Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS : Pada penutupan NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 285 poin atau 0,6%, sementara S&P 500 naik tipis 0,02% dan Nasdaq Composite menguat 0,3%. Meski S&P 500 mencatat kenaikan tipis pada Jumat, indeks ini tetap membukukan pelemahan untuk minggu kedua berturut-turut. Tekanan pasar datang dari kejatuhan saham Intel setelah rilis kinerja yang mengecewakan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik sepanjang pekan.

 

 

Wall Street sempat bangkit pada Rabu dan Kamis setelah mencatatkan penurunan tajam di awal pekan. Sentimen membaik usai Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mencapai kerangka kesepakatan dagang terkait Greenland dan menegaskan tidak akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa, sekaligus menarik ancaman penggunaan kekuatan militer. Pernyataan tersebut memberi kelegaan sementara bagi pasar setelah sebelumnya ketegangan geopolitik memicu aksi jual besar.

 

 

Namun demikian, hubungan AS dengan Eropa masih diliputi ketidakpastian. Trump kembali menambah kekhawatiran pasar dengan mengisyaratkan potensi aksi militer terhadap Iran, dengan menyebutkan pergerakan armada AS ke kawasan Timur Tengah. Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, sementara Trump juga mengonfirmasi telah menyelesaikan proses seleksi calon Ketua The Fed berikutnya.

 

 

 

• PASAR EROPA : Bursa saham Eropa mayoritas melemah pada Jumat seiring tekanan geopolitik yang kembali mendominasi sentimen pasar di akhir pekan yang penuh ketegangan. Indeks DAX Jerman ditutup stagnan, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris masing-masing turun 0,1%.

 

 

Sebelumnya, pasar saham Eropa sempat menguat pada Kamis setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman tarif dagang terhadap Eropa terkait upayanya menguasai Greenland. Meski begitu, tiga indeks utama Eropa masih berada di jalur penurunan mingguan karena kondisi politik global yang tetap panas. Kekhawatiran meningkat setelah Trump kembali membuka peluang aksi militer terhadap Iran, dengan menyebut armada AS bergerak menuju Timur Tengah dan memperingatkan Teheran terkait isu protes dan program nuklir.

 

 

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos mengkritik respons para pemimpin Eropa terhadap ancaman geopolitik. Ia menilai Eropa terlihat “tersesat” karena terlalu berupaya meyakinkan Trump agar berubah sikap, alih-alih bersatu untuk memperkuat pertahanan sendiri. Sejumlah negara Eropa juga menolak bergabung dalam “Board of Peace” bentukan Trump untuk Gaza, karena kekhawatiran terhadap komposisi dan potensi perannya yang bisa menyaingi PBB.

 

 

 

• PASAR ASIA : Mayoritas bursa saham Asia menguat pada Jumat, ditopang oleh penguatan saham-saham teknologi. Pasar Jepang juga masih mencatat kenaikan tipis setelah Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. BOJ sekaligus merevisi naik proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sehingga perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda yang dijadwalkan kemudian hari.

 

 

BOJ menahan suku bunga di level 0,75% melalui keputusan yang nyaris bulat, sambil menaikkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi untuk tahun fiskal 2025 dan 2026. Kenaikan proyeksi ini didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah. Dalam pernyataan kebijakan moneternya, BOJ kembali menegaskan sikap bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap seiring penguatan pertumbuhan ekonomi dan upah. Bank sentral Jepang diperkirakan masih akan bersikap wait and see setidaknya hingga Maret atau April, menunggu hasil negosiasi upah musim semi yang menjadi indikator penting kondisi ekonomi dan tenaga kerja.

 

 

Indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,6% dan diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi sepanjang masa, didukung oleh kekuatan berkelanjutan pada saham teknologi dan otomotif. KOSPI menjadi indeks dengan kinerja terbaik di Asia pekan ini, mencatatkan kenaikan sekitar 2,5%.

 

 

 

• KOMODITAS – LOGAS MULIA :Harga emas melonjak menembus level psikologis USD 5.000 per ons pada Senin, melanjutkan reli kuat pekan lalu seiring investor memburu aset safe haven di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Emas spot naik 1,1% ke rekor baru USD 5.035,83/oz, sementara kontrak berjangka emas AS juga menguat 1,1% ke puncak USD 5.074,71/oz. Sepanjang pekan lalu, emas sudah melesat lebih dari 8% dan kini naik hampir 17% sepanjang tahun ini.

 

 

Logam mulia lain turut menguat. Harga perak melonjak lebih dari 2% ke rekor USD 106,56/oz, sementara platinum naik tipis ke level tertinggi baru USD 2.798,46/oz. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi risiko geopolitik, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS pada 2026, serta permintaan kuat dari bank sentral dan investor yang mencari perlindungan dari volatilitas pasar.

 

 

 

INDONESIA :IHSG masih ditutup turun minus 0.46% menjadi 8951.01. Jika IHSG tidak bisa bertahan di range saat ini dan ditutup di atas angka psikologis resistance-support di 9000, sebaiknya kurangi posisi. IHSG juga berpeluang untuk rebound dikarenakan struktur IHSG yang selalu reject-rebound dari MA20 nya, dimana masih tetap dijaga cukup uptrend. Tetap berhati-hati selalu di tengah volatilitas IHSG saat ini, sembari indikator RSI yang mengindikasikan oversold dan adanya negative divergence yang menunjukkan peluang untuk koreksi pada indeks. Terlepas koreksi pada indeks berpeluang terjadi, momentum pada IHSG masih cukup kuat untuk melakukan trading berbasis narasi. Adapun untuk narasi untuk emiten yang memiliki likuiditas tinggi dapat dipilih saham komoditas berbasis emas seiring emas yang mencetak ATH, ataupun komoditas-komoditas lainnya, terutama logam-metal. Adapun untuk trading berbasis narasi untuk saham berlikuiditas mini dapat mengakumulasi saham-saham sektor asuransi umum serta Bank di KBMI 1, seiring dengan katalis penambahan modal.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.