Today’s Outlook:

 

 

• PASAR AS :S&P 500 ditutup melemah setelah turun dari rekor tertinggi intraday terbaru pada Rabu, karena kenaikan saham Alphabet tidak mampu mengimbangi kerugian pada saham-saham chip, di tengah aksi ambil untung investor setelah reli kuat sehari sebelumnya.

 

 

Dow Jones turun 0,9%, S&P 500 melemah 0,3% setelah sempat menyentuh rekor intraday di 6.965,69, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,2%. Saham chip—tidak termasuk Nvidia—mencatat penurunan signifikan, dengan Western Digital menjadi salah satu yang tertekan paling besar.

 

 

Perhatian pasar beralih ke data ekonomi AS. Pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih rendah dari perkiraan, meski berbalik dari penurunan tajam bulan sebelumnya. Data ADP menunjukkan payroll swasta naik 41.000, di bawah ekspektasi 49.000 dan dibandingkan penurunan 29.000 pada November.

 

 

Lowongan pekerjaan turun lebih dalam dari perkiraan ke 7,146 juta dari ekspektasi 7,61 juta, memperkuat sinyal melemahnya permintaan tenaga kerja. Kondisi pasar tenaga kerja tetap menjadi faktor penting dalam keputusan suku bunga Federal Reserve, yang memangkas suku bunga beberapa kali sepanjang 2025.

 

 

 

• PASAR EROPA :Saham Eropa bergerak mendatar pada Rabu setelah serangkaian penutupan di level rekor, seiring investor mencermati perkembangan geopolitik dan bersiap menghadapi rilis sejumlah data ekonomi AS.

 

 

Indeks Stoxx 600 pan-Eropa turun tipis, sementara DAX Jerman naik 0,8%, CAC 40 Prancis stagnan, dan FTSE 100 Inggris melemah 0,7%.

 

 

Pada saham individual, Nestle melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya setelah perusahaan mengumumkan penarikan kembali sebagian produk nutrisi bayi akibat potensi kontaminasi.

 

 

• PASAR ASIA : Pasar saham Asia bergerak mixed pada Rabu, dengan sebagian besar indeks utama melemah tipis setelah penguatan kuat di awal pekan, sementara saham Korea Selatan menembus rekor tertinggi baru, didorong optimisme baru terhadap sektor kecerdasan buatan.

 

 

Ketegangan geopolitik turut menambah kehati-hatian pasar setelah China menyatakan telah memberlakukan pembatasan ekspor segera ke Jepang untuk barang-barang yang berpotensi memiliki kegunaan militer.

 

 

Di Korea Selatan, indeks acuan KOSPI melonjak lebih dari 1% ke rekor tertinggi baru di 4.611,72, memperpanjang reli yang didukung kenaikan kuat di akhir tahun. Saham semikonduktor utama Samsung Electronics dan SK Hynix naik 3%–5%, seiring investor mencermati prospek kinerja sektor chip yang membaik.

 

 

Di kawasan Asia lainnya, pasar kesulitan mempertahankan momentum setelah reli sebelumnya. TOPIX Jepang turun 0,5% dari rekor tertinggi, sementara Nikkei 225 juga melemah 0,5% dari level mendekati rekor, akibat aksi ambil untung setelah awal tahun yang kuat. Saham Hong Kong turut turun, dengan Hang Seng terkoreksi 1% setelah kenaikan tajam sebelumnya yang dipimpin saham teknologi. Di China daratan, indeks unggulan CSI 300 bergerak datar, sementara Shanghai Composite naik 0,3%.

 

 

 

KOMODITAS :Harga minyak Brent melemah tajam dalam perdagangan yang volatil pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga minyak sudah tertekan sejak awal pekan ini, setelah langkah AS ke Venezuela memicu spekulasi pencabutan sanksi secara luas terhadap industri minyak negara tersebut, yang berpotensi melepas puluhan juta barel pasokan kembali ke pasar. Meski ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar memasukkan sebagian premi risiko, harga minyak tetap berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan pada 2026. Harga minyak mencatat penurunan tahunan terbesar dalam lima tahun pada 2025.

 

 

Brent futures turun 0,5% ke USD 60,39 per barel, sementara WTI AS melemah 1,4% ke USD 56,36 per barel. Trump menyatakan melalui unggahan media sosial bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS. “Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan dana tersebut akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” ujar Trump dalam pernyataannya.

 

 

 

INDONESIA :IHSG ditutup tetap melaju dengan mencetak kenaikan ke zona hijau ATH sebesar +0.13% menjadi 8944.81. Resistance selanjutnya adalah angka psikologis 9000. Kenaikan saham di IHSG didukung dengan banyak sekali katalis narasi yang cukup atraktif di 2026 seperti kenaikan modal untuk Bank KBMI 1 (BNBA dsb.), kenaikan modal inti asuransi serta saham – saham berbasis minyak. Dari segi konglomerasi, saham – saham konglomerasi yang belum ada flow kenaikan sepanjang 2025 seperti katalis musiman Panin Group nampaknya mulai atrakif, mengingat konglomerasi lain yang sudah banyak mengalami rally. Jika anda memiliki portfolio nikel, KBMI 1 dan asuransi umum tetap selalu berjaga-jaga dengan trailing stop untuk portfolio anda dikarenakan volatilitas yang tinggi.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.