Today’s Outlook :
• PASAR AS :Indeks saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu. Dow Jones turun 42 poin atau 0,5%, S&P 500 melemah 0,5%, dan Nasdaq turun 1%. S&P 500 mencatatkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut, dipicu oleh pelemahan saham teknologi serta kinerja laporan keuangan bank-bank besar yang kurang memuaskan.
Saham teknologi yang sebelumnya mendorong reli awal tahun mengalami koreksi akibat aksi ambil untung. Investor juga bersikap hati-hati menjelang rilis kinerja TSMC, yang dianggap sebagai barometer industri semikonduktor. Saham TSMC di AS turun lebih dari 1%.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 25% atas impor beberapa chip komputasi canggih, serta laporan pembatasan penjualan Nvidia di China. Tekanan juga datang dari laporan bahwa China melarang penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan AS dan Israel, yang membuat saham Broadcom turun lebih dari 4%.
Saham Oracle anjlok lebih dari 4% setelah perusahaan digugat oleh pemegang obligasi terkait kerugian dari ekspansi bisnis kecerdasan buatannya.
• PASAR EROPA :Saham-saham Eropa bergerak bervariasi pada hari Rabu, seiring investor mencermati pembicaraan yang dijadwalkan terkait masa depan Greenland. Indeks DAX Jerman turun 0,4%, CAC 40 Prancis melemah 0,2%, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,5%.
Kekhawatiran geopolitik tetap mendominasi sentimen pasar. Perhatian investor tertuju pada pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan pejabat Greenland dan Denmark, menyusul pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump yang ingin “mengakuisisi” wilayah semi-otonom Denmark tersebut. Trump menyebut kepemilikan Greenland penting untuk mencegah Rusia atau China menguasai wilayah Arktik yang strategis dan kaya mineral. Meski Greenland dan Denmark menegaskan wilayah tersebut tidak untuk dijual, Trump belum menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mendapatkannya.
• PASAR ASIA :Saham Jepang memimpin penguatan pasar Asia pada Rabu, menyentuh rekor baru seiring optimisme stimulus fiskal tambahan dari Tokyo. Reli didorong spekulasi pemilu dadakan setelah laporan menyebut Perdana Menteri Sanae Takaichi berencana membubarkan parlemen, yang meningkatkan peluang stimulus lebih besar. Yen melemah ke level terendah hampir dua tahun, menopang saham-saham eksportir.
Sebaliknya, saham China berbalik melemah setelah Beijing memperketat aturan pembiayaan margin, menutupi kenaikan saham chip dan sentimen positif dari data perdagangan Desember. Pasar Asia lainnya bergerak terbatas, dengan reli saham teknologi Korea Selatan mulai mereda.
• KOMODITAS : Harga minyak AS turun lebih dari USD 1 pada awal perdagangan Asia Kamis, setelah Presiden Donald Trump mengatakan situasi kekerasan dalam penindakan protes di Iran mulai mereda. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dan potensi aksi militer AS terhadap Iran.
WTI diperdagangkan di USD 60,78 per barel, turun 2% setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 1%. Penurunan terjadi usai komentar Trump yang menurunkan risiko serangan AS dan gangguan pasokan minyak.
• INDONESIA :IHSG ditutup breakout melewati angka psikologisnya memecah 9000, dimana naik sebesar +0.94% menjadi 9032.58. Likuiditas pasar masih cukup terkonsentrasi di saham BUMI, dimana ketika beberapa saham konglomerasi turun, khususnya BUMI langsung menyeret dan memancing respons penurunan saham konglomerasi lain.
Jika saham konglomerasi dan saham uptrend yang anda pegang tetap kuat di atas MA20, jadikan angka tersebut sebagai pedoman trailing stop anda. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum dan portofolio berbasi narasi tersebut tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi. Adapun untuk harga basis komoditas nikel kembali mengalami kenaikan, kemungkinan untuk hari ini saham berbasis eksposur nikel berpeluang mengalami kenaikan (NCKL, ANTM, HRUM, INCO, NICL, DKFT).
Unduh laporan lengkapnya DISINI.

