Today’s Outlook :

 

PASAR AS : Wall Street ditutup mayoritas melemah pada Rabu, meski ketiga indeks utama berhasil bangkit dari level terendah sesi. Saham teknologi lanjut turun, terbebani anjloknya saham pembuat chip AMD pasca-rilis kinerja. Pelaku pasar juga mencermati data pasar tenaga kerja yang melemah, sambil menanti laporan keuangan Alphabet setelah penutupan. NASDAQ Composite turun 1,5% ke 22.904,58 (sempat jatuh hingga 2,5%). S&P 500 turun 0,5% ke 6.882,76. Dow Jones justru naik 0,5% ke 49.500,90, ditopang lonjakan saham Amgen usai laporan kuartalan.

 

 

Sentimen saham perangkat lunak belakangan suram karena kekhawatiran persaingan dari model AI baru. Investor merotasi keluar dari saham teknologi berharga tinggi di tengah kekhawatiran dampak disruptif AI terhadap bisnis software dan analitik mapan. Sektor teknologi sempat merosot pada Selasa. Investor kini menanti dengan hati-hati kinerja Alphabet, dengan sorotan pada belanja AI yang besar—miliaran dolar untuk pusat data dan chip. Perdagangan bertema AI tetap lesu pada Rabu setelah saham AMD anjlok 17% akibat proyeksi kuartal I yang mengecewakan, meski pendapatan kuartal IV mencetak rekor USD 10,3 miliar.

 

 

 

PASAR EROPA : Saham Eropa bergerak mixed pada Rabu, seiring investor mencerna laporan keuangan kuartalan dan menanti rilis data inflasi kawasan. DAX Jerman turun 0,5%, CAC 40 Prancis naik 1%, dan FTSE 100 Inggris menguat 0,9%.

 

 

Data inflasi awal zona euro Januari dijadwalkan rilis Rabu, menjelang keputusan suku bunga ECB keesokan harinya. Inflasi diperkirakan melandai ke 1,7% yoy, di bawah target ECB 2%. ECB diprediksi mempertahankan suku bunga di 2% untuk rapat kelima berturut-turut, namun angka inflasi yang meleset signifikan bisa memicu kekhawatiran, mengingat apresiasi euro yang cepat terhadap dolar berpotensi menekan inflasi lebih jauh.

 

 

 

•  PASAR ASIA : Bursa Asia bergerak mixed pada Rabu. Saham Korea Selatan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, namun penguatan tertahan seiring reli saham teknologi mereda setelah penutupan Wall Street yang lemah.

 

 

Pasar Asia sebelumnya ditopang reli kuat, dengan saham-saham regional melonjak. Indeks KOSPI Korea Selatan naik hampir 1% ke level rekor 5.361,85, setelah melonjak hampir 7% pada Selasa berkat penguatan tajam saham chip dan teknologi. Nikkei 225 Jepang turun 0,7% setelah naik sekitar 4% pada sesi sebelumnya.

 

 

Sentimen AI tetap volatil, tertekan pelemahan saham teknologi AS semalam yang mendorong aksi ambil untung. Di kawasan lain, Shanghai Composite China naik tipis 0,1%, sementara CSI 300 turun 0,2%. Hang Seng Hong Kong melemah 0,5%.

 

 

 

• KOMODITAS – LOGAM MULIA : Harga emas naik pada perdagangan awal Asia Kamis, kembali di atas level kunci setelah pelemahan permintaan safe haven dan penguatan dolar mereda. Emas spot naik 1,1% ke USD 5.019,51/oz, sementara emas berjangka April naik 1% ke USD 5.038,76/oz. Tekanan sebelumnya mereda setelah Iran dan AS mengonfirmasi akan menggelar pembicaraan pekan ini, menurunkan kekhawatiran eskalasi militer di Timur Tengah. Emas sempat menyentuh USD 5.092,31/oz pada Rabu sebelum kembali turun di bawah USD 5.000/oz. Penguatan dolar—dipicu nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed—juga sempat menekan harga logam.

 

 

• KOMODITAS – MINYAK : Harga minyak WTI AS turun pada Kamis setelah AS dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat, meski agenda masih berbeda, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. WTI turun 1% ke USD 64,5/barel. Perdagangan Brent dibuka kembali pukul 01.00 GMT. Harga minyak sempat melonjak sekitar 3% pada Rabu setelah laporan media menyebut pembicaraan AS–Iran berpotensi batal.

 

 

 

• INDONESIA : IHSG ditutup menguat tipis +0.3% menjadi 8146.7 seiring dengan tekanan yang masih terjadi di saham universe konglomerasi, namun dari sisi positifnya adalah saham berfundamental klasik consumer dan Big Banks tetap stabil yang mana seraya mengindikasikan akumulasi pembelian oleh Danantara, dipimpin oleh BMRI. Selain itu, mulai banyak aksi korporasi buyback dari saham konglomerasi mengindikasikan adanya sinyal katalis positif untuk IHSG, yang mana selama satu tahun terakhir performa IHSG didukung oleh rotasi saham-saham grup Konglomerasi. Tetap berjaga-jaga selalu dengan stoploss dan trailing stop  terdekat di tengah volatilitas ini.

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.

 

 

SPECIAL PROMOTION

Buka Rekening Margin, Nikmati bunga khusus 8,5% selama 90 Hari!

Trading margin kini jadi lebih ringan, khusus untuk anda uku bunga spesial sebesar 8,5% selama 90 hari sejak tanggal pembukaan rekening margin berhasil!

Mulai investasi dengan Biaya Broker 0%!

Daftar dan buka rekening online sekarang. Nikmati biaya broker 0% khusus untuk pengguna baru

 

NH Korindo Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubuni CS kami via email CSO@nhsec.co.id