Today’s Outlook:

 

PASAR AS : Pada penutupan NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 397 poin, atau 0,8%, sementara indeks S&P 500 turun 1,1%, dan NASDAQ Composite melemah 1,9%. S&P 500 turun pada hari Kamis, ketika penjual kembali ke sektor teknologi dengan saham AI termasuk Nvidia menjadi yang paling terpukul di tengah kekhawatiran valuasi, sementara data mengenai pemutusan hubungan kerja besarbesaran memicu kekhawatiran tentang ekonomi.

 

 

NVIDIA Corporation turun lebih dari 4%, memimpin penurunan di sejumlah saham terkait AI karena kekhawatiran valuasi kembali muncul setelah pemulihan sehari sebelumnya. Palantir Technologies Inc, Dell Technologies Inc, dan Advanced Micro Devices Inc turun tajam.

 

 

Pemegang saham Tesla memutuskan untuk menyetujui paket kompensasi besar untuk CEO Elon Musk. Paket gaji senilai USD 1 triliun ini terkait dengan target-target tinggi yang harus dicapai Musk termasuk meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan dari USD 1,5 triliun saat ini menjadi USD 8,5 triliun dalam 10 tahun.

 

 

Di sisi ekonomi, pemutusan hubungan kerja mencapai level bulanan tertinggi dalam 22 tahun, menurut perusahaan outplacement Challenger, Gray & Christmas. Tandatanda tekanan di pasar tenaga kerja muncul ketika beberapa perusahaan termasuk Amazon dan UPS telah mengumumkan PHK besar-besaran.

 

 

 

PASAR EROPA : Saham Eropa melemah pada hari Kamis, dengan investor mencerna lebih banyak laporan pendapatan korporasi menjelang keputusan kebijakan Bank of England yang sangat ditunggu. Indeks DAX di Jerman turun 1,3%, CAC 40 di Prancis turun 1,4% dan FTSE 100 di Inggris turun 0,4%.

 

Bank of England mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan sebelumnya pada hari Kamis, tetapi keputusan ini tergolong ketat, mengindikasikan potensi pelonggaran pada Desember. Bank sentral Inggris mempertahankan Bank Rate di level 4%, perlambatan pertama dalam siklus pelonggaran kebijakan yang telah terjadi setiap tiga bulan sejak Agustus tahun lalu. Bank tersebut terakhir kali memangkas suku bunga pada Agustus sebesar 25 basis poin dari 4,25%.

 

Di tempat lain, produksi industri Jerman naik lebih rendah dari perkiraan pada September, meningkat 1,3% dibanding bulan sebelumnya, di bawah proyeksi pertumbuhan 3%. Angka output ini menegaskan aktivitas ekonomi yang lesu di ekonomi terbesar Eropa.

 

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor mempertimbangkan potensi kelebihan pasokan, serta permintaan yang melemah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia.

 

 

 

PASAR ASIA : Indeks Shanghai Composite China naik 1,0 persen ke 4.007,76 setelah negara tersebut mengumpulkan USD 4 miliar dengan tingkat imbal hasil setara dengan obligasi Treasury AS dalam kembalinya ke pasar obligasi internasional.

 

 

Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,1 persen ke 26.485,90 karena pembeli masuk setelah penurunan singkat pada saham teknologi.

 

 

Pasar Jepang naik tajam seiring tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja AS yang meningkatkan selera risiko. Investor juga mencermati data yang menunjukkan sektor jasa Jepang terus mencatat pertumbuhan selama tujuh bulan berturut-turut pada Oktober.

 

 

Indeks Nikkei 225 melonjak 1,3 persen ke 50.883,68, sementara indeks Topix yang lebih luas ditutup 1,4 persen lebih tinggi di 3.313,45.

 

 

 

KOMODITAS : Futures minyak Brent ditutup turun 14 sen, atau 0,22%, menjadi USD 63,38 per barel. Futures U.S. West Texas Intermediate ditutup turun 17 sen, atau 0,29%, menjadi USD 59,43. Harga minyak global turun selama tiga bulan berturutturut pada Oktober karena kekhawatiran kelebihan pasokan ketika OPEC dan sekutunya — yang dikenal sebagai OPEC+ — meningkatkan produksi sementara produksi dari negara-negara non-OPEC juga masih terus tumbuh.

 

 

 

INDONESIA : IHSG ditutup menguat tipis +0.22% ke zona hijau di level 8337.1, dimana masih betahan di atas 8300 pasca berhasil breakout. Dikarenakan hari ini penghujung akhir minggu untuk trading, tetap disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau tiap support dan resistance dari masing-masing saham seraya memperhatikan katalis-katalis yang ada. Selain itu, terlepas ada resistance ATH di IHSG tetap perhatikan peluang adanya koreksi dan pullback dikarenakan indikator yang muncul yakni RSI negative divergence.

 

 

Rotasi ke Old-Dividend Player and Back To Consumer: Kami tetap menyarankan sebagian alokasi untuk shifting ke saham yang memiliki bantalan yield dividend di atas obligasi serta consumer goods sebagai saham defensif di tengah katalis issue yang masih tidak pasti sebagai perlindungan portfolio, memanfaatkan valuasi-yield yang atraktif tersebut.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.