Today’s Outlook :
• PASAR AS : Saham AS ditutup menguat pada Rabu, meski turun dari level tertinggi sesi, setelah risalah Federal Reserve mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan untuk menekan inflasi. Penguatan sebelumnya ditopang rebound sektor teknologi serta peralihan investor ke saham dan pelepasan obligasi usai data ekonomi yang solid.
S&P 500 naik 0,6% ke 6.881,32; NASDAQ Composite menguat 0,8% ke 22.753,64; dan Dow Jones naik 0,3% ke 49.662,66.
Risalah rapat menunjukkan hampir seluruh anggota Federal Open Market Committee sepakat menahan suku bunga acuan di 3,50%–3,75% pada akhir Januari. Namun, sejumlah anggota membuka opsi kebijakan dua arah, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target.
Imbal hasil US Treasury melonjak seiring aksi jual obligasi setelah data ekonomi kuat. Produksi industri AS Januari naik 0,7% m/m (di atas ekspektasi), sementara output manufaktur meningkat 0,6%—tertinggi dalam 11 bulan—menegaskan ketahanan ekonomi dan mendukung sikap The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga.
• PASAR EROPA : Saham Eropa menguat pada Rabu, didorong rilis kinerja keuangan kuartalan emiten yang solid serta data inflasi Inggris yang menunjukkan pelonggaran. Indeks DAX Jerman naik 1,1%, CAC 40 Prancis menguat 0,8%, dan FTSE 100 Inggris melonjak 1,2%.
• PASAR ASIA : Bursa Asia menguat pada Rabu, dipimpin saham teknologi—terutama di Jepang—yang memulihkan sebagian kerugian sebelumnya, meski kekhawatiran dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap sektor ini masih membayangi. Perdagangan kawasan relatif sepi karena pasar di China, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura masih libur Tahun Baru Imlek.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,1% dan TOPIX menguat 1,4%, memantul dari penurunan tajam awal pekan. Saham teknologi menjadi penopang utama setelah mengalami tekanan berpekan-pekan. Pasar Jepang juga terbantu aksi bargain hunting pasca dua hari koreksi akibat data PDB kuartal IV yang lemah. Selain itu, data perdagangan Januari yang lebih kuat dari perkiraan—menunjukkan lonjakan ekspor utama—memberi dukungan tambahan.
• COMMODITIES – OIL: Harga minyak melonjak lebih dari 4% pada Rabu, didorong kekhawatiran gangguan pasokan di tengah potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta setelah perundingan Ukraina–Rusia di Jenewa berakhir tanpa terobosan. Brent naik USD 2,93 (+4,35%) ke USD 70,35/barel, sementara WTI menguat USD 2,86 (+4,59%) ke USD 65,19/barel—keduanya tertinggi sejak 30 Januari, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dua pekan.
Sebelumnya, harga sempat turun usai pernyataan Menlu Iran soal kesepahaman prinsip dasar pembicaraan nuklir dengan Washington. Namun, Rabu, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan Iran dan Rusia akan menggelar latihan laut di Laut Oman dan Samudra Hindia utara. Media pemerintah Iran juga menyebut penutupan sementara sebagian Selat Hormuz—jalur vital pasokan minyak global—selama latihan militer, dengan penutupan berlangsung beberapa jam dan status pembukaan penuh belum jelas.
• INDONESIA : IHSG kembali menguat +1.19% ke level menjadi 8310.23. Adapun flow untuk hari ini nampaknya akan mengalir ke sektor komoditas, terutama minyak seiring dengan kenaikan komoditas minyak, emas, nikel. Beberapa saham berbasis minyak menarik untuk dipantau untuk peluang fast trade. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

