Today’s Outlook:

 

PASAR AS : Pada sesi reguler, S&P 500 naik 0,4%, NASDAQ Composite menguat 0,7% dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,5%, pulih dari aksi jual tajam pada saham teknologi megacap – di hari Selasa.

 

Sesi ini menandai pemulihan moderat setelah peringatan dari para eksekutif bank-bank besar Wall Street sehari sebelumnya mengenai keberlanjutan reli terbaru memicu aksi ambil untung. Meski kekhawatiran tentang valuasi teknologi yang tinggi masih ada, investor tampak terdorong oleh hasil kinerja korporasi yang kuat. Analis mengatakan penurunan pada saham AI dan semikonduktor yang sedang melonjak lebih terlihat sebagai koreksi singkat daripada awal dari penurunan yang lebih dalam.

 

Pemulihan ini terjadi setelah data menunjukkan payroll swasta AS kembali menguat tajam di bulan Oktober, meredakan kekhawatiran tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS. Laporan ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu sebelumnya menunjukkan lapangan kerja sektor swasta meningkat 42.000 pekerjaan bulan lalu setelah revisi kenaikan dari penurunan 29.000 di bulan September. Ekonom memperkirakan lapangan kerja swasta naik 28.000 pekerjaan setelah penurunan 32.000 yang dilaporkan sebelumnya di September. Laporan ini menjadi lebih penting bulan ini karena laporan ketenagakerjaan dari Bureau of Labor Statistics yang sangat diperhatikan kembali tertunda akibat penutupan pemerintah terlama dalam sejarah, sehingga investor dan ekonom kehilangan sinyal penting tentang kondisi ekonomi.

 

Fokus pada hari Rabu juga tertuju ke Washington, di mana Mahkamah Agung mengadakan sidang untuk meninjau apakah tarif luas Trump melanggar hukum AS. Para hakim mempertanyakan apakah presiden telah melampaui wewenangnya, menimbulkan keraguan terhadap legalitas kebijakan perdagangannya. Kasus ini, yang dapat membentuk ulang kewenangan perdagangan presiden, membawa implikasi besar bagi hubungan AS– China dan pasar global.

 

 

PASAR EROPA : Saham Eropa ditutup menguat pada hari Rabu, mengimbangi aksi jual global di hari sebelumnya dalam hari yang kembali ramai oleh laporan kinerja perusahaan. Indeks DAX di Jerman naik 0,4%, CAC 40 di Prancis menguat 0,1% dan FTSE 100 di Inggris meningkat 0,6%.

 

Data yang dirilis Rabu sebelumnya menunjukkan pesanan industri Jerman naik 1,1% pada September dibanding bulan sebelumnya, pulih setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya. Data aktivitas jasa zona euro akan dirilis kemudian, namun angka tersebut kemungkinan tidak akan banyak mempengaruhi pembuat kebijakan European Central Bank karena tingkat suku bunga tampaknya akan tetap stabil untuk jangka waktu yang cukup lama. ECB menahan suku bunga tetap pada pertemuan minggu lalu dan diperkirakan akan tetap tidak berubah pada pertemuan terakhir tahun ini di Desember. ekonom kini memperkirakan ECB akan menahan suku bunga stabil, kemungkinan hingga sebagian besar tahun 2026.

 

 

PASAR ASIA : Pasar saham Asia turun tajam pada Rabu dengan Jepang dan Korea Selatan memimpin penurunan, karena investor bereaksi terhadap aksi jual di Wall Street semalam terkait kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi.

 

Nikkei 225 Jepang anjlok -2,5%, juga mundur dari level tertinggi rekornya, terseret turunnya saham-saham terkait teknologi. Indeks Shanghai Composite China naik 0,2%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun -0,07%.

 

 

 

KOMODITAS : Harga minyak turun lebih dari 1% pada Rabu, ditutup di level terendah dua minggu karena tekanan dari kekhawatiran potensi kelebihan pasokan minyak global, namun data yang menunjukkan tanda-tanda permintaan bahan bakar AS yang kuat membatasi penurunan.

 

Futures Brent ditutup turun 92 sen, atau 1,43%, menjadi US$63,52 per barel, sementara West Texas Intermediate AS turun 96 sen, atau 1,59%, menjadi US$59,60. Harga minyak turun setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah pekan lalu.

 

 

 

INDONESIA : IHSG ditutup menguat +0.93% ke zona hijau di level 8318.5, dimana area resistance 8300 berhasil breakout. Pergerakan sesi 2 IHSG kemarin selaras dengan pergerakan sesi 2 BRMS – BREN yang mana hari ini akhirnya diumumkan untuk rebalancing MSCI November 2025 kedua saham tersebut masuk dalam konstituen MSCI Indonesia, dengan ICBP dan KLBF keluar dari MSCI Big Caps Indonesia.

 

 

Jika ingin trading untuk saham konglomerasi, bisa memanfaatkan momentum scalping buy di tengah keberhasilan breakout indeks 8300 namun tetap memperhatikan support dan resistance saham – saham konglomerasi, dan apakah masih kuat untuk melanjutkan breakout ataupun perhatikan apakah ada rotasi konglomerasi ke universe lain.

 

 

Rotasi ke Old-Dividend Player and Back To Consumer: Kami tetap menyarankan sebagian untuk shifting ke saham yang memiliki bantalan yield dividend di atas obligasi serta consumer goods sebagai saham defensif di tengah katalis issue yang masih tidak pasti sebagai perlindungan portfolio, memanfaatkan valuasi-yield yang atraktif tersebut.

 

 

Saham – saham yang masuk dalam MSCI small cap Indonesia seperti DSNG, MSIN, RAJA, ENRG dan WIFI ada kemungkinan opportunity untuk scalping buy, seraya tetap memperhatikan Support dan Resistance masing-masing saham. Adapun untuk saham TINS tidak jadi masuk ke dalam indeks MSCI Small Cap Indonesia karena tidak memenuhi 1 aturan terakhir yang berlaku yakni pernah masuk ke dalam papan FCA dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

 

 

 

Unduh laporan lengkapnya DISINI.