Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS : Wall Street ditutup mixed pada Rabu, seiring pelemahan saham sektor keuangan dan jasa komunikasi yang mengimbangi sentimen positif dari laporan nonfarm payrolls Januari yang jauh di atas ekspektasi. Indeks acuan S&P 500 naik 0,1% ke 6.947,32, setelah sempat menguat hingga 0,7%. NASDAQ Composite turun 0,2% ke 23.066,47, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,1% ke 50.121,40.

 

 

Data ketenagakerjaan mendorong penguatan kontrak berjangka saham sebelum pembukaan, namun momentum cepat mereda dan pergerakan pasar relatif terbatas. Pelaku pasar memangkas ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pascarilis data tersebut, mendorong pembelian obligasi dan menekan imbal hasil.

 

 

Perhatian pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja Januari yang tertunda. Berdasarkan BLS AS, nonfarm payrolls meningkat 130 ribu pada Januari 2026, jauh di atas konsensus 66 ribu dan akselerasi dari 48 ribu pada Desember 2025. Tingkat pengangguran turun ke 4,3% dari 4,4% pada bulan sebelumnya.

 

Menurut CME FedWatch, probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret naik menjadi sekitar 94% dari sekitar 80% sehari sebelumnya. Peluang penahanan suku bunga pada April juga meningkat menjadi 80% dari 58%.

 

 

 

• PASAR EROPA: Bursa saham Eropa ditutup mixed pada Rabu setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang dinanti pasar. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,1%, DAX Jerman turun 0,4%, dan CAC 40 Prancis melemah 0,2%. Sementara itu, FTSE 100 Inggris menguat 1,1%.

 

 

 

• PASAR ASIA : Sebagian besar bursa saham Asia menguat terbatas pada Rabu, di tengah evaluasi investor terhadap data inflasi China yang lemah. Di kawasan lain, pasar Jepang tutup karena hari libur nasional, setelah indeks Nikkei 225 mencetak rekor tertinggi pada Selasa seiring optimisme atas kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 1%.

 

 

Di China, inflasi konsumen pada Januari meningkat lebih lambat dari perkiraan, sementara harga produsen masih berada di wilayah deflasi, menegaskan tekanan yang berlanjut pada permintaan domestik. Data tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa lemahnya harga dapat terus membebani laba korporasi, meski telah ada langkah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan. Indeks unggulan CSI 300 Shanghai–Shenzhen dan Shanghai Composite bergerak relatif datar, sementara indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,3%.

 

 

 

• KOMODITAS : 

• MINYAK : Harga minyak naik sekitar 1% pada Rabu, seiring kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS yang tengah bersiap melanjutkan perundingan, meski kenaikan dibatasi oleh laporan mingguan yang menunjukkan lonjakan signifikan persediaan minyak mentah AS. Kontrak berjangka Brent ditutup naik 60 sen atau 0,87% ke USD 69,40 per barel, sementara WTI AS menguat 67 sen atau sekitar 1,05% ke USD 64,63 per barel. Kenaikan harga juga dipicu laporan bahwa AS bersiap mengerahkan kapal induk kedua ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pelaku pasar turut mencermati rilis data ekonomi utama AS serta prospek permintaan perjalanan menjelang hari libur besar di China.

 

 

• LOGAM MULIA : Harga emas naik pada Rabu, seiring investor mencermati implikasi laporan ketenagakerjaan AS Januari yang jauh di atas ekspektasi. Permintaan aset lindung nilai juga meningkat di tengah ketegangan AS–Iran. Pada pukul 14.47 ET (19.47 GMT), harga emas spot naik 1,2% ke USD 5.087,31 per ons, sementara kontrak berjangka emas April naik 1,6% ke USD 5.111,66 per ons. Perak spot melonjak 4,5% ke USD 84,41 per ons, dan platinum spot naik 2,2% ke USD 2.146,90 per ons.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup kembali menguat +1.96% menjadi 8290.97 dimana beberapa saham konglomerasi mulai rebound kembali. Efek pengumuman FTSE nampaknya sudah terefleksikan oleh priced-in nya pergerakan IHSG, dimana tidak membentuk new low lagi. Selain itu, terlepas komoditas logam mulia mengalami pergerakan yang cukup volatil, sektor nikel bisa dipantau seiring kebijakan RKAB 2026. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop  terdekat di tengah volatilitas ini walaupun Indeks jika breakout 8300-8400 sangat berpeluang melanjutkan struktur uptrendnya.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.