Today’s Outlook :

 

• PASAR AS : Bursa saham AS ditutup melemah pada Jumat dan mencatat penurunan mingguan di tengah volatilitas harga minyak akibat perang Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Russell 2000 bahkan mencatat penutupan terendah tahun ini.

 

 

Harga minyak kembali naik meskipun Presiden AS Donald Trump sempat melonggarkan sementara sanksi terhadap minyak Rusia untuk meredakan kekhawatiran pasokan. WTI naik 3,11% ke USD 98,71 per barel, sementara Brent naik 2,67% ke USD 103,14, menembus USD 100 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022.

 

 

Pernyataan Trump yang berjanji akan menyerang Iran lebih keras serta laporan konflik yang meluas ke Lebanon, Kuwait, Irak, UEA, Bahrain, dan Oman meredupkan harapan de-eskalasi. Iran juga memperketat blokade Selat Hormuz, jalur yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia. IEA memperingatkan perang ini dapat memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

 

 

Sementara itu, revisi turun PDB kuartal IV AS dan sejumlah data ekonomi yang lemah menambah tekanan pasar. Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu depan, dengan peluang pemangkasan suku bunga semakin kecil. Dow Jones turun 0,26%, S&P 500 melemah 0,61%, dan Nasdaq turun 0,93%. Sektor teknologi mencatat penurunan terbesar, sementara utilities menguat. Sektor keuangan juga turun 3,4% sepanjang pekan di tengah kekhawatiran kualitas kredit.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Jumat, seiring harga minyak bertahan di sekitar USD 100 per barel meski AS mengizinkan sejumlah negara membeli sebagian minyak Rusia yang terkena sanksi guna meredakan ketatnya pasokan global. Indeks Stoxx 600 pan-Eropa turun 0,5% setelah sempat melemah hingga 1,2% pada awal sesi. DAX Jerman turun 0,7%, CAC 40 Prancis melemah 0,9%, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,4%.

 

 

Sementara itu, inflasi Prancis—ekonomi terbesar kedua di Eropa—naik 1,1% secara tahunan pada Februari berdasarkan metode harmonisasi Uni Eropa, sesuai estimasi dan lebih tinggi dari 0,4% pada Januari. Inflasi dengan metode serupa di Spanyol juga naik tipis menjadi 2,5%.

 

 

•  PASAR ASIA :Sebagian besar bursa Asia melemah pada Jumat karena pasar masih diliputi kekhawatiran di tengah minimnya tanda meredanya perang AS–Israel dengan Iran, dengan dampak inflasi dari konflik tersebut menjadi perhatian utama. Sentimen pasar juga tertekan oleh kekhawatiran gangguan pasokan minyak setelah Teheran memblokir Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel. Asia sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah, sehingga gangguan berkepanjangan berpotensi memicu dampak ekonomi luas.

 

 

Nikkei 225 Jepang dan KOSPI Korea Selatan menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan sekitar 1,2%, sementara TOPIX melemah 0,6%. Nikkei juga tertekan setelah saham Honda Motor anjlok lebih dari 6% akibat proyeksi kerugian tahunan terkait biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik.

 

 

Sementara itu, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite di China naik tipis dan mencatat kenaikan ringan secara mingguan. Hang Seng Hong Kong turun 0,2% dan mencatat pelemahan sekitar 0,3% sepanjang pekan di tengah pelemahan saham teknologi lokal.

 

 

 

KOMODITAS: 

MINYAK: Harga minyak melonjak tajam dalam perdagangan Asia pada Senin seiring perang AS–Israel dengan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda, terutama setelah serangan terhadap Pulau Kharg, pusat sekitar 90% ekspor minyak Iran.

 

 

Brent sempat naik hingga 3% ke USD 106,50 per barel, sebelum memangkas kenaikan menjadi sekitar USD 104,77 per barel. AS menyerang Pulau Kharg pada akhir pekan, dengan Presiden Donald Trump menyebut serangan hanya menargetkan aset militer namun juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak Iran.

 

 

Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone di kawasan Teluk Persia, menargetkan pusat populasi dan aset militer AS. Teheran juga tetap memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, setelah sebelumnya menyerang kapal di sekitar jalur tersebut.

 

 

Trump juga meminta beberapa negara, termasuk China, untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Ia bahkan mengancam menunda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping serta memperingatkan masa depan buruk bagi NATO jika aliansi tersebut tidak membantu mengatasi konflik Iran.

 

 

Pejabat AS masih mengklaim perang akan berakhir cepat, sementara Iran menyatakan siap mempertahankan diri. Pemerintah AS juga dilaporkan tengah menyiapkan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz.

 

 

 

• INDONESIA :IHSG kembali terkoreksi sejauh -3.05% ke level menjadi 7137.2 sejalan dengan indeks bursa global dan kepanikan terkait harga minyak mentah dunia yang naik kembali menyentuh USD 100 / barrel serta dengan tindakan investor yang nampaknya mengurangi posisi seiring dengan libur panjang hari raya Idul Fitri di IHSG. Investor diharapkan tetap berhati-hati dengan kondisi global yang masih memanas serta volatilitas dari harga minyak yang sangat volatil serta melakukan trading yang beritme lebih cepat sejalan dengan pergerakan pasar yang seperti “Kangaroo market”.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.