Today’s Outlook :
• PASAR AS : Tiga indeks utama AS ditutup di zona merah, menghentikan tren penguatan sebelumnya. S&P 500 turun sekitar 0,2%, Nasdaq Composite melemah 0,3%, dan Dow Jones Industrial Average sedikit turun. Pelemahan dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Iran kembali menutup Selat Hormuz pada akhir pekan, sementara muncul sinyal yang saling bertentangan terkait potensi pembicaraan damai di Pakistan. Di saat yang sama, AS menyita kapal kargo Iran, yang memicu ancaman balasan dari Teheran. Lonjakan tajam harga minyak pada Senin turut menekan sentimen investor karena kekhawatiran terhadap pasokan energi. Perhatian pasar kini tertuju pada rencana pembicaraan di Islamabad pada Selasa, di mana pejabat AS diperkirakan akan melanjutkan diskusi tahap kedua untuk meredakan ketegangan.
Saham Apple turun >1% setelah jam perdagangan usai, usai pengumuman Tim Cook akan jadi executive chairman dan John Ternus menjadi CEO mulai 1 Sept 2026. Keputusan ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi, namun tetap mengejutkan investor. Cook akan tetap menjabat sebagai CEO hingga musim panas untuk memastikan transisi berjalan mulus.
• PASAR EROPA :Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Senin, seiring investor mengevaluasi kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mengurangi harapan atas dibukanya kembali jalur tanker melalui Selat Hormuz. Indeks Stoxx 600 turun 0,8%, DAX Jerman melemah 1%, CAC 40 Prancis turun 1,1%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,6%. Saham-saham perusahaan barang mewah Eropa mengalami tekanan karena konflik Iran diperkirakan berdampak pada penjualan. Selain itu, sektor travel dan leisure juga melemah akibat potensi kenaikan biaya bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
• PASAR ASIA : Pasar saham Asia justru menguat pada Senin, didukung oleh kenaikan moderat pada saham teknologi, meskipun sentimen keseluruhan masih cenderung hati-hati di tengah eskalasi konflik AS-Iran. Nikkei 225 Jepang naik 1%, sementara indeks TOPIX menguat 0,7%. Di Korea Selatan, KOSPI naik 1,1%, didorong oleh kenaikan lebih dari 3% pada saham SK Hynix setelah perusahaan mengumumkan akan memulai produksi modul server SOCAMM2 untuk chip generasi terbaru Nvidia Vera Rubin.
• KOMODITAS :Harga minyak turun pada Selasa, membalikkan kenaikan tajam pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya harapan bahwa pembicaraan damai antara AS dan Iran akan segera berlangsung dan membuka kembali pasokan dari kawasan Timur Tengah. Harga Brent turun 95 sen atau sekitar 1% ke USD 94,53, sementara WTI kontrak Mei turun USD 1,54 atau 1,72% ke USD 88,07. Kontrak Mei akan segera berakhir, sedangkan kontrak Juni yang lebih aktif turun USD 1,09 atau 1,3% ke USD 86,37. Sebelumnya pada Senin, harga minyak melonjak tajam—Brent naik 5,6% dan WTI 6,9%—setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz dan AS menyita kapal kargo Iran sebagai bagian dari blokade terhadap pelabuhan negara tersebut.
• INDONESIA :IHSG ditutup terkoreksi -0.75% di zona merah berada di angka 7594, dan masih terbentur resistance area 7600-7700. Pasar Indonesia saat ini sudah mulai kebal dengan sentimen geopolitik US-Iran, dan selanjutnya agenda reformasi IHSG yang sudah terlihat mulai dari perilisan HCL memberikan angin segar bagi bursa IHSG. Namjn, tetap berhati-hati terkait dengan volatilitas yang timbul hari ini beriringan dengan sentimen geopolitik yang masih panas. Hari ini, ekspektasikan indeks akan mengalami koreksi sejalan dengan sentimen MSCI untuk Indonesia yang masih belum memperoleh adanya rebalancing baru serta koreksinya BREN dan DSSA yang memiliki peluang untuk terkena outflow sebagai dampak dari perilisan untuk Mei 2026, dimana pasal saham yang merupakan saham HCL akan dihapus dari indeks MSCI Indonesia.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

