pada pertemuan pertama tahun ini, dengan inflasi masih jauh di atas target.

 

 

 

• PASAR ASIA : Bursa saham Asia melemah pada Kamis, terkoreksi dari rekor tertinggi awal pekan, seiring volatilitas tajam saham teknologi global akibat kekhawatiran disrupsi AI yang menekan sentimen investor. Koreksi ini menyusul aksi jual besar saham teknologi AS semalam, saat Nasdaq turun lebih dalam dibanding indeks utama lainnya.

 

 

Tekanan terjadi setelah pekan yang bergejolak bagi saham teknologi dan semikonduktor, dipicu kekhawatiran kemajuan AI dapat mengganggu model bisnis dan menekan margin, mendorong investor ambil untung pascarali kuat. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 3,7% setelah mencetak rekor dalam dua sesi sebelumnya. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun lebih dari 5% seiring aksi ambil untung. Di China, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite turun hampir 1% masing-masing. Hang Seng Hong Kong melemah 1,2%, dengan subindeks Hang Seng TECH turun 1,5%.

 

 

 

KOMODITAS – MINYAK : Harga minyak ditutup turun hampir 3% pada Kamis di tengah perdagangan volatil, setelah AS dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat, meredakan kekhawatiran pasokan minyak Iran. Brent turun USD 1,91 (-2,75%) ke USD 67,55/barel, sementara WTI turun USD 1,85 (-2,84%) ke USD 63,29/barel. Pembicaraan ini berlangsung saat AS meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah, sementara negara-negara kawasan berupaya menghindari eskalasi konflik. Sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz, jalur utama ekspor bagi Arab Saudi, UEA, Kuwait, Irak, dan Iran.

 

 


• KOMODITAS – LOGAM :
Harga emas turun pada Kamis, berbalik dari penguatan sebelumnya, sementara perak anjlok tajam. Pukul 14:41 ET, emas spot turun 2,7% ke USD 4.830,83/oz dan emas berjangka April turun 2% ke USD 4.852,01/oz. Perak spot ambles 15,6% ke USD 74,4235/oz, dan perak berjangka Maret turun 12,3% ke USD 74,035/oz. Penurunan perak dipicu aksi jual besar yang bermula dari pasar China, dengan kontrak Shanghai memicu tekanan ke pasar spot.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG ditutup terkoreksi -0.53% menjadi 8103.88 seiring dengan tekanan yang masih terjadi di saham universe konglomerasi, namun dari sisi positifnya adalah saham berfundamental klasik consumer dan Big Banks tetap stabil yang mana seraya mengindikasikan akumulasi pembelian oleh Danantara, dipimpin oleh BMRI. Untuk hari ini, nampaknya pasar akan cenderung bearish mengingat penurunan outlook yang disematkan Moody’s ke level Negative Rating, terlepas rating masih berada di investment grade level Baa2. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini .

 

 

Unduh Laporan Lengkapnya DISINI.