Today’s Outlook :
• PASAR AS :Saham AS ditutup bervariasi pada Selasa seiring investor mencermati banjir laporan kinerja emiten. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena pelaku pasar memborong obligasi setelah rilis data ekonomi yang lemah. Dow Jones mencetak rekor penutupan baru, naik 0,1% ke 50.188,14. S&P 500 turun 0,4% ke 6.940,01, sementara NASDAQ Composite melemah 0,6% ke 23.102,47.
Investor kini fokus pada data tenaga kerja dan inflasi AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan. Laporan ketenagakerjaan bulanan dijadwalkan rilis Rabu, sementara CPI Januari pada Jumat. Kedua data ini krusial untuk membentuk ekspektasi arah kebijakan The Fed, khususnya waktu dan kecepatan potensi penurunan suku bunga tahun ini. Sebelumnya, penjualan ritel Desember tercatat stagnan secara bulanan, di bawah ekspektasi kenaikan 0,4%; penjualan ritel inti juga stagnan, meleset dari consensus sebesar 0,4%.
• PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak bervariasi pada Selasa seiring investor mencermati banyaknya laporan kinerja kuartalan emiten besar, di tengah sentimen global yang relatif positif. Indeks DAX Jerman turun 0,1% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,3%, sementara CAC 40 Prancis naik tipis 0,1%.
Dari sisi data ekonomi, agenda Eropa relatif sepi, dengan satu sorotan pada tingkat pengangguran Prancis yang naik menjadi 7,9% pada kuartal IV, dari 7,7% pada tiga bulan sebelumnya.
• PASAR ASIA :Bursa saham Asia melanjutkan penguatan berbasis saham teknologi pada Selasa, dengan pasar Jepang memimpin kenaikan hingga mencetak rekor baru seiring euforia “Takaichi trade” pascakemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Indeks Nikkei 225 melonjak hingga 3% ke rekor tertinggi sepanjang masa di 57.960, sementara indeks TOPIX melonjak tajam ke level tertinggi baru di 3.863,90. Kenaikan ini menyusul reli kuat pada Senin, mencerminkan optimisme investor terhadap agenda kebijakan Takaichi yang dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi, profitabilitas korporasi, dan investasi domestik.
Saham teknologi di kawasan juga melanjutkan penguatan setelah tekanan pekan lalu akibat kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan dan valuasi memicu aksi jual tajam pada saham teknologi global.
• KOMODITAS :
MINYAK : Harga minyak relatif stabil pada Selasa seiring pasar menunggu arah dari perkembangan hubungan diplomatik AS–Iran, upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina, serta rilis data ekonomi dan persediaan minyak AS. Brent turun 24 sen (0,3%) ke USD 68,80/barel, sementara WTI turun 40 sen (0,6%) ke USD 63,96/barel. Iran menyatakan pembicaraan nuklir dengan AS menunjukkan cukup kesepahaman untuk dilanjutkan.
LOGAM MULIA : Harga emas melemah pada Selasa, melanjutkan pergerakan fluktuatif pasca kejatuhan tajam pekan lalu. Fokus pasar beralih ke rilis data ekonomi AS pekan ini. Harga perak dan platinum juga turun meski sempat mendapat dukungan terbatas dari pelemahnya dolar. Volatilitas tinggi dipicu aksi ambil untung, posisi pasar yang terlalu panas, ketidakpastian kebijakan moneter AS jelang potensi pergantian pimpinan The Fed, serta perubahan permintaan aset aman terkait dinamika hubungan AS–Iran.
• INDONESIA :IHSG ditutup menguat +1.2% menjadi 8131.74 dimana beberapa saham konglomerasi mulai rebound kembali. Efek pengumuman FTSE nampaknya sudah terefleksikan oleh priced-in nya pergerakan IHSG, dimana tidak membentuk new low lagi. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop terdekat di tengah volatilitas ini.
Unduh dokumen lengkapnya DISINI.

